Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
26


__ADS_3

"Selamat tinggal mas rei, aku ikhlas melepasmu. Semoga kamu tenang dan bahagia di sisiNya." Batinku sambil mengusap pusara yang masih basah dan di penuhi bunga.


"Maaf ma, cista ngga bisa menginap di sini, cista ngga akan sanggup , tolong mengerti. Suatu hari jika cista sudah siap cista pasti akan menginap di sini lagi." Jawabku ketika mama rita memintaku untuk menginap di rumahnya setelah pulang dari pemakaman mas reihan.


"Baiklah sayang, maafkan mama yang sempat tidak mengerti keadaanmu. Mama kira kamu akan lebih baik jika tidur di kamar reihan."


"Ya ma tidak apa-apa. Cista pamit ya ma, cista harus segera kembali ke Bandung."


"Ya sayang ,hati-hati ya. Nanti mama akan berkunjung ."


Aku sudah memesan tiket kereta yang akan berangkat satu jam lagi. Jadi setelah berpamitan kak dzaky langsung mengantarku ke stasiun. Aku memilih untuk langsung kembali ke Bandung karena ingin melarikan diri dari rasa kehilangan ini, aku ingin menyibukkan diri agar waktu tak berasa berlalu.


Malampun tiba aku sudah sampai di kamarku, berbaring di atas kasur usai membersihkan diri. Aku mencoba memejamkan mata, berharap bisa segera tidur agar rasa rindu ingin bertemu mas reihan lenyap termakan mimpi. Tapi hingga tengah malam aku belum bisa tidur, bayang mas reihan masih jelas terlihat di pelupuk mataku. Bayangan indah yang pernah terlewati bersama. Mas rei aku rindu.


***aku rindu


rindu cintamu


rindu kasihmu


rindu senyum dan tawa riangmu


aku rindu semua tentangmu

__ADS_1


kenapa engkau pergi


pergimu adalah dukaku


apa yang harus ku lakukan


duniaku berduka


kehilangan arah


saat mata ini hanya menatapmu


saat aku hanya menanti kabarmu


menanti kehadiranmu


selamanya..... .


bolehkah aku berharap ini hanya mimpi


berharap jika kau kembali


kembali di sini

__ADS_1


kembali dan jangan pergi


tidak, aku tidak boleh berharap


takdir tuhan itu pasti


pergimupun kuasaNya


pergilah kasih, ikhlasku menuntunmu dalam kedamaian abadi di sisiNya.


cintaku


cintamu


cinta sejati nan abadi***


Perasaanku pada mas reihan tidak bisa hilang begitu saja, setiap kali aku tidak memiliki kegiatan aku hanya akan melamun. Membayangkan dan mengingat segala kenangan yang pernah kami lewati bersama.


Mas rei adalah cinta pertamaku, konon cinta pertama itu akan sulit terlupakan. Ya aku rasa itu benar karena aku sedang mengalaminya, merasakan betapa sulitnya melupakan atau setidaknya membuang bayangannya dari benakku. Sulit, sungguh sulit. Dia takkan terlupa,takkan terganti dan akan tetap mengisi ruang di hati.


Mas rei adalah cinta abadi yang akan selalu terkenang sepanjang waktu, hidup dan matiku. Semoga kelak kami akan dipersatukan di keabadian.


Kehidupan baruku akan di mulai, ku langkahkan kakiku dengan ragu menapaki halaman kampus yang luas dan penuh bunga di sekelilingnya. Indah jika suasana hati kita indah namun bagiku tidak indah seperti hari kemarin.

__ADS_1


Tawa yang dulu selalu menghiasi wajahku hilang bagai di telan bumi. Aku seakan menjadi pribadi baru yang dingin,ambisius,misterius dan tak mudah percaya pada orang. Aku hanya akan menjadi diriku yang dulu ketika berada di sekeliling orang-orang terdekatku saja. Bagai punya dua kepribadian yang bertolak belakang.


Aku memutuskan untuk fokus kuliah agar segera lulus, aku menolak semua laki-laki yang mencoba mendekatiku. Aku hanya punya teman laki-laki yang sangat sedikit,bahkan bisa di bilang seluruh jumlah temanku tidak lebih dari sepuluh orang. Bagiku memiliki sedikit teman akan lebih baik daripada memiliki banyak teman tapi palsu.


__ADS_2