
Karina yang melihat anak buahnya kalah menjadi marah, ia meraih pisau kecil yang ia sembunyikan di balik rok pendeknya. Ia berjalan mendekati cista yang sedang melepaskan ikatan di tubuh hito dan calli, kemudian karina menarik cista menjauh dari sana dan berusaha menusukan pisau yang ia ambil tadi ke perut cista namun gagal karena cista berhasil merebut pisau itu kemudian membuangnya jauh lewat jendela terbuka di dekatnya.
Karina semakin marah, ia kembali meraih cista. Kali ini ia menarik hijab yang cista kenakan namun lagi-lagi ia gagal karena hanya cadarnya yang berhasil ia raih dan itu membuat ia berdiri kaku seperti patung karena terkejut melihat wajah tersembunyi cista yang cantik jelita.
Kenyataan bahwa cista begitu cantik membuat karina semakin murka, ia kemudian meraih pisau satu lagi di balik roknya dan tanpa menunggu lama ia menusukkan pisau itu ke arah dada cista .
DUUUUUGGG, suara orang terjatuh.
Jleebb. Suara tusukan menggema di sana.
Sayang. Teriak haris yang melihat cista terjatuh di lantai. Haris murka lalu dengan cepat ia menembakan beberapa pelurunya ke arah karina dan akhirnya karina tumbang dengan darah yang melumuri seluruh tubuhnya.
"Kak rian , bertahanlah. Masss ( cista berteriak memanggil suaminya) , mas kita bawa kak rian ke rumah sakit,kasihan mas."
"Bos." Panggil doni dengan suara yang lirih karena terkejut dengan keadaan yang ia lihat. Ia dan anak buahnya langsung menyusul haris masuk ke gedung begitu mendengar suara tembakan dan orang berkelahi.
"Don cepat bawa dia ke rumah sakit, selamatkan dia, aku berhutang nyawa padanya."
"Ti da k u sa h, ang gap sa ja i ni se ba gai ca ra un tuk ku me ne bus ke sa la han pa da cis ta du lu. Cis ta, ma af kan aku , ma af kan ju ga ma ma ku. Se mo ga ka mu se la lu ba ha gia. Se la mat ting gal." Rianpun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
"Siapa dia sayang?" Tanya haris yang sedang cemburu.
"Dia anak dari mantan istri ayah mas."
__ADS_1
"Oh jadi ini yang namanya rian."
"Ya mas."
Haris meraih cista dalam dekapannya. " Kenapa banyak sekali yang menginginkanmu sayang? Aku takut suatu hari nanti kamu meninggalkanku."
"Tidak akan mas, kamu segalanya untukku."
"Aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu mas."
"Hito , cilla."
Sementara cista sudah memeluk calli dengan tak hentinya menangis haru karena hito dan calii baik-baik saja.
"Don, antar pak nino ke rumah sakit, banyak luka di tubuh pak nino."
"Tidak apa mas haris, ini hanya luka memar, di kasih salep juga sembuh."
"Pokoknya pak nino harus ke rumah sakit." Kata cista dengan tegas.
"Baiklah ndu."
__ADS_1
"Terimakasih ya pak sudah melindungi anak-anak cista."
"Sama-sama ndu, mereka sudah bapak anggap cucu sendiri jadi bapak rela menukarnya dengan nyawa bapak."
"Makasih ya pak nino."
"Ya mas haris."
"Cepat don, bawa pak nino ke rumah sakit. Yang lain bantu polisi menyelesaikan yang disini."
"Baik bos."
"Mas surya, maafkan aku sudah menembak mba karina hingga tewas."
"Tidak apa haris, mas mengerti dia memang keterlaluan. Mas juga terpaksa menikah dengannya ris, tau sendiri pak de mu bagaimana. Beliau selalu memaksa mas untuk menikah padahal mas masih dalam pencarian hingga kini."
"Sekali lagi maafin haris ya mas."
"Ya ris, ngga masalah. Aku justru senang bisa lepas dari perempuan seperti karina."
"Mas surya benar - benar ya, ngga ada sedih- sedihnya istri tewas."
"Ngga, aku justru merasa lega dan senang, hehehehe."
__ADS_1
"Dasar, ya sudah ayo kita pulang."