
Bunyi ponselku sedikit mengusik kesibukanku saat ini.
"Mba hpnya bunyi terus tuh,angkat dulu aja siapa tau penting."
"Oke deh, kalian terusin ngepaknya ya,aku ke ruang sebelah dulu."
"Oke mba tenang aja,lagian kita malah seneng mba bisa tetap kerja, karena di kuar sana banyak yang harus di pecat karena usahanya tutup."
"Tapi harus ingat,kalian wajib mematuhi protokol kesehatan supaya kita tetap sehat jadi kita bisa tetap bekerja,oke."
"Oke bosku yang cantik."
"Ya hallo ,assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam. Maaf menggangu cista."
"Oh mas haris,kirain siapa?"
"Ya, aku ganggu ya?"
"Ngga sih,aku cuma lagi bantuin pegawaiku ngepak barang aja tadi ."
"Oh,boleh ngga minta alamat rumahmu?"
"Nanti aku kirim lewat pesan ya mas."
"Oke,terima kasih."
"Ya sudah, maaf nih mas haris aku harus kembali membantu mereka karena pesanan sedang banyak."
__ADS_1
"Oh oke cis, selamat bekerja.Semoga usahanya semakin maju dan berkembang ya."
"Ya ,terimakasih mas, assalamu'alaikum."
"......."
"Penggemar baru ya mba?"
"Hus ngawur aja kalau ngomong."
"Hehehe, mba cista mah suka merendah deh,padahal punya banyak penggemar rahasia."
"Ya betul mba cista, jangan berlarut dalam masa lalu , majulah meraih masa depan yang lebih baik. Kami yakin di depan sana sudah tersedia laki-laki baik nan hebat yang Allah siapkan untuk mendampingi mba cista."
"Amin,terima kasih doanya ya. Memiliki kalian tuh anugrah tau ngga, seperti punya banyak adik hehehe."
"Ah mba cista bisa aja deh,aku jadi terharu nih, soalnya kakakku ngga pernah bersikap seperti mba cista.Makanya aku betah bekerja sama mba cista karena mba itu penyayang dan ngga pernah menganggap kami sebagai bawahan. " Kata yeni sedikit curcol alias curhat colongan.
"Ya mba."
Ya itulah cista, sosok yang murah hati dan penyayang,sabar serta mandiri. Ia bersyukur walau ia harus kehilangan dzaky sebagai suaminya tapi ia memiliki banyak orang yang peduli dan menyayanginya dengan tulus, mereka selalu ada dan setia menemaninya saat ia terpuruk seperti sekarang karena perceraiannya dengan dzaky.
Sebenarnya ia sudah rela dan ikhlas melepas dzaky tapi dzaky selalu saja hadir dan mengusiknya memintanya untuk rujuk dan itu selalu ia tolak secara halus. Entah kapan dzaky akan menyerah dengan usahanya itu.
Sementara cista sedang berusaha menyembuhkan sakitnya ,ia tidak pernah menutup hati untuk siapapun tapi ia harus selektif untuk ke depannya agar kelak jika ia kembali berumah tangga hal yang lalu tidak akan terulang kembali.
Kembali ke masa sulit yang sedang semua orang hadapi apalagi kalau bukan masalah pandemi akibat dari virus yang sangat menyebalkan si cueonah alias corona.
Mari kita patuhi setiap arahan yang pemerintah berikan,patuhi setiap protokol kesehatan yang di anjurkan dan jangan lupa vaksin ya. Pemerintah sudah susah payah berusaha untuk mengadakan vaksin itu jadi kita juga harus menghargai setiap usaha mereka dengan lakukan vaksin. Jangan takut vaksin,ayo vaksin.
__ADS_1
Semoga secepatnya kita bisa beraktifitas seperti biasanya ya, kita bisa pergi ke sekolah,ke kampus, ke pasar, ke mall ,ke tempat wisata atau kemanapun kita mau tanpa merasa khawatir akan covid19 lagi. Corona hus hus sana,pergilah menjauh, hempaskan.
Kembali ke alur cerita. Setelah semua pesanan hari itu selesai di pak, cistapun segera membersihkan diri lalu tidur tak lupa ia menunjukan kamar untuk di pakai beberapa pegawainya yang menginap.
Matanya baru saja akan terpejam namun ia mendengar nada dering di ponselnya. Ia pun mengangkatnya.
"Hallo assalamu'alaikum."
"......."
"Apa,benarkah?Bapak ngga bercanda kan?"
"........"
"Baik saya akan segera kesana. Tolong shareloc ya pak."
tut tut tut tut tut Cista berusaha menghubungi seseorang.
"Ke mana kamu?"
"......"
" Suamimu kecelakaan dan kamu malah pergi, keterlaluan."
"........"
"Apa? ( Cista kaget bukan keplang dengan jawaban orang itu). Keterlaluan, anak siapa yang kamu kandung?"
"........"
__ADS_1
"Perempuan hina, menjijikan." Tuuuutt, cista mematikan telponnya, ia berusaha untuk tetap tenang dan berulang kali mengucap kalimat istigfar.