
"Siang om,saya haris."
"Oh ya ya mari masuk,nak haris apa kita pernah bertemu sebelum ini?"tanya papa har karena merasa tidak asing dengan wajah haris.
"Mungkin dulu waktu jaman kuliah om,saya pernah ke rumah om waktu itu bersama reyhan dan yusuf."
"Oh begitu,soalnya ngga asing wajahnya."
"Wajah saya memang pasaran om,hehehe. Cistanya ada om?"
"Ada lagi packing ,bentar ya om panggil dulu."
"Ngga usah om,biar saya yang ke sana saja."
"Oh,ya sudah ayo om juga mau bantuin lagi nih."
"Ndu." panggil papa har pada cista.
"Ya papa ada apa?"
"Ada tamu nih, calon mantu papa yang baru hehehe."
"Om bisa saja, cista ngga mau sama saya om."
"Emang udah pernah ngomong ke cista?"
"Belum,hehehe."
"Makanya usaha dulu."
"Hehehe baik om."
"Siapa pa?" tanya dzaky.
"Calon mantu papa yang baru dzak."
"Ngga boleh,pokoknya cista harus balik sama aku."
"Wong cistanya ngga mau kok balik sama kamu dzak."
"Aku paksa,kalau perlu aku bikin hamil dulu."
"Papa bunuh kamu kalau kaya gitu."
"Papa sama mama mah gitu,bukanya dukung aku."
"Papa sama mama cuma ngga mau putri kami kamu sakiti lagi dzak."
"Duduk mas haris, maaf ya berantakan. Maaf juga ya kalau berisik maklum ada radio rusak."
"Hehehe ya ngga masalah kok cis,aku bantuin ya packingnya."
"Boleh kebetulan masih banyak nih."
"Cista kamu ngga boleh deket sama laki - laki lain. Pokoknya kamu harus nikah lagi sama aku."
"Maafkan aku ya mas dzaky,kesempatan buat kamu udah habis.Maaf."
__ADS_1
"Lagian kamu siapa sih pakai ndeketin cista segala." Ketua dzaky pada haris.
"Kenalin dzaky, nama saya haris mangunkusumo."
"Mangunkusumo?"
"Benar. Maaf ya kalau saya menjadi salah satu laki-laki yang mendekati cista."
"Hmmm."
"Udah lah mas haris biarin aja mas dzaky memang begitu."
"Mama hito mau makan."
"Makan lagi?"
"Ya ma,hito suka ikan yang mama masak tadi."
"Oke mama ambilin ya,hito duduk dulu."
"Hito mau makan disini boleh."
"Boleh dong."
"Papa yang ambilin ya nak,mama kan sibuk."
"Ngga mau pa,mama aja yang ambilin."
"Gimana kalau om haris yang ambilin mau ngga?"
"Waaaaahhh hito anak pintar ya."
"Ya dong kan anak mama." jawab anak itu yang sertai tawa ringan dari seluruh penghuni rumah.
"Ya udah ,ayo kita makan di dapur."
"Kamu lihat dzak,bahkan anak kamu aja seperti berjarak denganmu. Kamu harus memperbaiki semuanya dzak,terutama hubunganmu dengan hito."
"Ya mah,dzaky tau dan dzaky sadar kalau dzaky pernah salah ini juga lagi usaha ma buat memperbaiki diri."
"Bagus kalau kamu udah tau. Satu lagi jangan paksa cista untuk kembali sama kamu, mama ngga mau putri mama tertekan,kalau kamu benar-benar mencintai cista maka kamu juga harus bisa merelakan dia bahagia walau dengan orang lain."
"Ya ma."("maaf ya cis,kalau aku suka keterlaluan,aku hanya ingin kita ngga canggung lagi.)"
"Ya mas ngga masalah kok."
"Om haris ,om mau ngga jadi papa hito?"
"Mau dong,tapi mama kamu belum tentu mau menikah dengan om."
"Mama suka kok sama om haris tapi mama malu ngomongnya. Om haris dong yang harus ngomong ke mama ,om kan laki-laki."
"Ya nanti ya om pasti ngomong ke mama kamu."
"Hito tunggu ."
"Baik , baik ,anak pintar."jawab dzaky sambil mengacak-ngacak rambut hito.
__ADS_1
"Mas haris ngga makan juga?"
"Aku baru saja makan cis,masih kenyang."
"Oh. Maaf ya mas atas ketidaknyamanannya."
"Its oke.Mungkin karena dzaky masih mencintaimu jadi dia ngga rela kalau ada yang ndeketin kamu."
"Aku ngga mau tau,hehehe."
"Apa kamu mau menikah denganku cista?"
"Haaaah."
"Menikahlah denganku cista,sudah lama aku jatuh hati padamu bahkan sejak pertama bertemu dulu."
"Aku...."
"Ngga usah biru-buru di jawab,aku akan sabar menanti jawabanmu."
"Makasih ya udah ngertiin aku."
"Hmmm sama-sama." "Kalau kamu sudah punya jawabnnya tolong hubungi aku."
"Ya mas."
" Kalau gitu aku pulang dulu ya."
"Ya. " jawab cista sambil tersenyum di balik cadarnya.
"Pasti senyummu sangat cantik, aku jatuh cinta padamu bahkan tanpa tau wajahmu seperti apa, aku hanya bisa melihat matamu yang teduh dan mendengar suaramu yang lembut namun tegas. Aku mencintaimu cista,aku harap jawaban yang akan kamu berikan padaku esok adalah jawaban yang aku harapkan."
"Terima kasih mas haris sudah sudi mencintaiku yang penuh kekurangan ini."
" Aku pulang ya,assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
" Apa kamu akan menerima dia?" Tanya dzaky tiba-tiba,rupanya sejak tadi dia menguping pembicaraan haris dan cista.
" Belum tau aku harus meminta pendapat keluargaku dulu."
" Aku masih berharap kamu mau kembali padaku cista."
"Maaf mas aku ngga bisa."
"Kenapa cista?"
" Karena kita lebih baik jadi teman saja, kalau kita paksakan untuk bersama yang ada hanya akan saling menyakiti."
"Aku janji ngga akan ngulangin kesalahan yang sama cista."
"Tetap mas aku ngga bisa, laki-laki kalau sekali selingkuh maka akan menjadi kebiasaan dia akan berulang kali selingkuh. "
"Baiklah kalau memang kesempatan untukku tidak ada lagi, semoga kamu bahagia dengan kehidupan kamu yang baru."
"Terima kasih doanya."
__ADS_1