Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
63


__ADS_3

Hari putusanpun tiba, cista maupun dzaky sepakat untuk mendatangi sidang tersebut, mereka ingin tetap berhubungan baik walaupun status mereka bukanlah suami istri lagi.


Pagi itu setelah mengantar Hito ke sekolah cista bergegas pergi ke pengadilan agama.


"Ghandi loe tunggu gue di depan ya jangan masuk dulu." Kata cista pada teman sekaligus pengacaranya.


"Ya cis tenang aja, gue juga mau sarapan dulu bareng istri gue, tadi kami bangun kesiangan jadi belum sempat sarapan."


"Oke deh, 30 menit lagi aku sampai kalau macetnya ngga parah."


"Santai aja, jangan ngebut. Hati-hati."


"Hmmm, makasih ya ghan."


Tiba di gerbang pengadilan tanpa sengaja cista menytempet mobil lain yang datang dari arah berlawanan. " Aduh mampus gue." Batin cista .


Cistapun langsung keluar dari dalam mobil karena ingin minta maaf pada pemilik mobil itu karena keteledorannya. Begitupun dengan pemilik mobil itu yang langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri cista.


"Maaf mba saya ngga sengaja, soalnya buru-buru."


"Saya juga minta maaf ya mas. Saya juga buru-buru." Jawabku sambil memberanikan diri untuk menatap wajahnya.


"Lho cista."


"Eh mas haris."


"Kamu ngapain di sini."


"Mau sidang mas, aku bercerai dengan suamiku."


"Oh begitu."


"Mas haris sendiri ngapain?"


"Sama cis, aku juga menghadiri sidang perceraianku."


"Oh. Ini kartu namaku mas biar nanti biaya kerusakannya aku yang tanggung."

__ADS_1


"Oke, aku terima kertu namanya. Tapi mobil kamu kan juga lecet jadi bagaimana kalau kita memperbaikinya sama-sama saja."


"Gimana ya mas, baiklah kirimkan saja alamat bengkelnya. Nanti kalau aku tidak bisa datang aku suruh sopirku untuk datang."


"Oh ya ya tidak masalah." ( Padahal kan aku ingin jumpa lagi cis, kenapa bukan kamu saja yang datang). Lanjut haris dalam hati.


"Mari mas aku masuk dulu."


"Oh ya, mari -mari."


Sesampainya di depan ruang sidang aku di hadang oleh sita.


"Pagi cista."


"Pagi sita, apa kabar?"


"Aku baik. Kamu sendiri apa kabar?"


"Kabarku baik, bagaimana kandunganmu baik bukan?"


"Alhamdulillah baik. Cista kamu yakin akan bercerai dari dzaky?"


"Tapi sejak kamu mengajukan cerai dzaky berubah cis, tak lagi seperti dulu."


"Berubah bagaimana?"


"Dzaky tak seceria dulu,dia selalu murung. Cista aku minta maaf karena hadir di antara kalian, biar aku saja yang mengalah dan pergi dari kehidupan kalian, kembalilah pada dzaky."


"Sita, aku sudah tidak bisa mempercayainya. Percuma saja jika aku kembali bersamanya sementara pondasi dalam rumah tangga kami telah hancur. Aku tetap pada pendirianku, aku ingin berpisah. Maaf aku harus segera masuk."


"Baiklah.Semoga kamu selalu bahagia."


"Kamu juga, semoga kamu selalu sehat dan bahagia."


"Itu tadi istri kedua dzaky cis?"


"Ya ghan."

__ADS_1


"Padahal kalah jauh dari lu, dzaky buta apa ya? Cantikan juga lu,pinteran juga lu, sopan dan ramah, selalu nutup aurat setelah menikah. Bodoh banget si dzaky."


"Hus ngga boleh ngomong gitu ah. Udah ayo masuk."


"Oke bos." Jawab ghandi dan istrinya serempak.


"Dasar suami istri stres." Kata cista yang di jawab dengan tawa oleh sepasang suami istri pengacara itu.


"Selamat pagi mas dzaky."


"Pagi cis, kamu sehat?"


"Hmmm aku sehat. Mama ,papa, dan ayah akan datang sore nanti mas ada waktu untuk menemui mereka?"


"Ya, nanti aku akan datang."


Sidang putusanpun usai, aku dengan lapang dada melepas suamiku untuk dimiliki seutuhnya oleh maduku.


"Selamat tinggal mas dzaky, kamu memberiku banyak pelajaran dalam hidup, kamu juga memberiku banyak cinta dan kasih sayang, kamu juga yang memberiku luka. Terima kasih atas segala yang kamu beri, kini kita sudah tak lagi saling memiliki , yang ada hanya kamu dan aku. Aku akan selalu mendoakan kebaikan untukmu, semoga kamu bisa berubah menjadi lebih baik, semoga kamu bisa menemukan kebahagianmu. Sekali lagi terimakasih dan maaf bila selama menjadi istrimu aku belum bisa menjadi istri yang baik seperti harapanmu. Aku pulang dulu mas."


"Cista tunggu." Dzaky berlari mengejar cista ke parkiran, ia memeluknya dengan erat , aksinya itu menjadi tontanan banyak orang di sana termasuk sita.


"Maaf mas, tolong lepaskan, kamu bukan lagi suamiku dan aku haramkan tubuhku untukmu. Penyesalanmu kini tak ada guna, aku tak dapat lagi memberimu kesempatan, maaf aku harus pulang ."


Dzaky menjatuhkan dirinya ke tanah ia menangis sejadi-jadinya melihat cista semakin berjalan menjauh darinya.


"Berdirilah bro, percuma kamu menangis. Kalau kamu mencintainya maka perjuangkan bukan menangisinya seperti ini."


"Percuma, kesabarannya sudah habis untukku, berulang kali ia memberiku kesempatan untuk memperbaiki segalanya tapi berulang kali pula aku menyia-nyiakannya. Kali ini aku benar -benar kehilangan dia."


"Maka jadikan ini sebagai pelajaran berharga untuk hidupmu,kalau kesabaran seseorang ada batasnya. Bangunlah, dan bangkitlah dari keterpurukanmu. Aku permisi."


Harispun meninggalkan dzaky yang masih terduduk tak berdaya di atas tanah dengan uraian air matanya yang tak henti mengalir.


Kebetulan Haris juga ada di tempat yang sama saat dzaky berhambur memeluk cista di hadapan banyak orang tadi, jadi ia bisa melihat dan mendengar semuanya. Haris menjadi semakin ingin dekat dan mengenal cista lebih jauh lagi sejak melihat ketegasan cista pada dzaky tadi. Ia merasa sosok seperti cistalah yang ia butuhkan sebagai seorang istri.


Sejak pertemuannya dengan cista di supermarket tempo hari ia tidak bisa menghempaskan bayang-bayang cista dari pikiran dan hatinya. Ia seperti menemukan oase di tengah gurun pasir. Sangat menyejukan jiwa dan raganya.

__ADS_1


Jeng jeng jeng, drama kehidupan apa yang akàn cista perankan selanjutnya, masih author pikirkan.


__ADS_2