
Setelah menghabiskan weekend di Banyumas kini aku baru saja sampai di Bandung.
"Terima kasih kak dzaky atas tumpangan gratisnya,hehehe." Kataku saat baru sampai di rumah.
"Bolehkah aku meminta bayarannya?"
"Mau di bayar pakai apa? Uangpun aku tak punya."
"Kiss."
"Emmm, gimana ya,boleh deh. Tutup matamu."
"Asiiik."Ucap dzaky sebelum memnutup matanya.
Cuuupp. Aku mencium bibirnya sekilas.
Dzaky menahan kepalaku lalu berbalik menciumku, beberapa menit bibir kami saling menempel. Lalu berlanjut dengan ciuman lembut .
"Terima kasih sayang. Sampai jumpa besok." Ucapnya setelah melepas ciumannya.
"Aku masuk dulu, bye."
"Ok,besok aku jemput ya. Kita ke rumah sakit bersama."
Aku hanya menganggukkan kepalaku tanda setuju. Lalu aku bergegas masuk ke rumah karena malu jika ia melihat mukaku yang merah, malu juga jika ia sampai mendengar detak jantungku yang sedang berdetak lebih cepat,bak genderang mau perang.
Setelah sampai di kamar aku mengirim pesan pada kak Bayu .
"Kak bayu."
"Hmmm."
"Besok aku akan datang menemanimu kemoterapi."
"Aku tunggu."
"Semangat, kak bayu pasti sembuh."
"Emotion 🥰🥰🥰."
__ADS_1
Ke esokkan harinya kak dzaky menjemputku di rumah. Kami langsung menuju ke rumah sakit di mana kak bayu di rawat. Aku merasa kasihan pada kak bayu, di usianya yang masih muda ia harus menderita sakit keras. Ia di vonis kanker otak stadium 3.
Sesampainya di rumah sakit,kami bertemu dengan orang tua kak bayu. Betapa kagetnya aku ketika mendapati seorang yang ku kenal ada di sana.
(Ada hubungan apa tante mira dengan kak bayu?)
Pertanyaan itu aku utarakan dalam hati karena merasa tidak enak jika ikut campur urusan keluarga orang lain.
"Tante kalau boleh tau ada hubungan apa keluarga ini dengan wanita yang tadi?" Tanyaku yang tidak bisa menahan rasa penasaranku.
"Maksud kamu mira?"
"Ya tante."
"Dia istri ke dua suamiku. Mereka diam-diam telah menikah 5 bulan yang lalu."
"Ya Allah, maaf tante."
"Tidak masalah. Tante sudah ikhlas kok nak."
"Tante dia juga mantan ibu tiriku."
"Betul tante, untuk apa aku berbohong. Sebaiknya tante hati-hati dengan orang itu. Dia wanita licik yang mengincar harta saja."
"Astaga. Aku harus hati-hati kalau begitu."
"Ya tente hati-hatilah. "
"Kalau boleh tau apa yang dia lakukan kepada keluargamu nak?"
"Tak lama setelah meninggalnya ibu, dia mendekati ayahku. Lalu mereka pergi entah kemana selama bertahun-tahun , mereka menikah siri di tempat mereka yang baru. Lalu mereka pulang lagi ke rumah dan wanita itu berusaha mencuri beberapa sertifikat tanah yang kami miliki,untung saja kami berhasil menyelamatkannya. Itu semua jerih payah ibu dan ayahku, enak saja mau di ambil olehnya." Kataku dengan nada marah.
"Oh, begitu. "
"Parahnya lagi saat itu dia masih sah menjadi istri laki-laki lain. Makanya aku sempat tidak bertegur sapa dengan ayahku selama dia menjadi istrinya. Aku kesal karena ayah begitu bodoh kemakan rayuan wanita itu."
"Ya sudah lah itu hanya masa lalu,ya kan?"
"Ya tante sekarang alhamdulillah keluarga kami sudah baik-baik saja, damai seperti dulu lagi. Hehehehe."
__ADS_1
"Untung saja tante pisah harta sama ayahnya bayu jadi tante ngga khawatir kalau ada wanita macam dia."
"Cista." Panggil kak bayu yang sedari tadi menjadi pendengar yang baik dengan kak dzaky.
"Ya kak bayu, ada apa?"
"Kamu ke sini mau nemenin aku kemo atau mau ngobrol dengan mamaku?"
"Hehehehe. Mau ngobrol saja boleh ngga kak?"
"Dasar." Jawabnya sambil tersenyum. Senyum yang membuat wajah pucatnya terlihat tampan. Mungkin kalau kak bayu yang menyatakan cintanya padakuaku langsung menerimanya , sayang sekali sepertinya dia hanya menganggapku sebagai teman dan adik saja.
"Yu , ayo waktunya kemo. Aku dan cista akan mengantarmu dan menunggumu di depan ruangan." Kata kak dzaky.
"Baiklah dzak, ayo kita segera ke ruangan itu."
Kak Dzakypun mendorong kursi roda kak bayu.
"Dzak,jaga cista baik-baik. Jangan pernah menyia-nyiakannya apalagi menyakitinya. Kalau sampai itu terjadi aku dan kak reihan akan mengutukmu dari akhirat."
"Jangan bicara seperti itu Yu, kamu pasti sembuh. "
"Entahlah dzak, aku merasa waktuku tinggal sebentar. Aku juga titip mamaku ya dzak."
Kak dzaky hanya diam sambil terus mendorong kursi rodanya. Sedangkan aku berjalan di belakang mereka sambil ngobrol dengan mamanya kak bayu.
Setelah hampir 6 jam, kemo hari itupun selesai. Kak dzaky masuk ke ICU karena kondisinya drop dan kritis.
Aku berusaha untuk menenangkan mamanya kak bayu yang terus menerus menangis pilu. Ya, ibu mana yang tega dan tidak sedih jika anaknya sedang sekarat seperti ini. Seorang dokter keluar dari ICU, ia mengatakan kalau kak bayu sudah meninggal dunia. Mamanyapun langsung pingsan seketika. Aku juga langsung menghamburkan badanku kepelukan kak dzaky dan menangis di sana.
"Sudahlah, kita harus ikhlas. Dengan begini bayu tidak merasakan sakit lagi. " Kata kak dzaky sambil menepuk-nepuk kepalaku pelan, memberi ketenangan padaku.
"Ya, kak dzaky benar. Ini yang terbaik untuk kak bayu."
"Kamu di sini temani tante mona dulu aku akan urus administrasinya."
"Ya , cepatlah kembali."
"Oke sayangku."
__ADS_1