
"Biar aku antar kamu pulang."
"Tidak usah pak,takut merepotkan."
"Kalau sedang berdua jangan panggil aku pak."
"Rasanya tidak sopan."
"Panggil aku mas reihan."
"Bolehkah,apa tidak mengurangi kesopananku?"
"Aku yang menyuruhmu,pokoknya kalau sedang berdua seperti ini kamu harus memanggilku mas."
"Baik mas reihan."
"Ayo kita pulang. Aku akan mengantarmu pulang."
Aku mengekorinya menuju tempat parkir dimana mobilnya berada.
"Apa tidak merepotkan ?"
"Santai saja, kebetulan arah rumah kita sama, aku juga harus pulang dulu sebelum ke kampus."
"Mas reihan masih kuliah?"
"Aku sedang mengambil S2."
"Oh. Apa cewek mas reihan tidak marah jika mas reihan mengantarkan gadis lain ke rumah?"
__ADS_1
"Aku jomblo jadi bebas."
"Masa?"
"Kamu tidak percaya?"
"Mungkin."
"Aku sudah bilang aku sedang menunggu seorang gadis."
Aku diam, memandangi jalan yang kami lewati. Melihat lalu lalang kendaraan yang kian hari kian memadati jalanan di kota ini. Polusi yang kian merajalela merusak kealamian udara yang harusnya sejuk dan segar.
Dalam hati aku berbicara sendiri,( aku harus fokus sekolah tidak boleh berpacaran, aku harus mengingat nasehat terakhir mama. Aku harus menjaga nilaiku agar tetap bagus dan memuaskan. Ya , itu yang harus ku lakukan).
"Cista."
"Aku mencintaimu sejak aku menolongmu tahun lalu. Maukah kamu menjadi kekasihku?"
"Mas reihan, maafkan aku, aku tidak bisa. Aku harus fokus akan pendidikanku. Maafkan aku. "
"Aku akan menunggu hingga kamu mau."
"Jangan, diluar sana pasti banyak yang mau menjadi kekasihmu."
"Tapi aku menginginkanmu."
"Aku masih 14 tahun dan aku harus sekolah."
"Izinkan aku menunggumu."
__ADS_1
"Terserah mas reihan. Itu adalah hakmu, namun jika mas reihan lelah menunggu silahkan berhenti dan carilah cewek lain yang tidak akan membuatmu menunggu."
"Sudah kuputuskan aku akan menunggumu."
Kami saling bertatapan untuk sekian menit sebelum aku membuka pintu mobil dan turun.
"Terima kasih sudah mengantar aku pulang. "
"Sama-sama. Sampai jumpa besok."
Ku langkahkan kakiku menuju ke kamar. Aku mengganti bajuku sebelum meraih buku harianku.
Dear diary
***Akhirnya aku bisa bertemu lagi dengannya. Dengan dia yang menolongku dari tindakan tidak beradabnya seorang Rian. Ternyata namanya Reihan,usianya 8 tahun di atasku, saat ini dia sudah 22 tahun. Aku senang bisa bertemu lagi dengannya, bahkan bisa setiap hari bertemu karena dia menjadi wali kelasku. Aku menyukainya,sangat menyukainya tapi aku harus menolaknya karena aku merasa umurku belum pantas untuk berpacaran dan menjadi kekasihnya terlebih lagi aku harus fokus pada pendidikanku. Aku hanya akan menjadikan dia penyemangatku dalam belajar untuk saat ini. Entah jika dia mau menungguku beberapa tahun ke depan.
Terima kasih sudah menolongku saat itu***.
Pov Reihan
Cista Putri Handoyo, gadis kecil yang ku cari setahun belakangan, akhirnya aku menemukanmu di tempatku magang . Ya,dia gadis yang membuatku tidak bisa tidur dengan nyenyak sejak tahun lalu, dia selalu datang dalam mimpi dan menghantui hari-hariku. Aku jatuh cinta pada gadis kecil itu.
Aku mengenalnya tahun lalu saat aku menghadiri acara reuni di SMPku. Saat itu dia sedang bernyanyi dengan begitu merdu di atas panggung, aku tidak bisa berhenti memandangnya, wajahnya yang cantik,bulu matanya yang lentik dan tebal serta suaranya yang tak kalah merdu dari penyanyi profesional, tindak tanduknya juga sangat sopan . Itu semua mampu membuat hatiku bergetar, jantungku berdetak tak karuan. Aku jatuh cinta pada seorang gadis kecil .
Aku mengikutinya ketika ia turun dari panggung. Namun aku kehilangan jejaknya, aku terus mencarinya di seluruh sekolah. Tiba-tiba aku mendengar suara minta tolong dari arah gudang, aku ke sana, aku mendapati seorang siswi yang hendak di lecehkan oleh seorang siswa. Aku pukul siswa itu demi menyelamatkan kehormatan seorang siswi. Setelah semua siswa kabur dari hadapanku, aku melihat wajah siswi itu, ternyata dia orang yang dari tadi aku cari. Aku menggendongnya, ke ruang UKS.
Dia tampak sangat terpukul akan kejadian itu, ia terus menangis. Bahkan aku lupa bertanya siapa namanya. Hingga aku bertanya pada teman-temanku yang lain, ternyata pacarku sendiri yang memberi tahuku kalau dia adalah putri pak Handoyo ,namanya Cista . Dia siswi kelas IX yang sangat populer karena kecantikan dan kecerdasan otaknya. Pacarku mengatakan dia adik dari Citra temannya saat SMP dan SMA dulu.
Semakin hari aku semakin memikirkan gadis itu, aku ingin bertemu dengannya,aku ingin menjadi lebih dekat dengannya tapi keadaannya tidak memungkinkan karena aku harus segera kembali ke Bandung untuk pendidikanku. Jadi aku hanya bisa terus memikirkannya saja, hingga suatu hari aku memergoki pacarku berselingkuh dengan temanku. Aku memutuskannya, lalu aku bertekad untuk menemui gadis bernama cista itu setelah aku wisuda 3 bulan mendatang.
__ADS_1