
"Mau ke mana dulu sayang?" Tanya haris pada cista.
"Mmmmm ke mana ya mas?"
"Terserah kamu sayang,mas ngikut saja."
"Ya sudah kita muter-muter dulu deh nyari sayur dan yang lainnya."
"Oke. Ayo sayang. Hito mau gendong?"
"Ngga ah mau jalan aja papah, hito kan sudah besar." Jawab hito sambil membanggakan dirinya.
"Oke. Anak pintar."
Keluarga kecil itu membuat semua orang yang melihatnya merasa iri. Istri cantik walau hanya terlihat matanya, suami ganteng dan anak yang ganteng juga. Keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Senyum ceria, tawa riang selalu terdengar oleh orang setiap mereka lewat.
Mereka menghabiskan hari minggu itu penuh suka cita. Berbelanja untuk kebutuhan rumah tangga, wisata kuliner dan menemani hito bermain ikan-ikan kecil, mobil mini serta motor mini. Sedangkan cista hanya melihat sambil berolahraga mulut. Mulutnya tak henti mengunyah makanan yang beraneka ragam.
Cistapun merasa heran dengan dirinya sendiri yang akhir-akhir ini jadi doyan makan. Padahal biasanya ia sangat menjaga pola makannya demi keseimbangan berat badannya.
"Sayang, makan apa?"
"Batagor, mas mau? Ada seblak juga lho. Tadi aku beli semua menu satu porsi satu porsi,hehehe."
"Kamu laper sayang, beli jajan sebanyak itu?"
"Hmmm ngga tau , pengennya ngunyah terus. Karena aku ngiler lihat semua menu ini jadi we pesan semua. Maaf ya mas."
" kenapa minta maaf sayang, mas justru seneng kalau kamu makan banyak."
"Nanti kalau aku gendut mas berpaling ngga?"
"Ngga dong, kita akan menua bersama dan saling menemani menanti ajal kita . Ngomong-ngomong bulan ini sayang udah dapat tamu bulanan belum?"
"Sekarang tanggal berapa mas?" Cista tampak berfikir.
"Nanti kita ke rumah sakit ya." Kata haris kala melihat raut wajah cista yang tampak bingung namun penuh harap.
"Ya , semoga saja bulan ini bukan cuma telat biasa ya mas."
"Amin. Ya sudah teruskan lagi makannya mas mau nyamperin hito lagi ya."
"Ya mas, tapi di sini udah panas nih."
"Ayo mas bantuin mindahin ini semua ke tempat yang lebih teduh."
"Makasih ya mas."
"Ya sayang."
Kita beralih ke Dzaky ya pemirsa. Dzaky tampak sedang berjalan ke arah toilet di sebuah caffe. Caffe miliknya yang sedang hits di kalangan anak muda di daerah itu.
"Dzaky."
"Hmmm."
"Kamu pulang ke kampung?"
"Ya."
__ADS_1
"Hito ikut?"
"Hito bersama cista di bandung."
"Yaaahhh padahal aku kangen dengan anak kita."
"Temui saja di bandung. Aku permisi."
"Tunggu dzak."
"Apa lagi?"
"Ini caffe kamu?"
"Ya."
"Berarti kamu kenal suamiku?"
"Kenal."
"Oh. Dzak kamu tambah ganteng ya."
"Terima kasih."
"Dzak balikan yuk?"
"Maaf aku tidak bisa, cintaku hanya untuk cista."
"Halah jangan sok suci deh dzak, dulu aja kamu banyak cewenya dan tukang selingkuh."
"Itu dulu bukan sekarang. Aku pergi."
Dzaky terus melangkah keluar dari caffe itu tanpa menghiaraukan panggilan dari hesti ibu kandung dari hito, dzaky berniat untuk pulang ke rumahnya karena hari sudah petang.
"Malam ma."
"Hai dzak, buru bersihkan dirimu lalu makan malam."
"Hmm. Mama kenapa kelihatan bahagia banget ?"
"Mama mau punya cucu lagi dzak, ya bahagia dong."
"Maksudnya?"
"Cista hamil dzak, mama bahagia sekali."
"Tapi itu bukan anakku mah, jadi itu bukan cucu mama." Kata dzaky dengan sedikit berteriak.
"Cista itu putri mama dzak, sampai kapanpun dia akan menjadi putri mama, jadi itu cucu mama. Ngga usah emosi gitu deh, salah kamu sendiri yang ngga bisa menjaga sebuah komitmen."
"Sudahlah aku males berdebat sama mama."
"Terserah."
Dzaky naik ke kamarnya, hatinya begitu ngilu mendengar kalau cista hamil. Kenapa dulu saat menjadi istrinya cista susah hamil tapi sekarang saat menjadi istri orang lain dalam waktu singkat ia sudah hamil.
Hatinya begitu sakit, namun kembali lagi bahwa sesal itu tiada guna saat ini. Dzaky hanya bisa berdoa semoga cista selalu bahagia, walau jujur di dasar hatinya ia ingin sekali bisa kembali bersama cista suatu hari nanti.
Kembali ke cista yang tengah berbahagia.
__ADS_1
Setelah puas berada di pasar kaget, haris mengajak cista ke dokter kandungan untuk memastikan dugaannya.
" Mas nanti kalau hasilnya tak sesuai harapan kita gimana?"
"Ya usaha lagi dong sayang. Mau usaha setiap hari juga hayooo sayang."
"Itu si mau kamu mas."
"Tapi kamu suka kan sayang?"
"Hehehee, suka mas, suka sekali, hihihi."
"Dasar."
"Hai ris,ini dokter chika, dokter kandungan yang gue rekomendasiin ke lu." Kata toni saat haris baru saja sampai di lobi rumah sakit. Rupanya toni sudah menanti kedatangannya,temannya itu rela menunggu di lobi selama setengah jam hanya untuk menemuinya.
"Makasih ya ton."
"Sip, gue balik tugas dulu ya. "
"Selamat siang pak haris, bu cista mari kita langsung ke ruangan saya."
"Baik dokter."
Sesampainya di ruangan dokter chika.
"Bu cista kapan terakhir anda datang bulan?"
"Lupa dokter, maaf, soalnya memang kurang teratur,hehehe."
"Baiklah kalau begitu , coba bu cista buang air kecil dulu, itu toiletnya."
"Baik dokter."
Cista keluar dari toilet, lalu dokter chika memasukan alat tes kehamilan ke dalam urin yang telah cista tampung ke dalam wadah kecil.
"Waaaahh sepertinya memang bu cista sedang hamil, untuk memastikannya mari kita lakukan usg ya."
"Baik dokter."
"Lihatlah pak,bu. Ini janinnya, usianya baru tiga minggu. Selamat ya, tolong di jaga baik-baik."
"Ya dok terima kasih."
"Sayang kamu hamil, maksih ya, aku janji akan menjaga kalian dengan sangat baik."
Cista hanya menangis, ia begitu bahagia karena akhirnya dia bisa hamil.
"Ini resep vitamin dan penambah darah pak, tolong di tebus di apotek ya."
"Ya dok, maksih ya."
"Sama-sama kita bertemu lagi bulan depan ya. Nah ini buku yang harus bu cista bawa setiap kali kontrol."
"Ya dok, terima kasih. Permisi."
"Silahkan, hati-hati di jalan."
Merekapun pulang, selama perjalanan cista terus saja menangis, tangis bahagia karena ia bisa hamil setelah dulu sempat keguguran bahkan sempat di vonis sulit hamil lagi. Tapi Allah memang selalu baik, ia memberi di waktu yang tepat yaitu saat ia menjadi istri seorang haris. Laki-laki tampan penuh kasih sayang dan bertanggung jawab.
__ADS_1
Sampainya di rumah cista langsung mengajak haris untuk shalat dzuhur berjamaah, ia ingin segera sujud syukur atas segala kebahagiaan yang ia rasakan. Setelah itu ia mengabarkan kabar bahagia itu pada seluruh keluarga mereka,termasuk orang tua dzaky yang sudah di anggap seperti orang tua kandung cista. Seluruh keluargapun sangat bahagia dan mendoakan kesehatan cista dan calon keluarga baru mereka yang akan launching kurang lebih 8 bulan lagi.