
Jam 7 malam kami sampai di rumah. Rasanya sangat lelah, jadi kami langsung membersihkan diri.
Malam begitu cerah dengan bulan sebagai cahaya serta bintang sebagai hiasannya. Aku berdiri di balkon kamar sambil memejamkan mata. Menikmati angin yang bertiup , menjiwai suasana yang sangat tenang.
Aku tidak pernah berfikir jika akan memiliki suami secepat ini, lagi-lagi inilah takdir. Aku sangat menikmati peranku di dunia ini. Aku yang kadang di
hadapkan akan kesulitan dan cobaan hidup, aku juga kadang di hadapkan dengan bahagia. Semua itu ku nikmati, ku jalani dengan penuh keikhlasan. Karena Sang pencipta maha tau yang terbaik untuk setiap hambanya.
Pertemuanku dengan mas rei ternyata membawaku untuk bertemu dengan jodohku yang sesungguhnya,yang tak lain adik kandung mas rei. (Mas rei, aku sudah bahagia di sini, aku harap kamu juga bahagia di duniamu kini. Semoga kelak kita bisa bertemu lagi di tempat yang jauh lebih indah dari dunia ini. Mas rei cintamu akan selalu terukir di dasar sanubariku.)
"Sayang,kenapa di sini?"
"Cari angin mas, sembari melihat pemandangan yang indah."
"Sudah malam, sebaiknya kita tidur."
"Baiklah mas, ayo."
Mas dzaky menggandeng tanganku, berjalan masuk ke dalam kamar. Kamipun berbaring sambil memeluk satu sama lain, menyalurkan segala cinta dan kasih. Saling memandang , ngobrol tentang banyak hal yang telah kami lalui dan rencana kami ke depannya.
"Sayang."
"Hmmm."
"Apa aku boleh melakukannya sekarang?"
"Melakukan apa mas?"
__ADS_1
"Itu yank."
"Ya itu apa?"
"Malam pertama sayang, tapi kalau kamu lelah, aku tidak memaksa."
"Hmmm gimana ya?"
"Boleh ya,kan kamu sudah janji akan melakukannya di rumah ini."
"Oke,aku akan melayanimu suamiku."
Mendengar jawabanku mas dzaky langsung beraksi. Ia mengawalinya dengan berdoa lalu mencium keningku,kedua pipiku, kedua mataku, hidungku, lalu bibirku. Ciuman lembut yang sarat akan cinta. Lalu setelah pemanasan panjang yang kami lakukan tibalah saat aku berubah dari gadis menjadi wanita. Kini aku telah menjadi wanitanya, aku telah menyerahkan kesucianku pada suamiku. Malam panjangpun berlalu dengan deraian keringat , serta desa**** merdu yang terus keluar dari mulut kami. Hingga rasa lelah membawa kami ke alam mimpi, tidur nyenyak deh.
Mungkin karena merasa belum cukup akhirnya kami mengulang kegiatan nikmat itu di dini hari menjelang subuh. Kami baru berhenti melakukannya setelah jam 4.30 pagi.
"Terima kasih sayang, aku mencintaimu."
"Sekarang kita mandi, nanti lanjut lagi setelah shalat subuh."
"Berikanlah ampunanmu suamiku. Aku benar-benar lelah, rasanya seluruh tubuh hancur berkeping-keping."
"Tapi nikmat kan sayang."
"Nikmat mana yang mampu ku dustakan suamiku, tapi tubuhku juga butuh istirahat."
"Baiklah aku akan memberimu istirahat, tapi tidak untuk nanti malam."
__ADS_1
"Baiklah, itu lumayan juga. Hehehehe."
Pagi itupun berlalu, setelah shalat kami hanya menonton tv, menyaksikan acara gosip tentang beberapa selebriti. Lalu jam 7 kami keluar untuk mencari sarapan lanjut ke cafe sampai sore.
"Hallo ayah."
.........................
"Kapan ayah ke bandung?"
....................
"Boleh minta tolong bawakan aku sesuatu?"
.......................
"Aku ingin getuk goreng, dan pot yang berisi bibit markisa."
............................
"Terima kasih ayah, hati-hati saat dalam perjalanan lusa. Jaga kesehatan agar ayah panjang umur dan bisa melihat cucu lebih banyak lagi ,hehehe."
........................
"Dadah ayah, assalammu'alaikum."
........................
__ADS_1
Seperti yang sudah terencana jauh hari, kami akan melaksanakan resepsi ke dua di bandung. Sebenarnya bukan resepsi sih lebih ke kumpul bersama teman-teman dan guru serta dosen yang kemarin tidak bisa hadir ke Banyumas.
Acara itu akan kami selenggarakan pada akhir pekan nanti, ya benar 3 hari lagi. Untung saja semua persiapan sudah jauh hari kami lakukan jadi kami bisa bersantai. Bukan, bukan, sepertinya tidak bisa di sebut bersantai karena mas dzaky selalu mengajak berolahraga di atas kasur. Dan kegiatan itu membuat tenagaku habis hingga merasa lemas, lemah tak berdaya, hihihihi.