Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
38


__ADS_3

"Tunggu-tunggu , Saudara MC saya minta waktunya sebentar lagi. "


"Silahkan dzak."


"Terima kasih." "Teman-teman, karena lamaranku telah di terima jadi aku mengundang kalian semua untuk menghadiri acara pernikahan kami. Insyaallah akan kami selenggarakan seminggu dari sekarang di kampung halaman kami, dan dua minggu dari sekarang di Bandung tepatnya di kediamanku di jl. XX. Mohon kehadirannya dan terima kasih."


*********


"Selamat dzak, akhirnya cintamu bersambut." Kata kak yusuf saat kami sampai di area parkir.


"Terima kasih kak."


"Jaga dia baik-baik, jangan pernah menyakitinya."


"Insyaallah kak."


"Cista, berbahagialah."


"Kak yusuf juga, bukalah hati kakak untuk kak lyla,istri yang selalu mengurus dan menemanimu."


"Baiklah anak manis,doakan yang terbaik untukku ya."


"Tentu. Kalau gitu kami permisi mau pulang dulu kak."


"Oh. Ya, hati-hati."


Hari ini, aku sangat bersyukur sekali. Mendapat kebahagian yang berlipat ganda dari yang maha pemberi. Menjadi lulusan terbaik serta mendapat beasiswa untuk melanjutkan S2, serta mendapat lamaran romantis dari orang yang sangat mencintaiku. Aku juga mencintainya kok,tenang saja, hehehe. Hanya saja aku tidak ingin mencintainya begitu dalam, karena aku takut kecewa dan di tinggalkan. Jadi mencintainya secara biasa saja, agar tidak terlalu sakit jika terluka.


kling klong kling klong bunyi notifikasi pesan di ponselku.


Aku buka pesan yang berisi video itu. Di dalam video itu terekam adegan mesum antara kak dzaky dan seorang wanita yang aku kenal, wanita yang selalu menjadikanku musuh saat di SMA dulu. Ia mantan kekasih kak dzaky.


"Kak dzaky."


"Ya sayang."


"Kita ke taman di depan sana sebentar."

__ADS_1


"Oke."


"Kak, tolong jelaskan semua yang terekam di video ini." Kataku padanya sambil menyerahkan ponselku setelah kami duduk di bangku taman.


"Ok. Aku lihat dulu ya."


Ia mulai menonton video itu, hanya sebentar menonton lalu ia menyerahkan kembali ponselku.


"Aku sudah tau hal ini akan terjadi cepat atau lambat. Adegan di dalam video itu sudah lama, kalau tidak salah ingat saat kamu masih jadi siswa baru di SMA. Aku bahkan tidak tau kalau ada yang merekamnya. Apa kamu masih meragukanku?"


"Jujur saja , aku sedikit ragu. Aku takut jika suatu hari nanti kamu akan meninggalkanku setelah bosan."


"Itu tidak akan terjadi, aku janji. Kamu tau sendiri kan sejak aku mengenalmu aku lebih memilih untuk jomblo, hanya karena menunggu dan menantimu tanpa bosan. Jadi kamu tenang saja aku tidak akan pernah bosan mencintaimu. Hehe."


"Ya, aku tau itu. Tapi banyak mantanmu yang masih sering mengganggumu."


"Kamu hanya perlu percaya padaku. Jangan terlalu banyak berfikir yang tidak baik, itu akan menjadi doa. Berfikirlah yang psitif maka itu akan menjadi doa yang baik untuk kita."


"Baiklah. Kita pulang, seminggu lagi kita akan bertemu di pelaminan."


"Ya, harus."


"Aku tidak bisa menahan rindu jika harus di pingit seperti itu. Tidak bertemu sehari saja sudah rindu setengah mati,apalagi seminggu."


"Sabarlah, hanya seminggu, setelah itu kita bahkan akan menghabiskan setiap detiknya bersama."


"Kalau begitu pulangnya nanti saja, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat."


"Baiklah, karena aku merasa kasihan jadi aku akan menuruti kemauanmu."


"Dasar. Bilang saja kalau kamu juga masih ingin menghabiskan waktu bersamaku."


"Siapa bilang, aku bahkan ingin segera pulang karena sudah lelah, jangan terlalu percaya diri begitu."


"Ya ya terserah kamu saja lah."


Hehehe,tawa ringan kami kompak.

__ADS_1


25 menit kemudian sampailah kami di sebuah rumah yang lumayan besar dengan kebun yang luas serta kolam renang di area belakang rumah.


"Rumah siapa mas?"


"kamu manggil aku apa?"


"Mas, kenapa? Ngga suka?"


"Suka, suka sekali.Aku ingin kamu selalu memanggilku dengan sebutan mas."


"Mas, ini rumah siapa?"


"Rumah kita, aku menabung sejak lama, sejak jatuh cinta padamu. Lulus SMA aku membeli tanahnya lalu dua tahun yang lalu aku mulai membangun rumah ini. Aku membangunya khusus untukmu, kamu suka?"


"Suka,ini rumah impianku."


"Aku tau,ini memang rumah impianmu."


"Darimana mas dzaky tau?"


"Dari sebuah gambar di kamar kak rei."


"Gambar di kamar mas rei, maksudnya?"


"Sebenarnya, rumah ini di desain khusus oleh kak rei untukmu, tapi takdir berkata lain karena kak rei meninggalkan kita ,jadi aku mewujudkannya untukmu."


"Mas dzaky tidak cemburu?"


"Tidak, aku tidak akan cemburu pada cinta kalian. Aku justru akan mengenang cinta abadi kalian karena berkat cinta kalian aku banyak belajar arti sebuah cinta. Kita akan mengenang dan mengingat kak rei lewat rumah ini."


Aku menganggukkan kepalaku, tanpa terasa air mata yang sedari tadi menggenang menetes dengan sendirinya membanjiri pipi.


"Hei, sayang jangan menangis."


"Aku terharu, terima kasih karena telah mencintaiku dengan tulus, terima kasih karena mau menerima masa laluku."


"Aku mencintaimu cista." Katanya sambil menatapku begitu dalam, wajahnya mulai mendekat ke wajahku hingga bibir kami bertemu. Ia mengecup bibirku, menempelkan bibirnya lumayan lama dan terjadilah ciuman itu.

__ADS_1


__ADS_2