
3 bulan berlalu, aku masih menanti malaikat kecil hadir di rahimku. Penantian panjang yang menyenangkan, kanapa aku bilang menyenangkan, karena dalam penantianku ada hito yang sanggup mengalihkan kesedihanku. Kesibukanku mengurus hito dan usaha toko onlineku mampu membuatku melupakan sejenak rasa sedih karena belum kunjung hamil, walau kala sendiri rasa sedih itu masih sering mendera.
Hari ini aku akan mengantar hito ke sekolah, hari pertama masuk sekolah hito sangat senang, wajahnya begitu ceria, akupun jadi tertular kebahagian itu. Senyum dan tawa senantiasa menghiasi wajah kami.
"Mama nanti di sekolah banyak temannya ngga?" Tanya hito saat aku sedang fokus mengemudi.
"Ya, nanti hito akan punya banyak teman di sana. Tapi hito harus janji akan jadi anak yang baik, oke ! Hito tidak boleh berantem , sesama teman harus saling menyayangi, saling berbagi, dan saling membantu."
"Siap ratu, hamba akan jadi anak yang baik."
"Anak pintar. Ya sudah habiskan sarapanmu sebelum kita sampai di sekolah. Besok hito harus bangun lebih pagi lagi, supaya bisa sarapan di rumah."
"O ke ma ma." Jawabnya terbata karena mulutnya penuh oleh makanan.
Sesampainya di sekolah, aku mengambil tissu basah untuk membersihkan mulut hito, tak lupa aku juga membersihkan tangannya yang terkena minyak akibat makan ikan goreng. Setelah semua bersih, aku mengambil selembar uang 10 ribuan untuk bekalnya walaupun aku sudah membekalinya makanan dari rumah. Aku takut dia akan ngiler melihat teman-temannya jajan di kantin, hehehe.
"Sayang ini uang untuk bekalmu, takutnya kamu ingin ke kantin."
"Aku lebih suka masakannya mama."
"Ah anak manis, mama jadi senang nih di puji, hehe. Tapi hito harus tetap membawa uangnya, kalaupun tidak di pakai hito bisa memasukannya ke celengan setelah pulang sekolah nanti,oke."
"Ya mama, terima kasih."
__ADS_1
"Sama-sama, sekarang masuklah ke kelas, tuh bu guru sudah menunggu. Nanti hito harus menunggu mama di sini sampai mama menjemputmu."
"Oke." Jawabnya sambil mengacungkan ibu jarinya.
(Sambil nunggu hito pulang sekolah mending aku ke pasar, siapa tau nemu sesuatu yang menarik dan bisa di jual lagi, hehehe) , gumamku.
Benar saja sesampainya aku di pasar aku melihat banyak barang-barang menarik. "Kalap deh pasti gue."
Aku membeli beberapa model pakaian mulai dari kaos, celana , dalaman, outer, jaket, gamis, hijab ,tas,sepatu dan masih banyak lagi. Aku membeli semua itu untuk di jual kembali tapi ada beberapa yang khusus beli buat diriku sendiri hehehe.
Selain pakaian aku juga membeli beberapa peralatan dapur, skincare dan alat make up dari beberapa brand
,tak lupa membeli jajanan , asik asik, hihihi.
"Mama, lihat aku dapat bintang 3." Ucap hito sambil berlari ke arahku dan menunjukkan hasil belajarnya hari ini.
"Waaahh anak mama pintar sekali, besok harus dapat bintang 3 atau 4 atau bahkan 5 oke."
"Siap mama."
"Sekarang kita pulang, pasti sebentar lagi papa pulang untuk makan siang."
"Ayo ma, aku juga ingin segera menunjukkan bintang ini pada papa."
__ADS_1
"Oke,lets go."
"Hito kangen mama hesti ngga?"
"Ngga, hito ngga mau ketemu mama hesti, mama hesti jahat, ngga sayang sama hito."
"Ngga boleh seperti itu bagaimanapun juga mama hesti orang yang melahirkan hito jadi hito harus tetap menghormatinya ."
"Akan hito pikirkan." jawabnya sambil cemberut.
"Assalammu'alaikum. " Ucapku sesaat setelah membuka pintu rumah. " Hito ganti baju, lalu cuci tangan dan kaki, setelahnya bereskan seragam dan juga tasnya,oke."
"Oke ma."
"Anak pintar, nanti akan mama periksa sudah rapi atau belum."
Anak itupun berlari menuju kamarnya, sementara aku menurunkan barang-barang yang tadi aku beli lalu meletakkannya di ruangan khusus untuk menyimpan barang jualan onlineku. Ruangan berukuran 5 X 10 meter yang khusus di bangun untuk ku jadikan toko.
"Waaahh, anak mama pintar sudah bisa merapikan semuanya sendiri, tolong seragamnya di jemur supaya tidak bau apek, sepatunya juga jangan lupa kaos kakinya taruh di keranjang pakaian kotor ya."
"Ya ma."
"Hati-hati saat melakukannya sayang."
__ADS_1
"Ya mama sayang,hehehe."