
Di sebuah caffe baru di daerah dipatiukur seorang kurir sedang mengantar surat.
"Dengan pak dzaky?"
"Ya saya sendiri."
"Ada surat pak, tolong tanda tangan di sini sebagai tanda terima."
"Oh,oke, di sini ya. Terima kasih ya pak."
"Sama-sama, permisi."
Dengan rasa penasaran yang bercokol di benaknya Dzaky bergegas membuka amplop itu tanpa membaca tulisan di depannya.
Jeeedddeeerrr. Tubuh Dzaky membeku, jantungnya seakan berhenti .Mungkin kalau tidak ada meja di belakangnya ia akan terjatuh ke lantai saking lemasnya.
"Tolong urus caffe hari ini, aku ada urusan ."
"Oke bro,aman." Jawab Leo sahabat sekaligus orang kepercayaannya di caffe.
Ya Allah,inikah hukuman yang engkau berikan padaku atas segala dosa yang ku lakukan selama ini. Kalau boleh aku meminta jangan pisahkan aku dengannya ya Allah,aku sangat mencintainya, maafkan aku yang selama ini hanya bisa menyakitinya.
Jeder ,jeder,jeder. Gemuruh petir dan derasnya guyuran hujan seakan menjadi jawaban atas doa yang dzaky ucapkan beberapa detik yang lalu. Namun keadaan itu tak membuat tekad dzaky kendor untuk tetap segera bertemu dan memohon ampun pada Cista.
__ADS_1
Surat gugatan perceraian yang di kirim oleh pengadilan beberapa waktu lalu membuat dzaky menjadi gila. Ia merasa begitu bodoh karena terlalu banyak melakukan kesalahan yang akhirnya membuat Cista kehabisan rasa sabar padanya.
Di sisi lain ,ia masih berharap kalau cista akan memberinya kesempatan lagi.
Mobil yang ia kendarai sudah masuk ke dalam gerbang warna hitam dengan tinggi dua meter, tampaklah rumah dengan perpaduan warna biru dan putih, warna kesukaan Cista.
Dzaky berlari ke dalam rumah, mencari keberadaan cista ke setiap sudut namun tidak ia temui, tinggal satu ruangan . Iapun bergegas ke kamar, nafasnya yang memburu perlahan menjadi normal karena ia merasa lega saat mendapati cista sedang berdiri di balkon, memandangi kebun belakang rumah yang penuh dengan pohon beraneka macam buah serta sebuah kolam renang.
Dzaky berjalan ke arahnya, merengkuh tubuhnya dari belakang ke dalam pelukannya. Menghirup aroma vanila yang terpapar di tubuh Cista, wangi yang sudah menjadi candunya, wangi yang selalu membuatnya rindu.
"Sayang."
"Hmm."
"Harusnya pertanyaan itu aku ucapkan untukmu mas, ke mana cinta yang dulu kau berikan untukku, ke mana dzaky yang selalu memperjuangkanku, ke mana segala curahan perhatian dan kasih sayang yang dulu kamu berikan?"
"Maafkan aku, aku mohon cabut gugatanmu, jangan tinggalkan aku."
"Lepaskan aku, jika kamu benar mencintaiku maka lepaskan aku, biarkan aku mencari kebahagianku sendiri, yang kini engkau renggut dan terganti dengan luka dan derita."
"Sayang jangan meminta itu dariku, aku tidak pernah memberikannya."
"Aku tau itu ,makanya aku mengajukan gugatan ke pangadilan. Mas, aku lelah untuk bertahan bersamamu di tengah luka ini. Aku mohon lepaskan aku, dengan begitu kamu juga akan terlepas dari dosa,dosa karena menyakiti batinku."
__ADS_1
"Apa dengan lepas dariku kamu akan bahagia?"
"Ya."
Dzaky terdiam, kemudian ia teringat nasehat dari orang-orang terdekat mereka mulai dari om herman,yusuf, bahkan mamanya. Mereka memintanya melepaskan cista agar cista bisa bahagia tak terluka lagi karena sikapku,karena luka yang ku beri. Ia diam ,matanya terpejam sambil terus memeluk cista menikmati situasi saat itu seakan esok ia tidak lagi dapat memeluknya.
"Baiklah. Cista putri handoyo dalam keadaan sadar dan tidak ada keterpaksaan sama sekali detik ini aku menceraikanmu, jatuhlah talakku untukmu." Ucapnya seraya membalikan badanku agar aku menghadap ke arahnya. Kami saling beradu pandang, air matanya menetes begitu deras membasih wajah kami,cinta itu masih jelas terlihat di mata, namun aku menepisnya karena lukaku lebih besar saat ini, cinta seakan tertutup oleh luka yang bertubi-tubi ia sematkan.
"Kamu puas sekarang?" Tanya dzaky pada cista yang masih terdiam di hadapannya.
"Terima kasih mas, bolehkah aku memelukmu untuk terakhir kali." Tanpa menunggu jawaban dari dzaky cista memeluk tubuh kekar di depannya, ia berjinjit dan menyatukan bibir mereka. Dzakypun membalas ciuman itu dengan penuh emosi, emosi yang tak dapat di jabarkan dengan kata. Cinta,rindu, kesedihan,sesal ,dan kehilangan semua rasa memenuhi emosi di jiwanya.
Ya dzakypun menyadari,ialah yang paling berslah di sini.
"Selamat tinggal, maaf atas segala luka yang ku beri. Aku mencintaimu,tolong jangan membenciku apalagi menghindariku, aku tidak akan sanggup untuk itu."
"Aku berjanji, aku akan tetap menjadi adik untukmu seperti dulu saat kita belum terikat oleh apapun."
"Aku pegang janjimu, aku pergi. " Dzaky melangkah keluar dari kamar. Cistapun berbalik memunggungi arah kepergian dzaky , air matanya masih saja menetes. Tiba-tiba dzaky kembali dan langsung menciumnya lagi selama bebarapa menit lalu ia berlari keluar dari rumah itu tanpa menengok kebelakang.
Cista mematung, ia meremas dadànya menangis hingga sesenggukan. "Selamat tinggal mas",batinnya.
(Bukankah ini yang kamu inginkan cista, jadi jangan berlarut dalam kesedihan, kamu harus melangkah maju, jalanmu masih panjang ke depannya, semangat. Percayalah pasti akan ada pelangi setelah hujan, akan ada bahagia setelah kesedihan)." Ucap cista pada diri sendiri setelah puas dengan menangis di bawah guyuran air sower.
__ADS_1