Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
112


__ADS_3

Di tempat lain,tepatnya sebuah desa yang masih sangat asri tampak seorang pemuda yang sedang menikmati sejuknya pagi di sekitar sawah tempat tinggalnya. Tak lupa sebuah ani-ani tampak tergenggam kuat di jemarinya yang kokoh.


Pagi itu musim panen tiba, pemuda yang bernama Arsya itupun sangat bersemangat untuk membantu sang ayah memanen padinya. Beberapa petak telah ia selesaikan saat sang ibu meneriakan namanya. Rupanya ibunya datang membawa sarapan untuk mereka.


"Arysa kita sarapan dulu, kamu tunggu sebentar ya, ibu panggil ayahmu dulu."


"Oke ibu ratu." Arsyapun menuju ke gubug di tengah sawah ayahnya, ia buka bekal sarapan yang dibawa ibunya dan menyiapkan makanan ke dalam piring untuk ibu dan ayahnya. Setelah ayah dan ibunya datang merekapun satapan bersama dengan nikmatnya. Terlebih ibunya memasak sayur dan lauk kesukaannya, yaitu sayur daun pepaya dan ikan goreng.


Sementara Arsya sedang sarapan kita pindah dulu ke kehidupan Calli yang tampak sedang menahan kesal karena tak sengaja di tabrak oleh seorang pria arogan.


"Jalan pakai mata dong, jasku jadi kotor karena menabrakmu."


"Hello, lu yang nabrak kenapa gue yang di salahin."

__ADS_1


"Loe ngga tau siapa gue?"


"Lebih tepatnya gue ngga mau tau." Jawab Calli dengan judes. Lalu pergi begitu saja menuju ruangan sang papa di ikuti Vano yang selalu berjalan di sampingnya bersiaga menjaga sang nona muda.


"Dia salah satu menager kita calli. Sepertinya dia salah satu kandidat manager yang akan kita lengserkan karena sikapnya yang semena-mena kepada karyawan lain selain itu dia juga terkenal sebagai pemain wanita."


"Benarkah, siapa namanya kak?"


"Mmmm, aku lupa siapa namanya hehehehe."


"Aku cuma ingat Calli seorang."


"Aahhh sudahlah, ayo kita segera ke ruangan papa dan mulai bekerja."

__ADS_1


"Siap bu bos."


Setelah beberapa jam berlalu Callipun telah mencatat beberapa karyawan yang akan dia disiplinkan. Ia menyuruh seluruh karyawan untuk berkumpul di ruang rapat.


"Selamat siang semuanya? Saya Calli , wakil CEO. Saya merupakan putri dari pak Haris, kebetulan beliau sedang ingin istirahat di rumah menemani mama saya tercinta, jadi mulai hari ini saya yang akan mengambil alih seluruh hal yang berkaitan dengan usaha keluarga kami. Oke tanpa perlu panjang lebar lagi, saya mengumpulkan kalian disini untuk meninjau kinerja kalian selama beberapa waktu ke belakang dan memutus hubungan kerja dengan kalian yang tidak memenuhi kriteria yang kami harapkan."


"Ada beberapa nama yang sudah saya kantongi, bagi nama yang tidak saya panggil silahkan keluar dari ruangan ini dan lanjutkan pekerjaan kalian. "


"Kepada lima orang yang masih ada di hadapan saya, saya minta maaf karena harus memecat kalian, nanti pak Vano akan menyerahkan gaji dan pesangon kalian tentunya setelah saya keluar dari ruangan ini. Sekali lagi kami pihak perusahaan mengucapkan terimakasih atas kerja keras kalian selama ini dan maaf kalau kami harus memutus hubungan kerja dengan kalian."


Setelah menyelesaikan urusan di hotel itu calli dan Vano memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan pekerjaan yang pasti akan memakan waktu dan emosinya .


"Ohhh jadi itu cewe anaknya pak Haris, gue harus bisa deketin dia, kalau bisa gue harus jadi suaminya biar kehidupan gue terjamin kedepannya, hajahahahaha." Ucap Rega dalam hatinya.Rega adalah orang yang tadi pagi bertabrakan dengan Calli di lobi hotel, ia juga salah satu karyawan yang harus di pecat karena kinerjanya yang buruk.

__ADS_1


Akankah niat jahat Rega terlaksana? Kita tunggu saja kelanjutan kisahnya.


( Maaf ya para pembaca saya jarang sekali update karena ngga tau kenapa sejak hamil bawaanya malas pegang hp walaupun mual muntahnya udah berhenti, hamil yang sekarang saya lebih suka bersih-bersih, segala macam di bersihkan. )


__ADS_2