Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
65


__ADS_3

"Assalamu'ailkum. Maaf ya cista lama."


"its oke de, sana mandi dulu biar kaka yang nyiapin ini di atas tikar, karena meja makanmu pasti ngga akan muat untuk kita semua." Kata kak clara sambil mengambil alih tas plastik di tanganku yang berisi lauk pauk.


"Makasih ya kak."


"hmmm,udah sana mandi keburu waktu maghrib habis."


"👌. Hehehehe." Cista memamerkan giginya sebelum berjalan ke kamarnya intuk mandi dan shalat maghrib.


Sementara cista mandi yang lain berkumpul di ruang keluarga sambil berbincang.


"Han."


"Ya mas har."


"Gimana kalau kita jodohkan cista dengan yusuf?"


"Aku juga suka sekali dengan yusuf mas, tapi aku ngga mau maksa cista, biarkan dia menata hati lebih dulu."


"Benar pah biarkan putri kita menata hati dulu." Sambung mama rita.


"Baiklah, aku paham hehehehe. Lagian kan maksudku itu nanti setelah masa idahnya selesai."


"Udah lah pah biarkan saja cista memilih jalan hidupnya sendiri, dia sudah dewasa. Kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung setiap keputusannya dan tak lupa doakan. Lagian pah takutnya cista masih trauma ,gara-gara anak kita yang kurang ajar itu." Kata mama rita.


"Itu karena kamu yang terlalu memanjakannya."


"Maaf ya pah kalau aku tidak bisa mendidik anak-anak dengan baik, maafin kedua putraku ya mas han yang sudah membuat cista terluka."


"Sudahlah, ini semua takdirNya, kita doakan yang terbaik saja untuk anak-anak kita."


"Betul kata ayah om,tante. Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka. Sekarang waktunya kita makan, citra bantu aku membawa makanan ke tikar ini." Kata kak clara.


"Baik kak."

__ADS_1


Semua orang ingin yang terbaik untuk cista, mereka ingin cista mendapat pendamping yang lebih baik lagi dikemudian hari.


Mereka kecewa pada dzaky tapi mereka berusaha untuk memaafkan dan bersikap seperti biasanya pada dzaky , begitupun cista yang bersikap biasa pada dzaky seakan tidak pernah terjadi apapun walaupun hatinya perih setiap kali bertemu dengan dzaky,karena teringat setiap luka yang dzaky torehkan di hatinya.


Merekapun menikmati makan malam dengan hikmat. Setelah makan barulah mereka melanjutkan obrolan yang tertunda, di sana juga sudah hadir dzaky ,yusuf serta putrinya Vira yang sedang asik duduk di pangkuan cista sambil berceloteh dengan Hito. Entah membicarakan apa hanya vira yang tau sedangkan hito hanya berpura -pura tau apa yang vira bicarakan .


"Denger-denger indonesia bakal lockdown ya?" Tanya kak varel.


"Ya gitu deh, tapi belum pasti sih. Semoga aja cuma wacana biar usahaku tetap jalan. Kamu punya solusi buat caffe ngga cis?" Jawab serta tanya dzaky.


"Hmmmmm, aku memang sedang memikirkan cara agar caffe tetap jalan di era pandemi ini kak, semoga saja bisa terlaksana rencana itu."


"Bagi-bagi dong cis idenya."


"Cari sendiri dong dzak, jangan nyomot ide orang." Sela mama rita dengan sinis karena masih marah dan kecewa pada dzaky.


"Ya elah ma, aku kan minta ide ke cista bukan ke mama."


"Pulang ja sana dzak, mama masih sebel sama kamu, kalau liat kamu tuh bawaannya pengen marah."


"Maaf , aku mengecewakan kalian semua, terutama cista, maaf."


Semua terdiam. " Sudahlah, ma sudah ya, cista baik-baik saja kok. Kalau soal ide, aku hanya akan memasukan menu caffe ke online shopku tapi terbatas hanya untuk dalam kota saja, setidaknya aku bisa tetap menggaji karyawan, itu sudah cukup karena mereka bekerja kan untuk keluarga mereka jadi aku akan berusaha untuk tetap mempertahankan mereka. Jadi nanti sebagian dari mereka akan jadi kurirnya,gitu deh semoga saja lancar, semoga saja cue onah ( corona )segera pergi hehehe."


"Wah beneran ini PSBB, tuh liat ke tv." Kak yahya sedikit berteriak saat melihat pengumuman resmi dari pemerintah lewat acara berita di tv.


"Yah, bakal naik berat badan karena cuma diam di rumah." Sambung kak citra.


"Mulai kapan itu?" Tanya papa har.


"Hari senin." Jawab yusuf.


"Sekarang hari apa?" Tanya papa lagi.


"Sekarang kamis pa." jawab mama rita.

__ADS_1


"Kalau begitu kita harus pulang ini han." Kata papa pada ayah.


"Ya mas har, besok pagi kita langsung pulang."


"Ngga apa ya nak, kami pulang?" Kata mama pada cista.


"Ya mah, ngga apa kok."


"Hito boleh mama bawa ngga nak?"


"Ya cis, hito sama mama aja ya, ngga enak kalau dia terus sama kamu sementara kita sudah bercerai." kata dzaky.


"Ngga aku mau sama mama cista terus." Hito langsung menyela karena tidak mau dipisahkan dari cista. Cista terharu karena hito memilih untuk tetap bersamanya.


"Ma, mas dzaky aku sudah terlanjur sayang sama hito, izinkan aku untuk terus merawat dan mengasuh hito ya. Hito sudah aku anggap anak kandungku sendiri, aku tidak mau jauh dari hito."


"Baiklah kalau itu maumu nak mama ngga keberatan kok, nanti mama akan sering ke sini mengunjungi kalian."


"Makasih ya ma, makasih ya mas."


"Kak yusuf jangan mandangi cista terus deh."


"Kenapa dzak, dia single sekarang."


"Tapi, ( Dzaky berfikir sebelum melanjutkan kalimatnya), ah sudahlah, aku pamit ma ,pa, ayah, hati-hati saat perjalanan besok, sekali lagi dzaky minta maaf karena mengecewakan."


"Ya dzak, hati-hati semoga kamu bisa menjadi laki-laki yang lebih baik lagi, jadikan ini sebagai pembelajaran untuk kedepannya." Kata ayah bijak.


"Ya ayah, terima kasih, aku sangat mencintai cista ayah tapi aku juga sudah terlalu banyak membuat ia terluka, maafkan aku ayah."


"Sudahlah, ayah sudah memaafkanmu ."


Dzakypun pulang dari rumah cista membawa segala sesal yang menyesakkan dada. Ya dzaky sangat menyesali perbuatannya yang sudah berselingkuh lebih dari sekali selama pernikahannya dengan cista ia baru merasakan bahwa cista sangat berarti setelah cista menyerah dan meninggalkannya.


Cinta yang dulu ia perjuangkan sekuat tenaga harus ia lepaskan karena api yang ia nyalakan. Dalam hatinya masih berharap untuk kembali bersama cista, ia akan selalu berdoa agar cista memberinya kesempatan sekali lagi.

__ADS_1


Egois sekali kamu dzaky, setelah kamu berpoligami walau itu atas izin dari cista sekarang kamu justru ingin menyakiti madumu juga. Sudahlah dzaky, terima saja semua takdir ini, lepaskan cista biarkan ia bahagia dengan hidupnya tanpa kamu yang sering menggoreskan luka.


__ADS_2