
Menjelang sore hari cista menuju caffe di antar oleh Pak Nino .
"Pak Nino setelah ini tolong ke bengkel X ya ketemu sama orang yang tadi pagi mobilnya aku tabrak,namanya haris."
"Baik nak cista,tapi nak cista tidak apa-apa kan?"
"Ngga kok pak cuma mobil yang lecet."
"Syukurlah."
"Pakailah kartu ini pak ,pinnya nanti aku wa ya pak."
"Baik nak."
"Hati-hati ya pak."
"Siap bos, hehehe." Jawab pak nino sedangkan cista hanya menggelengkan kepalanya. Ia sudah hafal dengan kelakuan pak nino yang sudah ia anggap keluarga itu. Orangnya konyol tapi penyayang, cista sudah mengenalnya dari bayi karena ia tetangga di kampung itu makanya ayah cista mengirim pak nino untuk jadi sopirnya, selain sudah kenal betul pak nino sangat menyayangi cista seperti anaknya sendiri, jadi ayah cista merasa aman melepas cista berada jauh darinya, ayah cista melakukan itu sejak dzaky mulai berulah setahun yang lalu.
Cistapun masuk ke dalam riesta caffe,menyapa seluruh karyawannya sebelum masuk keruangannya di lantai atas.
"Siang menjelang sore semuanya."
"Siang kak cista."
"Kalian sehat kan?"
"Alhamdulillah sehat."
"Bagus, teruskan pekerjaan kalian. Aku ke atas dulu ya."
"Siap bos."
Sementara itu di bengkel haris sedang harap-harap cemas menanti kedatangan cista. Ia begitu berharap kalau cista yang akan datang ke bengkel bukan sopirnya namun harapannya pupus kala pak nino datang dan bertanya namanya.
"Dengan pak haris."
"Ya benar, anda siapa? Ada perlu apa?"
"Saya sopirnya nak cista, saya di perintahkan untuk ke bengkel dan bertemu dengan anda,nama saya nino."
"Oh, lalu cistanya di mana pak nino?"
"Cista sedang ngecek caffe tak jauh dari sini."
"Caffe apa pak?"
"Riesta caffe pak haris, tapi biasanya ia akan keliling dari caffe satu ke caffe yang lain."
"Apa itu caffe milik cista?"
"Betul pak haris, kalau tidak salah ada lima caffe. Tapi yang dua di urus oleh temannya, cista hanya datang sebulan sekali ke sana sedangkan yang tiga lainnya di urus sendiri olehnya."
"Pekerja keras ya?"
"Dari kecil memang seerti itu anaknya pak haris."
"Panggil saya haris saja pak nino."
__ADS_1
"Takut tidak sopan."
"Saya kan lebih muda pak nino, justru saya akan tidak sopan jika membiarkan anda memanggil saya sehormat itu."
"Baiklah nak haris."
"Nah seperti itu kan lebih enak di dengar pak,hehehe."
Dua jam kemudian mobilpun sudah selesai.
"Aku dan cista sudah sepakat untuk saling membayar biaya perbaikannya pak nino,jadi pak nino cukup bayar perbaikan mobil saya sedangkan saya membayar biaya perbaikan mobil milik cista."
"Baik nak haris."
Setelah membayar pak ninopun pamit undur diri kembali ke caffe untuk menjemput cista. Sementara haris kembali ke kantornya dengan wajah murung karena gagal bertemu lagi dengan cista. Tapi dia juga sudah bertekad untuk mendekati cista lewat doanya, semoga Allah menjadikan cista sebagai jodohnya.
Wajah murungnya kembali ceria ketika mengingat pertemuan -pertemuannya dengan cista,hingga tanpa sadar ia senyum-senyum sendiri dalam lamunannya.
Sesampainya di kantor ia bertemu dengan ayah dan ibunya.
"Pah anakmu mulai gila kayaknya dari tadi senyum-senyum sendiri seperti itu."
"Jangan ngawur ngomongnya mah, paling dia lagi seneng."
"Aku mau kepo ah pah, hehehe."
"Hmmm sana tanya."
"Nak, di kantor kok melamun sambil senyum-senyum sendiri sih, kenapa?" Tanya bu laila pada anak sulungnya itu.
"Eh mamah , sejak kapan datang?"
"Ada deh mah."
"Kamu lagi jatuh cinta ya?"
"Emmm, ngga tau mah. Tapi wajahnya selalu terbayang sejak pertama ketemu ."
"Ketemu siapa nak?"
"Namanya cista ma, ini fotonya."
"Orang wajahnya ketutup cadar gini nak, kok bisa terbayang -bayang gitu."
"Hehehe, ya ya mah, tapi aku yakin wajahnya cantik mah, suaranya lembut tapi penuh ketegasan, dia juga mandiri, tapi kadang terlihat sisi manjanya, tatapannya menghanyutkanku mah. "
"Mamah jadi penasaran deh."
"Aku selalu deg-degan mah, jantungku serasa mau copot setiap kali bertemu dengannya, padahal waktu sama rima aku ngga pernah ngrasain kaya gini."
"Itu namanya cinta nak, perjuangkanlah jangan lupa berdoa pada sang maha pemilik, kamu berhak bahagia."
"Insyallah mah, aku yakin Allah pasti memberi apa yang aku butuhkan."
"Ya sudah mamah ke ruangan papahmu dulu."
"Oke mah. Nanti aku nyusul."
__ADS_1
Walaupun seluruh urusan kantor sudah di serahkan pada haris tapi pak cipto tetap sesekali kekantor untung mengecek dan mengawasi pekerjaan anaknya itu.
Pulang dari caffe cista mampir membeli beberapa lauk di tempat makan pinggir jalan, karena di rumah kedatangan orang tua dan saudaranya sedangkan ia belum sempat memasak.
"Astagfirulloh. Maaf mas, saya ngga sengaja." Kata cista yang tak sengaja bertabrakan dengan seorang laki-laki yang ternyata haris.
"Santai cis, ini aku."
"Mas haris."
"Ya, hehehe. Ketemu lagi kita, jodoh kayaknya cis."
"Maaf ya mas, cista buru-buru soalnya ayah dan semua kakakku datang ke rumah."
"Ya cis, ngga masalah lagian ngga ada yang tumpah kok."
"Syukurlah, maaf sekali lagi ya mas, aku permisi."
"Oke, sampai jumpa."
"Mamah lihat orang yang tadi bertabrakkan denganku?"
"Ya lihat orang di depan mata nak."
"Itu yang namanya cista mah."
"Cantik ya nak walaupun kita cuma lihat matanya aja."
"Ya mah, aku ingin dia menjadi istriku mah."
"Lamar lah."
"Ngga semudah itu mah, dia baru saja bercerai dengan suaminya?"
"Kok bisa?"
"Suaminya selingkuh mah, terus menikah siri dengan selingkuhannya. Karena ngga sanggup di madu jadi cista mengalah dan mengajukan perceraian."
"Oh. Kasihan,kurangnya apa coba, kalau di lihat ia baik dan sopan."
"Kata pak nino sih emang lakinya mah yang ngga puas hanya dengan satu wanita."
"Pak nino itu siapa?"Ada laki gitu ih, mamah suka geram deh."
"Pak nino itu sopirnya mah,tapi kemarin aku lihat lakinya sudah menyesal sih mah, pas di pengadilan lakinya nangis-nangis minta maaf tapi cistanya udah ngga mau ngasih kesempatan lagi."
"Bagus, emang laki kaya gitu harus di tinggalkan."
"Kejar nak papah mendukungmu."
"Semoga saja ya pah, Allah menakdirkan dia untukku."
"Amin."
"Kamu udah kenal banget ya nak?"
"Ngga juga si mah,hanya saja Allah selalu mempertemukanku dengannya secara tak terduga."
__ADS_1
"Mungkin memang jodoh nak."
"Semoga saja ya mah."