
Dua minggu berlalu, aku sudah menerima hasil kelulusanku. Bahkan tadi saat di sekolah ada tamu penting untukku. Mereka perwakilàn dari Universitas X, mereka ingin memberiku beasiswa untuk berkuliah di sana hingga jenjang S2. Akupun menyetujuinya tanpa berpikir panjang, karena menurutku ini kesempatan langka yang banyak orang harapakan. So, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.
Aku selalu bersyukur karena Allah selalu mempermudah jalanku untuk meraih cita-citaku. Seperti saat ini, aku berhasil menjadi lulusan terbaik di provinsi dan langsung di terima di universitas yang aku inginkan bahkan dengan beasiswa. Dua bulan yang akan datang aku akan mulai berkuliah, waaaaahhhhh senang sekali aku naik tingkat lagi menjadi seorang mahasiswa,hehehe.
*********
Menjelanghari pernikahan kak citra aku pulang ke Banyumas bersama mas rei dan kak dzaky karena mobil kak clara penuh dengan barang-barang yang ia beli untuk keperluan hajatan nanti yang mungkin tidak bisa di dapat di Banyumas.
"Mas,sarapan dulu yuk. cista lapar nih." Kataku dengan nada manja pada mas reihan.
"Makanya jadi cewe jangan suka tidur." Ejek kak dzaky padaku.
"Biarin weee."
"Sudah-sudah berhenti bertengkar, kalian itu kalau bertemu selalu berantem. Sarapan apa kita?"
"Apa saja mas."
"Dzak, turun beli beberapa kue atau gorengan." Perintah mas rei saat kami tiba di salah satu pasa tradisional.
"Ya elah kak masa aku yang turun, cista saja deh."
"Dzak,buru."
"Ya ya ya." (Ngrepotin banget si cis, untung aku cinta kalau ngga sudah aku tampar tuh muka). Batinku.
"Cista, kamu kan sudah lulus, jadi kita akan bertunangan secepatnya, kamu mau?"
__ADS_1
"Ya kak cista mau."
"Terima kasih."
"Mas rei, berhenti mengucapkan terima kasih."
"Baiklah sayangku."
Cup,tiba -tiba sebuah kecupan mendarat di bibirku , kecupan yang perlahan menjadi ciuman hangat di pagi hari, sarapan pagi yang membuat jantungku berpacu lebih cepat daripada habis lari marathon, hehehe.
"Ya, elah. Aku di suruh keliling pasar nyari sarapan , kalian disini justru sarapan yang lain. Menyebalkan sekali." Kata kak dzaky yang mengagetkan kami di sela-sela ciuman itu.
"Ganggu banget si de."
"Santai kak, aku ngga iri kok, silahkan lanjutkan, aku mau lihat nih. Kayaknya asyik liat ciuman live di depan mata."
"Kebiasaan ini bocah main nampol saja." Kata kak dzaky dengan sedikit membentak.
"Biarin."
"Awas ya kalau jadi istriku bakal aku hajar kamu."
"Ngga ada yang mau jadi istrimu. Aku mau jadi istrinya mas rei, weeee."
"Sudahlah berhenti bertengkar."
Perjalanan kamipun sangat menyenangkan, banyak perdebatan antara aku dan kak dzaky yang akhirnya di tengahi oleh mas rei. Entahlah aku sangat senang berdebat dengannya, padahal jika aku bersama mas rei tidak pernah berdebat sama sekali karena mas rei selalu menuruti semua yang aku mau, kalau aku salah dia akan langsung mengingatkan dengan lembut. Mereka adalah kakak beradik yang sangat berbeda.
__ADS_1
Menjelang sore kamipun sampai, bahkan mas rei dan kak dzaky menginap di rumah. Kata ayah supaya tidak bolak balik karena esok juga akan menghadiri pernikahan kak citra.
Malam hari aku sedang menatap bintang di jendela, menikmati angin malam yang dingin menusuk tulang. Aku merasakan sebuah tangan memelukku dari belakang. Aku hafal aroma tubuh ini, aku yakin itu mas rei.
"Mas rei, kenapa masuk ke kamarku?"
"Husssttt, diam nanti ketahuan. Kenapa belum tidur?"
"Aku belum mengantuk, apa semua sudah tidur?"
"Mungkin, soalnya di dalam rumah sepi, diluar baru ramai karena sedang membuat dekorasi buat besok."
"Mas tidak ikut di luar?"
"Malas ah, mending di sini.Aku mau kita tidur bersama."
"Kita belum menikah mas, lagian aku masih kecil tau."
"Aku hanya ingin tidur bersama, jangan berfikir macam-macam. Aku tidak akan menyentuhmu sebelum kita halal, kecuali peluk dan cium. hehehe."
"Kamu laki-laki baik mas, pasti banyak yang menyukaimu."
"Tapi aku hanya mencintaimu, aku tidak peduli berapa banyak wanita yang menyukaiku."
"Terimakasih, semoga mas rei tidak lelah menungguku. Aku berjanji akan menyelesaikan kuliahku dengan cepat."
"Ya sayang. Kemarilah kita tidur."
__ADS_1
Malam itupun aku tidur bersamanya,"Hanya tidur bersama ya catat."