
Aku keluar dari kamar mandi, setelah itu aku memakai skincare malamku.
kreeettt. Bunyi pintu di buka.
"Sayang." Panggilnya sambil memelukku dari belakang. Ku balikkan padaku agar aku bisa melihat wajah tampan yang kini sudah menjadi suamiku itu.
"Ada apa?" Jawabku sambil menatap manik matanya yang berwarna darkbrown. Aku yakin wajahku memerah saat ini, aku gugup, jantungku berpacu lebih cepat kala mata itu balik menatapku.
Ia mendekatkan wajahnya, semakin dekat hingga akhirnya sebuah kecupan mesra mendarat di bibirku. Ciuman yang selalu membuatku terbuai dan hilang akal, bahkan sekarang ia melakukan lebih dari ciuman. Ia mere**s pa****ku, aku semakin gila di buatnya.
"Mas jangan sekarang!"
"Kenapa sayang?"
"Masih banyak orang."
"Tapi aku mau sekarang."
"Mas aku mohon. Kita akan melakukannya di rumah kita, aku janji akan melayanimu sampai puas di sana."
"Baiklah. Sekarang kita tidur, besok kita akan langsung kembali ke Bandung."
"Ya. Tapi yang lain belum bisa ikut besok."
"Tidak masalah, justru itu yang aku inginkan. Aku ingin menikmati waktu berdua denganmu."
"Ok. Mas."
"hmmm."
"Berjanjilah untuk selalu setia padaku."
__ADS_1
"Tentu, aku akan selalu setia padamu, hanya kematian yang akan memisahkan kita."
"Aku pegang janjimu."
Pernikahan adalah ikatan suci antar dua insan yang saling mencintai dan mengasihi. Sebuah ikatan yang merupakan janji kita kepada Allah yang harus senantiasa kita jaga dan tepati hingga Allah sendiri yang akan memisahkannya dengan caraNya. Entah itu dengan kematian atau dengan perceraian yang di akibatkan banyak sebab. Aku berharap pernikahan kami hanya akan terpisahkan oleh maut. Aku harap kami akan selalu saling mencintai, menyayangi, menghormati,menghargai,saling percaya dan saling setia.
Malam itupun kami lewati dengan indah walau tanpa melakukan hubungan suami istri kami hanya saling mencumbu mesra hingga terlelap di pelukan masing-masing.
Jingga pagi telah mengintip di ufuk timur ketika kami terbangun untuk mandi lalu melaksanakan shalat berjamaah. Ini bukan pertama kalinya kami berjamaah karena sebelum menikahpun ia sering menjadi imam shalatku. Usai shalat aku berjalan ke arah jendela, ku buka jendela itu.
Kicau burung bernyanyi menyambut mentari. Sejuknya udara di pagi hari merasuk kulit terlebih dengan embun pagi yang menempel dan meresap lewat pori-pori . Sungguh segar, sungguh nikmat segala karuniaMu.
" Sayang, apa semua sudah siap?"
"Sudah mas, aku hanya akan membawa tas yang di atas kasur."
"Hanya ini?"
"Yakin?"
"Ya mas, biasanya aku hanya membawa tas itu."
"Oke baiklah."
"Sampai sana mas harus beliin aku baju baru yang banyak , biar ngga harus bawa dari rumah kak clara."
"Siap bos, apapun yang kamu mau akan aku belikan selagi mampu."
"Sekarang kita sarapan dulu habis itu pamit sama yang lain."
"Ayo, mas juga sudah sangat lapar."
__ADS_1
Setelah sarapan bersama kami langsung berpamitan pada seluruh keluarga.
" Ayah, papa, mama. Aku dan cista berangkat lebih dulu pagi ini."
"Itu terserah kalian, kami akan menyusul secepatnya." Jawab ayah.
"Jaga cista baik-baik dzak, jangan pernah menyakitinya walau hanya sedikit. Kalau sampai itu terjadi kamu mama pecat jadi anak."
"Ya mah, aku akan berusaha untuk tidak menyakitinya."
"Kalian mau mampir honeymoon dulu ya, makanya berangkat buru-buru." Tanya papa har.
"Papah tau aja. Hehehe."
"Ya sudah, hati-hati di jalan. Jangan ngebut. Ayah titip cista ya dzak. Tolong jaga dia, cintai dan sayangi dia melebihi dirimu sendiri. Ayah percaya padamu ."
"Siap ayah. Terima kasih sudah menerimaku dengan baik."
"Dadah semuanya sampai jumpa di bandung." Kataku sambil melambaikan tangan setelah duduk di atas motor.
Dulu aku bersama mas rei naik motor ini dari bandung ke banyumas, tapi sekarang takdir membawaku bersama laki-laki lain , adik dari mas rei. Ya, sekarang aku bersama mas dzaky di atas motor ini menuju ke Bandung. Ke rumah kami, rumah yang telah mereka berdua siapkan untukku. Dua laki-laki yang sangat mencintaiku, dan dua laki-laki yang selalu menempati ruang hatiku.
"Suamiku, kita jadi mampir ke pantai dulu?"
"Jadi dong, kita mampir ke pengandaran."
"Asik."
"Tapi bolehkah aku meminta hakku nanti malam?"
"Tidak, aku ingin membuat kenangan indah di rumah kita, jadi aku ingin malam pertama kita di lakukan di rumah, rumah kita!"
__ADS_1
"Huft, baiklah."