
Cinta memang penuh misteri,datangnya tak pasti dan mengusik hati.
Cinta adalah rasa yang agung pemberian sang pencipta namun keagungannya mampu meluluh lantahkan setiap insan. Luluh lantah karena rasa bahagia bahkan menderita.
Pernahkah kalian merasakannya, bagian mana yang telah kalian rasakan? Bahagia ataukah menderita?
Akankah Calli maupun Hito merasakannya juga? Authorpun masih bingung akan membawa kisah mereka kemana, hehehehe.
Di sebuah rumah sederhana tinggallah seorang remaja laki-laki yang beranjak dewasa. Ia seorang mahasiswa di sebuah universitas di Bandung. Tepatnya dia adalah senior Calli . Beberapa kali bertemu dengan Calli mampu membuat hati pemuda itu luluh lantah. Perasaanya menjadi tak karuan, ada rindu ada sesak yang memenuhi rongga dadanya.
Rindu ingin selalu melihat pujaan hatinya , sesak karena ia belum berani mengatakan perasaan cintanya pada Calli. Ya, pemuda itu jatuh cinta pada Calli sejak pertama bertemu beberapa waktu lalu.
Ia adalah Vano. Pemuda dari keluarga sederhana yang mendapat beasiswa dari pemerintah karena kepintarannya.
"Pertama kali jatuh cinta apakah aku akan patah hati, haaaaahhh malang sekali nasibku. Ah sudahlah aku harus fokus agar aku segera lulus dan mendapat kerja dengan gaji lumayan agar mama dan bapak bangga. Kalau dia jodohku pasti akan bertemu."
Hari berganti, Vano hanya berani memperhatikan Calli dari jauh , dia minder dengan keadaan keluarganya yang sederhana,jadi dia memendam perasaanya itu dan menyerahkan segalanya pada takdir.
Pagi ini Calli akan mengikuti audisi untuk olimpiade fisika yang akan di adakan satu bulan mendatang di rusia. Ia berangkat ke kampus dengan semangat empat lima sambil membawa hasil penelitiannya.
__ADS_1
"Aduh aku kan belum tau di mana ruang audisinya. Ah aku tanya saja sama salah satu orang yang aku temui nanti." Callipun turun dari mobilnya dan berjalan memasuki kampus. "Permisi kak, kakak tau ngga di mana ruang audisi untuk olimpiade fisika?"
"Kamu mau ikut audisi?"
"Ya kak,tapi ngga tau ruang audisinya di mana."
" Kebetulan kakak juga mau ke sana , ayo bareng aja."
"Oh,oke kak. Terima kasih ya."
"Ya sama-sama."
"Nama kakak siapa?"
"Panggil saja Calli, kak vano semester berapa?"
"Alhamdulillah sudah semester akhir beberapa hari lagi mau sidang nih. Kamu sendiri semester berapa Calli?"
"Aku baru masuk kak ."
__ADS_1
"Baru masuk udah ikut olimpiade, hebat sekali kamu."
"Biasa aja kak, ini juga coba-coba siapa tau beruntung hehehe."
"Nah kita sudah sampai, silahkan masuk calli."
"Oh ya kak ,terima kasih."
"Sama-sama semoga beruntung."
Calli tersenyum dengan manis lalu mencari tempat duduk yang masih kosong.
"Selamat pagi,selamat berjuang di audisi ini. Baiklah untuk mempersingkat waktu kita akan mulai audisinya. Bagi yang namanya di panggil silahkan maju ke depan untuk mempresentasikan hasil penelitian kalian. Oke untuk yang pertama maju, Dzakiyah Rafania Callista." Kata salah satu juri yang di ketahui bernama pak Imron, ia juga merupakàn dosen di kampus itu.
"Aduh,kenapa yang pertama sih. Tak apalah, bismillahhirohmanirrohim." Kata Calli dalam hati sebelum ia melangkahkan kakinya ke hadapan para juri audisi hari itu.
"Assalamu'alaikum. Selamat pagi semuanya ,namaku Dzakiyah Rafania Callista kalian bisa memanggilku ehmmm apa ya? Apa saja bolehlah terserah kalian saja,hehehe. Umurku 15 tahun jalan ke 16 , mmm apa lagi ya, rumahku di dago. Oke aku rasa perkenalannya segitu saja ya teman-teman biar cepat selesai,hehehe. "
Perkenalan singkat dari Calli itu mengawali presentasi luar biasa yang mampu membuat semua orang yang berada di ruang itu mlongo alias takjub sekaligus membuat peserta audisi lainnya minder,rasa percaya diri mereka seakan di hancurkan berkeping-keping .
__ADS_1
"Terimakasih atas presentasi yang luar biasanya Calli, tunggu hasilnya besok ya, sementara kamu boleh keluar dan melanjutkan aktifitasmu."
"Baik pak , terima kasih. Permisi, dah teman-teman semangat." Kata Calli lalu iapun pergi meninggalkan ruangan itu menuju kantin.