Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
42


__ADS_3

Sampailah kami di pantai pengandaran,salah satu pantai di pesisir selatan pulau jawa. Pantai dengan pesona alamnya yang indah,pasirnya yang hitam air laut yang kecoklatan khas laut tentunya. Ombaknya yang bergulung tinggi serta anginnya yang kencang menambah kesejukan siang ini. Cuaca yang sangat pas untuk menikmati makanan berkuah yang pedas, hehehe. Maklum aku pecinta makanan pedas, bahkan bisa di bilang penyuka berbagai macam street food seperti mie ayam,bakso,batagor,siomay , seblak, soto pokoknya yang segar-segar , enak dan nikmat di lidah, hahaha.


"Sayang,kamu mau makan apa?" Tanya suamiku. Hehehe, udah punya suami gue gyus...


"Makan yang enak lah mas."Jawabku dengan nada manja.


"Makan makanan sehat ya sayang."


"Makan sehat tuh kalau di rumah mas, kalau di luar tuh waktunya buat jajan, makan yang enak, hehehe."


"Dasar. Ya sudah ,ayo kita cari yang kamu mau."


"Ayo sayang." Aku menggandeng lengannya dengan mesra, tak jarang ku senderkan kepalaku ke bahunya saat berjalan. (Aduh duh duh manja bener penganten baru.)


Akhirnya kami memutuskan untuk memesan beberapa menu. Bakso satu porsi, mie ayam satu porsi, batagor satu porsi, seblak satu porsi, dan bakso aci satu porsi, sedangkan minumnya dua gelas susu hangat dan dua air mineral merk Aq**, biar otak kita jernih guys. Semua menu itu akan kami makan berdua,hehehe.


Setelah puas memakan semuanya kamipun berjalan menyusuri pantai, tapi jangan lupa di bayar dulu makanannya, kalau ngga bayar yang ada jadi buronan yang punya warung atau suruh cuci piring hehehe.


Sembari menyusuri pantai mas dzaky memutar lagu di ponselnya, lagu-lagu romantis. Genre yang menjadi favoritku , maklum aku orangnya perasa jadi sukanya yang romance,hihihi.


***Berjalan di tepi pantai


tertiup angin berhembus


sejukkan hati damaikan diri


melihat biru


bersama tlah di lewati


bersama tlah di jalani

__ADS_1


aku di sini kan bersamamu


tlah ikat janji


hidupku kan damaikan hatimu


diriku kan slalu menjagamu


izinkan ku slalu bersamamu


kasihku padamu


tlah ku berikan semua


tlah ku rasakan bersama


sampai terhenti nafasku ini


hidupku kan damaikan hatimu


diriku kan slalu bersamamu


izinkan ku slalu bersamamu


kasihku padamu***


"sayang kamu kenapa?"


"Tidak apa-apa mas, hanya panas , takut gosong." Jawabku berbohong. Padahal aku sedang teringat mas reihan. Bagaimanapun aku tidak bisa membohongi hatiku, di dalam sana masih tetap tertanam dengan kokoh nama mas rei.


"Kita cari tempat yang teduh."

__ADS_1


"Hmmm."


"Aku tau , kamu sedang mengingat kenanganmu bersama kak rei."Kata dzaki di dalam hati.


"Sayang aku berjanji akan selalu memberimu kebahagian."


"Jangan banyak berjanji aku tidak membutuhkannya. Yang aku butuhkan adalah sikapmu."


"Oke baiklah." Mas dzaky memandangku sambil tersenyum manis. Pandangan penuh kekaguman, dan cinta, aku yang terhipnotis oleh pandangannyapun membalas menatapnya dalam. Mas dzaky menarik daguku, mendekatkan wajahnya. Terjadilah ci****n di pinggir pantai, ahhhhh so sweet banget sih.


"Semoga kebahagian ini akan selamanya, semoga hanya maut yang akan memisahkan kita mas." Ucapku dalam hati.


Ia selalu bisa membuatku hilang akal dengan kemesumannya. Tapi saat aku sadar bahwa ini di tempat umum, aku melepas ciuaman itu. "Mas ini tempat umum."


"Maaf sayang terbawa suasana,hehehe. Suasana romantis, mendukung banget buat mesra-mesra, apalagi sudah halal."


"Emang dasarnya kamu mesum."


"Habisnya bibir kamu membuat candu sayang, lagi ya. Anggap saja ngga ada orang, hehehe. "


"Ngga ah malu."


"Ah, sayang lagi ya."


"Nanti di grebeg mas."


"Tunjukin buku nikah kita , aman kan."


"Maaaassss." Kataku sambil menatapnya penuh intimidasi.


" Baiklah sayang, habislah kamu nanti kalau sudah sampai rumah." Lanjutnya sedikit berbisik di samping telingaku,yang ku balas dengan lirikan sinis.

__ADS_1


Tak lama akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Bandung karena mas dzaky mengeluarkan sejuta jurus merayunya. Ia ingin segera tiba di rumah dan menagih janjiku untuk melayaninya di atas ranjang. Ia benar-benar tidak sabar untuk melakukan malam pertama. Haaaah membayangkannya saja sudah membuat jantungku mau copot, mau menolak dosa ,ya kan. Ngga nolak gugup,takut campur aduk pokoknya. Tapi cepat atau lambat pada akhirnya juga kami akan melakukannya,jadi, PASRAH saja lah, wkwkwkwkwk.


__ADS_2