Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
14


__ADS_3

"Kenapa ada ayunan di sini, apa mas rei juga suka ayunan?"


"Tidak, ayunan ini baru ada beberapa bulan yang lalu, aku menyiapkan khusus untukmu."


"Benarkah?"


"Hmmm. Karena aku serius untuk menjadikanmu istriku suatu hari nanti."


"Mmmm,sabarlah menunggu. Hehehehe."


"Ok, Tidak masalah."


"Cista, Rei. Ayo makan dulu." Terdengar suara mama rita yang berteriak dari ruang makan.


Kamipun makan siang bersama. Setelah itu kami ngobrol panjang lebar.


"Sayang mama sama papa har mau kondangan terus mau langsung pulang ke purwokerto. Mama akan sering ke bandung untuk menemuimu."


"Baik ma, hati-hati."


"Jadi sekarang kami di anak tirikan nih." Kata Dzaky .


"Ya mama malas punya anak laki-laki seperti kalian."

__ADS_1


"Huuft menyebalkan. Mama jahat, lihat pah mama jahat."


"Papa juga malas punya anak laki-laki seperti kalian. "


"Orang tua macam apa kalian."


Hahahahaha, tawa kami memenuhi ruanga keluarga itu. Candaan sederhana itu membuat kehangatan yang sangat kental terasa dalam keluarga ini, aku jadi rindu berkumpul seperti ini dengan keluargaku.


Setelah sore mas reihanpun mengantarkan aku pulang.


"Mas aku mau pulang."


"Baiklah, ayo aku antar. Tapi beri aku pelukan dulu."


"Mas."


Ya begitulah hubunganku dengannya, tidak ada status pacaran di antara kami, tapi kami tetap berhubungan baik. Bahkan kami semakin dekat dan semakin mengenal satu sama lain. Terlebih keluarga kami memang sudah dekat sejak lama walau aku baru bertemu dengannya beberapa tahun. Bagiku lebih nyaman berhubungan dengan seseorang jika kita telah mengenal baik kedua orang tuanya. Karena satu yang aku yakini kalau buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya.


Sementara dengan kak dzaky, kami juga berteman baik. Walau aku seringnya menjaga jarak dengannya karena tidak ingin membuatnya lebih sakit hati. Ku lihat dia sekarang sudah berhenti bergonta ganti cewek,tidak seperti sebelumnya. Dia menjadi lebih baik sekarang,semoga saja dia bisa mendapatkan perempuan yang baik suatu hari nanti.


***********


Hari hari berlalu begitu cepat, tanpa terasa aku sudah 16 tahun. Tepat di hari ini usiaku 16 tahun, tiga bulan lagi aku juga akan lulus dari SMA. Aku sudah menyiapkan diriku untuk menghadapi ujian bulan depan. Semua materi dan kisi-kisi yang di berikan oleh gurupun selalu ku baca berulang-ulang berharap bisa ku hafal di luar kepala sehingga saat ujian nanti aku bisa mengerjakan semua soal tanpa merasa kesulitan.

__ADS_1


Membaca terlalu lama membuatku tertidur . Suara pintu kamar yang terbuka membuatku menggeliat.


"Happy birthday cista Happy birthday cista happay birthday cista." Tampak keluargaku beserta mas reihan dan kak dzaky di hadapanku memberikan kejutan ulang tahun untukku.


"Kalian."


"Bangunlah dari kursi itu dan segera tiup lilinmu." Perintah Kak Yahya.


"Hehehe ya kak, cista ketiduran lagi di meja. Maaf."


"Hari ini kakak maafkan, tapi besok kalau ketahuan belajar sampai ketiduran di meja lagi kakak akan menghukummu."


"Make a wish dulu de." Kata kak clara.


Aku menutup mata, ku làntunkan doa dalam hati. Berharap kelancaran dan kemudahan dalam meraih cita-cita serta kebahagian untuk seluruh orang yang ku sayang.


"Terima kasih karena kalian selalu menyayangiku, menjagaku menjadi orang tua yang baik untukku, menjadi kakak yang selalu ada untukku. Aku menyayangi kalian."


Setelah meniup lilin kami berkumpul di ruang keluarga menikmati kue dan minuman hangat yang kak clara siapkan sambil bersenda gurau, mengobrol ke sana kemari. Saat menjelang subuh mas reihan dan kak dzakypun berpamitan untuk pulang.


"Cis, aku membawa hadiah untukmu." ucap mas reihan ketika hendak pulang.


"Wahh, bagus mas, aku suka jam tangannya."

__ADS_1


"Aku berharap jam ini akan selalu mengingatkanmu padaku di setiap detik yang kamu lewati dalam kehidupan ini. I LOVE YOU Cista."


"Terima kasih untuk segalanya mas, i love you too."


__ADS_2