Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
93


__ADS_3

Setelah menanti sembilan bulan, kini waktunya cista melahirkan. Dari tadi pagi ia mulai merasakan sakit dan mulas di perutnya yang kian kemari kian intens,jadi ia memutuskan untuk menelpon suaminya yang sedang bekerja agar segera menyusulnya ke rumah sakit. Sementara dirinya sudah berada di dalam mobil bersama pak nino menuju ke rumah sakit yang ia tadi sebutkan pada sang suami.


Ia juga tak lupa meminta tolong pada kak clara untuk menjemput hito di sekolah karena hari itu jadwalnya hito les bahasa inggris jadi pulang sekolahnya sore hari.


Ia juga tak lupa memberi perintah pada tangan kanannya untuk mengurus usahanya selama ia melahirkan sampai masa pemulihan nanti.


Sesampainya di rumah sakit rupanya haris sudah menunggunya di lobi bersama dokter dan beberapa perawat. Katanya ia kebetulan sedang berada di dekat rumah sakit jadi ketika cista mengabari ia langsung menuju rumah sakit dan mendaftar sekaligus meminta tolong pada temannya agar meminta dokter kandungan stand by di lobi.


Setelah di cek oleh dokter ternyata baru pembukaan 8 jadi ia harus menunggu beberapa saat lagi.


Cista harus berjuang kurang lebih setengah jam hingga akhirnya suara tangis bayi menggema di ruangan itu. Seorang bayi perempuan yang cantik jelita dengan nayanikanya yang menduplikat mata sang ibu.


Sambil menunggu cista di jahit ,harispun mengadzani sang putri. Ia begitu takjub melihat kecantikan yang putrinya miliki, dalam hatinya ia bertekad akan selalu menjaga sang putri dengan segenap jiwa dan raganya. ( Sudah mulai terlihat posesifnya sang ayah).


Satu jam kemudian cista di pindahkan ke ruang rawat untuk observasi berikutnya sebelum di putuskan boleh pulang atau harus rawat inap.


Enam jam berikutnya cistapun di perbolehkan untuk pulang. Haris mendorong kursi roda istrinya menuju tempat parkir sementara sang putri berada di gendongan ibunya dengan mata terpejam karena tidur.


Saat sampai di halaman rumah mereka sudah di sambut seluruh keluarganya,bahkan ayahnya sudah dalam perjalanan menuju bandung ia begitu antusias melihat cucu barunya. Dzaky dan kedua orang tuanyapun turut serta bersama ayahnya .


"Sayang, kalian sudah sampai." Kata kak clara yang langsung menghampiri mobil. "Biar kakak yang gendong kamu urus istrimu. " lanjutnya yang ditujukan pada haris.


"Terima kasih kakakku yang cantik." Jawab haris sembari menggoda kakak pertama istrinya itu.


"Aku tau ris, kamu pikir kecantikan istrimu itu darimana asalnya? Dari aku lah,hehehehe."


"Gendong cista ke kamar langsung ris." Kata kak yahya."

__ADS_1


"Oke mas."


"Wah putri bude cantik sekali yah." Kata kak clara saat bayi mungil itu sidah ada digendongannya.


" Hallo hay kamarnya sudah siap nih,jeng jeng jeng gimana kalian suka ngga?" Kata kak citra yang baru selesai menata kamar .


"Waaaahhh makasih kakak-kakakku. I love you." Kata cista yang senang dengan dekorasi kamarnya yang baru.


" Istirahatlah sayang."


"Tapi kalian nginep kan kak."


"Tentu dong, kami akan menginap beberapa hari, tenang saja."


"Mas putri kita belum di kasih nama lho." Tanya cista pada haris.


"Aku suka namanya mas. "


"Istirahatlah supaya kualitas asimu bagus, jangan sampai kelelahan. Mas ke depan dulu menemui yang lain." Kata haris saat yang lain sudah turun ke lantai bawah dengan membawa sang putri agar cista bisa iatirahat.


"Ya mas, tapi jangan lama ya, temani aku di sini."


"Oke sayang."


Harispun turun ke langai bawah di mana keluarga berada. Ia begitu bahagia karena semua orang sangat menyayangi putrinya.


"Semoga kamu selalu di limpahi kasih sayang dan cinta dari orang di sekelilingmu nak." Ucap haris dalam hati saat melihat selurih keluarganya berkumpul sembari mengelilingi putrinya yang ditidurkan di atas kasur di ruang keluarga.

__ADS_1


"Ris cista tidur?" tanya mamanya yang mungkin belum lama tiba di rumahnya.


"Belum ma, mama baru datang?"


"Ya,mama sama papa nemuin cista dulu mumpung dia belum tidur."


"Ya ma."


"Ris, suapin cista makan, kakak tadi sudah masak banyak, sekalian kamu juga makan jangan sampai telat. Kamu harus selalu sehat untuk anak dan istrimu."


"Baik kak, yang lain udah makan belum?"


"Ini mau pada makan. Kamu makan di kamar saja nemenin cista."


"Oke."


"Mau ngapain ris?"


"Ambil piring kak,katanya suruh makan."


"Ini tinggal di bawa ke kamar,sudah kakak siapin."


"Oh , ngga lihat kak,hehehe."


"Udah sana ke atas keburu cistanya tidur nanti."


"Makasih ya kak,hehehe."

__ADS_1


"👌."


__ADS_2