
Mari kita melihat sebentar kehidupan Dzaky saat ini. Setelah berpisah dengan cista ia masih betah dengan kesendiriannya, ia masih belum bisa move on dari mantan istrinya yang bahkan sampai sekarang masih sangat ia cintai sedalam samudera.
Dzaky menyibukan dirinya dengan mengembangkan beberapa usaha di kota kelahirannya Purwokerto,mulai dari caffe,toko pakaian dan sebuah toserba.
Ia seakan menutup dirinya dari kaum hawa, setelah menyaksikan cista menikah kembali ia menjadi terpuruk karena menyadari semua kesalahannya selama hidup bersama cista. Kini ia menyadari bahwa ia begitu mencintai cista dan sekarang semua terlambat karena ia telah kehilangan seorang bidadari surga. Ia kehilangan seorang istri yang solehah,cantik,pintar dan penyabar seperti cista. Ya penyesalannya sudah terlambat,sangat terlambat.
"Sampai kapan kamu akan terus seperti ini dzak?"
"Sampai cista kembali padaku ma."
"Jangan gila dzak, cista sudah bahagia dengan kehidupannya yang baru."
"Maka aku akan selalu menunggunya ma, sampai nafas ini berhenti,sampai jantung ini tak lagi berdetak."
"Sudahlah terserah kamu dzak mama pusing kalau ngomong sama kamu."
"Aku berangkat dulu ke toko ma,mama hati-hati di rumah ya."
"Hmmm."
Dzakypun meninggalkan rumahnya, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju toserba yang ia bangun dan mulai beroperasi beberapa bulan yang lalu. Ia memutuskan untuk mengelola toserba itu sendiri sampai semua stabil , setelah itu baru ia akan mencari orang yang bisa di percaya untuk menjadi pemimpin di toserbanya.
Sebenarnya banyak sekali wanita yang mendambakannya menjadi suami tapi ia seakan membuat tembok yang menjulang tinggi agar ia tak dapat di raih oleh siapapun. Ia memutuskan untuk tetap menduda. Ia tak ingin menyakiti seorang perempuan lagi, jadi baginya, sendiri itu lebih baik.
Kita kembali ke cista dan haris yang sedang fokus membuat adonan boneka lucu tanpa kenal lelah dan waktu, giling terus setiap ada kesempatan di depan mata. Mereka seakan tidak pernah bosan melakukannya bahkan ini sudah satu bulan sejak mereka menikah tapi geloranya masih saja membakar setiap detik waktu yang mereka lalui.
"Sayang, sayang bangun." Cista berbisik di telinga suaminya sembari menggoyangkan badan sang suami perlahan.
"Hmmmm." jawab haris yang masih setia memejamkan mata.
__ADS_1
"Aku mau ke pasar kaget,ini kan hari minggu. Ayo bangun sayang."
"Hmmm." Haris merasa susah untuk membuka matanya,kantuknya seakan mendarah daging, sepertinya haris kelelahan karena terlalu bersemangat membuat adonan.
"Sayang bangun atau aku pergi sendiri."
"Oke, oke mas bangun."
"Nah gitu dong. Buru mandi sana , aku tunggu buat shalat jamaah."
"Baiklah sayang."
Harispun masuk ke kamar mandi, sedangkan cista pergi ke kamar hito.
"Hito."
"Ya mah."
"Sudah mah,baru selesai mandi."
"Oke , anak pintar. Setelah shalat kita joging sekalian ke pasar kaget, siap-siap ya."
"Oke mah."
"Ya sudah mama juga mau shalat dulu."
Cistapun kembali ke kamarnya dan menyiapkan pakaian untuk sang suami. Selesai shalat dan bersiap dengan memakai pakaian olahraga serta beberapa skincare cistapun menyiapkan tiga gelas susu untuk mengisi perut mereka tak lupa ia juga menyiapkan bekal minum
Selesai meminum susunya haris menemui pak nino .
__ADS_1
"Pak nino, udah ngopi aja jam segini,hehehe."
"Ya ni mas, biasa sambil telponan sama yayang di kampung"
"Aduh so sweet , kapan ibu ke sini pak?"
"Kalau libur sekolah mas."
"Sebentar lagi dong. "
"Ya mungkin dua minggu lagi. Ngomong-ngomong mas haris tumben nyamperin saya subuh-subuh, ada apa gerangan?"
"Nanti pak nino nyusul ke pasar kaget ya , bawa mobil. Biasa takut si nyonya kalap belanjanya kan males nenteng-nenteng banyak plastik."
"Siap mas laksanakan. Nanti jam enam saya langsung meluncur, sekalian lihat-lihat juga."
"Okelah kalau begitu saya meluncur duluan ya pak."
"Siap mas haris."
"Mas darimana?"
"Nemuin pak nino sayang."
"Oh. Ayo berangkat. Tapi jangan lari ya mas, kita jalan santai saja."
"Kenapa?"
"Mmm, pokoknya jalan aja titik." Cista tampak berfikir sesuatu yang jawabannya ia sendiri belum yakin.
__ADS_1
"Baik-baik kanjeng ratu."