
Now,kita beralih ke kisah Hito dan calli, kenapa? Karena cista dan Haris sekarang sudah bahagia,walau mereka masih menemui kerikil kerikil tapi mereka bisa melewatinya dengan baik.
@ S2@
Di sebuah kamar bernuansa blue and white terbaring seorang gadis berusia 15 tahun. Ia gadis yang sangat cantik dan cerdas. Di usianya saat ini ia sudah berhasil lulus dari sekolah menengah atas dan telah di terima menjadi mahasiswi di universitas impiannya.
Dia adalah Calli,yang mempunyai nama panjang Dzakiyah Raffania Callista. Putri dari Haris dan Cista .
"Hito."
"Ya mah."
"Tolong bangunkan adikmu,kita shalat subuh berjamaah."
"Oke." Laki-laki yang sudah berusia 25 tahun itupun bergegas menuju kamar adiknya. Ia membuka pintu dengan perlahan lalu menghampiri sang adik yang masih terlelap dalam mimpinya. ( Kamu sudah besar sekarang,bahkan kamu tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Kakak takut tidak bisa mengendalikan hati kakak kalau ada di dekatmu.) Hito berkata dalam hatinya sambil memandangi calli sebelum membangunkannya.
"Calli bangun ayo shalat subuh dulu. Papa sama mama sudah menunggu lho." Kata hito sambil menepuk pelan pipi calli. Callipun terbangun , ia duduk dengan mata yang masih terpejam dan berusaha membuka matanya perlahan menyesuaikan cahaya. Setelahnya ia menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan cuci muka.
"Kakak. Aku malas sekali berjalan."
"Terus."
"Gendong."
"Dasar anak manja."
"Hehehehe, tapi imut kan."
"Amit -amit."
"Ih, kakak mah gitu."
"Udah ayo buru naik, sebelum kakak berubah pikiran nih."
__ADS_1
Merekapun menuju mushola di rumahnya dengan calli berada di gendongan hito, lalu mereka mengambil wudhu dan menyusul kedua orang tuanya di dalam mushola. Keluarga kecil itupun shalat subuh berjamaah seperti biasanya.
Setelah shalat subuh mereka melakukan kegiatan selanjutnya. Cista dan calli membuat sarapan di dapur, hito menyapu dan mengepel lalu haris menyapu halaman dan menyiram tanaman di halaman rumah. Mereka selalu mengerjakan pekerjaan rumah bersama -sama .
Jam enam pagi Calli melihat hito turun dari tangga dengan pakaian olahraganya.
"Kakak mau joging ya?"
"Hmmm,kenapa, mau ikut?"
"Ikuuuuttt, tungguin sebèntar ya."
"Oke, buruan ngga pakai lama."
"Ya ya kakakku yang ganteng sejagat rumah tapi setelah papah hehehe."
"Dasar."
Hito dan callipun meninggalkan rumah untuk jogging di sepanjang trotoar di jalan dago alias jalan ir.h juanda.
"Minggu depan kak."
"Jadinya ambil jurusan apa?"
"Sastra dong, aku kan ingin jadi pujanggi hehehe."
"Pujangga dek bukan pujanggi."
"Aku kan cewek kak jadi pujanggi hahaha."
"Terserahlah, sakarepmu dek."
"Sebelum mulai masuk kuliah kita ke rumah kakek dulu yuk kak."
__ADS_1
"Kakak kan sibuk kerja dek, lagian kakak juga sudah mulai masuk kuliah lagi hari senin."
"Kakak jadi ambil spesialis?"
"Hmmm,spesialis bedah jantung."
"Wwwwoooooouuuuw, keren. Kakak kapan nikah?"
"Nunggu kamu nikah dulu dek."
"Isss kakak , aku kan masih kecil."
"Masih kecil tapi banyak yang naksir."
"Mana ada?"
"Ituh yang tiap hari manggil-manggil di depan gerbang sekolah , yang udah kaya antri sembako ,hehehe."
"Ohhh, itu biasa kak, aku kan famous hehehe jadi banyak yang ngefans."
"Dari sekian banyak masa ngga ada yang bikin kamu suka dek?"
"Ngga ,karena ngga ada yang seperti kakak,hehehe."
"Ya ngga ada lah, kakak kan cuma satu."
"πππππ Lagian calli ingin serius belajar terus mambuat karya yang fenomenal ngga mau mikirin soal cinta dulu."
"Bagus, itu baru adik kakak."
"Ya dong."
"Udah ah, ayo pulang,kita sarapan di rumah, papa sama mama pasti sudah nunggu kita dari tadi."
__ADS_1
"Oke kakakku sayang."