
Makan malampun usai kami masih asik berbincang di ruang keluarga, bersenda gurau melepas rindu pada ayah. Tiba-tiba ayah menanyakan hal yang tak terduga.
"Anak-anak ayah kehilangan surat-surat tanah ayah. Maaf karena tak bisa menjaga hak kalian."
"Hahahaha, ayah lucu." Selaku . Melihat wajah kusut ayah yang tampak lucu.
"Ayah serius cis, itu harta ayah yang akan di wariskan pada kalian setelah kalian semua menikah."
"Emang benaran hilang?" Tanya kak Citra.
"Ya, semuanya hilang dari lemari ayah."
"Semuanya kami simpan dengan baik ayah."Sela kak yahya.
"Maksudnya?"
"Semua karena cista ayah, cista membawa semua dokumen penting itu ke sini karena dia tidak pernah mempercayai tante mira."
"Syukurlah kalau semuanya ada pada kalian. Simpanlah setelah citra dan cista menikah ayah akan membaginya secara adil."
"Baik ayah."
__ADS_1
"Oh ya, sekarang ayah sudah bercerai dengan perempuan itu. Dia hanya menginginkan tanah ayah, untung saja ayah tidak pernah mendaftarkan pernikahan kami jadi dia tidak bisa menuntut apapun. Terima kasih karena kalian mau memaafkan ayah. Sekali lagi ayah mohon maaf, ampuni ayah kalian ini."
"Semua sudah berlalu ayah. Kami sudah memaafkan ayah. Semoga kelak ayah bisa menemukan perempuan baik-baik untuk menjadi ibu baru kami. Heheheheheh." Kata kak clara .
"Dasar. Emang mau dek punya ibu baru?" Tanya kak Yahya dengan nada bercanda kepadaku.
"Ngga sih , ngga mau. Heheheh. Tapi kalau perempuannya baik tidak masalah, asal ayah bahagia."
"Ayah, citra di lamar seorang pria, apakah ayah akan menyetujuinya? Kata kak citra tiba-tiba dan membuat kami kaget. Karena selama ini kami tidak tau kalau ia memiliki kekasih.
"Suruhlah dia menemui ayah besok di sini."
"Baik ayah."
Ke esokan harinya , datanglah sebuah mobil ke rumah kak clara. Mobil sederhana yang banyak di miliki oleh orang jaman sekarang. Avanza berwarna putih, turunlah seorang laki-laki yang lumayan tampan dari balik kemudi di ikuti oleh sepasang suami istri dan dua orang gadis . Gadis yang serupa tapi tak sama, tampaknya mereka kembar. Aku bilang serupa tapi tak sama karena wajah mereka tidak bisa di bedakan hanya penampilan mereka saja yang bisa di bedakan. Yang satu anggun dan yang satu tomboi.
Ku tutup jendela kamarku karena hari sudah senja.Aku mendengar salam dan ketukan pintu, pasti itu orang yang baru turun dari mobil. Ah, mungkin ini calon kak citra, wah pintar sekali dia mencari pria tampan, eeeh tapi masih tampan mas reihanku, hehehe.
Pembicaraan merekapun usai, aku turun dan bergabung dengan mereka. Kak citra mengenalkanku pada mereka. Ia mengatakan aku adik kecilnya yang cantik ,pintar dan membanggakan. Betapa senangnya aku, bak terbang ke nirwana, hehehe, aku suka sekali kalau keluargaku membanggakanku di depan orang lain.
"Adik kamu cantik sekali cit." Kata kak varel memuji.
__ADS_1
"Ya, kita kakaknya kalah jauh pokoknya."
"Kalian semua anak ayah yang cantik."
"Hay kak cista, kami fans beratmu loh di sekolah."
"Hay adik-adik kelasku. Hehehe. Makasih loh."
"Jadi kak varel, kak cista ini terkenal karena pintar dan cantiknya di sekolah. Dia ini smart angel , julukan keren yang kami berikan di sekolah."
"Wah wah wah, anak ayah terkenal sekali."
"Ya om, bukan lagi. Tapi semua cowok yang suka sama kak cista di tolak."
"Jual mahal kali kamu dek."Sela kak Yahya.
"Biarin,suka-suka cista lah. Yang penting kan prestasi kak, bukan pacaran."
"Siplah, Bagus bagus."Sambung kan clara.q
Obrolan seru itu terjadi setelah perundingan waktu pernikahan. Acaranya akan di gelar di Banyumas sebulan yang akan datang .
__ADS_1
Aku tidak menyangka ternyata calon kakak iparku memiliki adik kembar yang lucu,cerewet dan asik di ajak ngobrol. Banyak hal yang kami obrolkan hingga malam tiba. Setelah isya merekapun berpamitan untuk pulang ke rumah mereka di dekat stasiun kiara condong.
Karena keputusan calon suaminya kak citrapun berhenti bekerja, kak varel ingin kak citra fokus menjadi ibu rumah tangga serta merawat kedua orang tuanya yang sudah menua karena usia. Kak Citrapun menurutinya, sebelum kembali ke Banyumas, ia menghabiskan waktunya bersamaku dengan memasak, dan berjalan-jalan mengelilingi kota Bandung.