Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
55


__ADS_3

"Astagfirulloh, kenapa ngga ucap salam mas?" Tanyaku kaget karena tiba-tiba suamiku sudah berada di belakangku, mengukung tubuhku dari belakang ketika aku sedang melamun sambil mengeringkan rambutku di depan cermin.


"Aku sudah mengucap salam dan memencet bel tapi tidak ada jawaban, daripada lama menunggu aku langsung masuk menggunakan kunci cadangan."


"Oh."


"Hanya oh?"


Aku diam menundukan kepalaku. Rasa bimbang mulai kembali melanda. Sambil terus melanjutkan kegiatanku menggunakan skincare malam.


"Sampai kapan kamu mendiamkanku seperti ini. Sudah lebih dari sebulan cista."


"Sampai aku bisa berdamai dengan diriku sendiri."


"Kapan waktu itu tiba? Apa kamu tidak merindukanku?"


Aku kembali termenung. Aku akui, aku sangat merindukannya tapi rasa kecewa seakan menutupi rasa rindu itu.


Aku melepas pelukannya dan berjalan ke arah ranjang namun langkahku terhenti , ia kembali memelukku, kini pelukannya semakin erat. Nafasnya beratnya menyapu kulitku membuatku menghangat dan mulai hilang akal.


Tubuhku kembali berkhianat pada hati dan pikiranku, aku mulai tak bisa mengendalikan diriku ketika ia mulai mengecup punggungku. Pikiranku ingin menolak segala keintiman yang ia ciptakan tapi tubuhku menginginkannya.

__ADS_1


"Aku merindukanmu sayang !" Katanya dengan nafas yang semakin berat karena telah di kuasai gairah.


"Benarkah?" Jawabku tak percaya.


"Aku sangat merindukanmu."


"Bukankah kamu sudah bahagia dengan istri mudamu. Kamu bahkan tertawa riang bersamanya, kamu begitu memanjakannya. Lalu dari sisi mana kamu merindukanku?"


"Maafkan aku."


"Mari kita berpisah mas, aku lelah. Ini adalah batas kesanggupanku."


"Maaf mas aku meragukanmu, saat ini perceraian adalah pilihan terbaik untuk kita."


"Cista berhenti meminta itu dariku, sampai kapanpun aku tidak akan mengabulkannya. Kamu istriku selamanya akan menjadi istriku.( Katanya dengan suara lantang dan meninggi). Bertahanlah denganku, aku mohon. Aku akan menceraikan dia, kamu akan jadi satu-satunya kembali. Aku mohon berikan aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku."


"Aku tidak yakin mas, mungkin saja suatu hari nanti kamu mengulanginya, lalu aku harus bagaimana?"


"Jika aku mengulanginya, maka kamu boleh meninggalkanku saat itu."


Aku berfikir beberapa saat sambil memejamkan mataku, lalu berucap dalam hati( Bismillah). "Baiklah, aku akan memberimu kesempatan kali ini." Jawabku .

__ADS_1


Cup. Dia mendaratkan bibirnya ke atas bibirku. Aku melotot karena mendapat serangan mendadak. Kecupannya berubah menjadi lu***** semakin lama semakin panas. Ia menggiringku ke ranjang, merebahkan tubuhku di atas ranjang itu kemudian iapun menindih tubuhku.


Malam itupun kamipun menyatu setelah sebulan lebih berpuasa dan saling memendam rindu karena keegoisanku,mungkin.


Aku membalas setiap sentuhan dan cumbuannya. Aku tidak bisa lagi membendung rasa rindu yang kian menyiksa.


Kabut gairah membuat kami semakin bersemangat menyalurkan rasa rindu , gelora cinta yang sempat layu itu kini kembali segar memancarkan keindahan dan harum semerbaknya.


Malam sunyi di luar sana seakan kontras dengan keadaan di dalam kamar kami. Suara merdu desahan yang keluar dari mulut kami seakan menjadi bukti betapa kami begitu menikmati ibadah yang tengah kami lakukan,hihihi.


Peluh yang bercucuran juga menjadi bukti betapa panasnya olahraga yang kami lakukan di malam hari itu.


Rindu yang kami tumpuk selama ini tersalurkan dengan begitu dahsyatnya. Seperti mendapat doorprise miliaran rupiah mungkin, hehehe.


"Aaahhhhh." Erangan panjang itu menandakan bahwa kami telah mencapai puncaknya. Puncak yang kesekian kalinya. Rasa lelah yang mendera membuat mas dzaky tumbang dan merebahkan tubuhnya di sampingku.


"Terima kasih sayang ,kamu yang terbaik." Katanya sambil mengecup keningku. Ia meraih tubuhku ke dalam pelukannya, menenggelamkan wajahku ke dada bidangnya.


Aroma tubuh yang selama ini ku rindukan kini bisa kuhirup lagi, akupun bisa tertidur dengan cepat dan nyenyak.


Sebelum aku benar-benar tertidur aku sempat berdoa dalam hati. "( Ya Allah kirimkanlah padaku seorang malaikat kecil yang soleh atau solehah. Amin.)"

__ADS_1


__ADS_2