
Pagi ini kampus masih begitu sepi, aku sengaja berangkat lebih awal karena ingin mencari dan meminjam beberapa buku di perpustakaan untuk referensi menyusun skripsi.
Aku mencari buku yang ku inginkan di beberapa rak. Haaaaapp, ada seorang yang membekap mulutku menggunakan kain, aku berusaha melepaskan diri dari orang itu, tapi kepalaku semakin pusing dan akhirnya aku tak sadarkan diri.
Aku membuka mataku perlahan, aku mencoba melepas ikatan tali dipergelangan tanganku. (Ya Allah tolonglah aku),Batinku.
"Sial, ikatannya sangat kuat, susah sekali di lepas. Siapa lagi yang menculikku sekarang?" Ucapku pelan.
Kkrreekkk, suara pintu terbuka. Tak tak tak suara orang berjalan. Ia semakin mendekat, aku semakin mengenal orang itu, Rian dan Siska.
"Mau apa lagi kalian menculikku?"
"Santai cista, aku hanya ingin bersenang-senang denganmu."
"Apa salahku pada kalian?"
"Salahmu adalah menjadi anak handoyo." Jawab Rian,sedangkan aiska hanya diam dan menonton dengan bahagia.
"Rian, bersikaplah dewasa jangan kekanak-kanakkan seperti ini. Harusnya aku yang marah dan dendam terhadapmu. Kamu tau ibumu datang ke rumahku mengajak ayahku pergi meninggalkanku yang masih kecil. Setelah mereka pulang apa yang terjadi ibumu berusaha mencuri surat-surat tanah kami, lalu ayahpun menceraikan ibumu. Aku tidak tau apa yang terjadi setelah itu pada ibumu. Rian dengar maafkanlah ibumu maka rasa bencimu akan hilang dengan sendirinya. Berdamailah dengan dirimu sendiri."
__ADS_1
"Kamu bisa berkata seperti itu karena kamu tidak ada di posisiku cista, jadi diamlah aku ingin sekali mencicipi bibirmu, manis sekali. Aku juga ingin memakan seluruh tubuhmu, sepertinya nikmat. Aku tidak bisa membayangkan betapa nikmat tubuhmu ini. Kamu begitu memesona, andai kamu bukan anak Handoyo pasti akan aku jadikan istri."
"Hahahahaha, Rian rian, kamu payah . Aku juga berada di posisi yang sama seperti dirimu. Aku kehilangan ibuku di usia 7 tahun lalu ayahku pergi dari rumah bertahun-tahun dengan ibumu. Kamu pikir aku tidak menderita akan hal itu, aku sama menderitanya seperti dirimu rian. Aku juga tidak mendapat kasih sayang dari ayahku sejak itu."
"Ya tapi kamu masih punya banyak orang yang mempedulikanmu, kamu masih beruntung cista." Katanya sambil memeluk tubuhku dari belakang ,menciumi punggungku tanpa melepas ikatan di tanganku.
"Rian, kita bisa berteman baik, jangan seperti ini terus. Aku mohon,lepaskan aku. "
"Tidak, aku tidak akan melepaskanmu, dengan menodaimu maka ayahmu akan sedih dan hancur. Itu akan membuatku bahagia,hahahaha."
"Jangan Rian aku mohon, bunuh saja aku. Aku lebih rela di bunuh daripada harus merelakan kesucianku."
"Jangan, aku mohon. Lepaskan aku." Kataku saat rian mulai membuka kemeja yang ku kenakan, ia menciumi dadaku dengan lembut. (Entahlah aku merasa dia tidak benar-benar membenciku, karena dia melakukannya dengan lembut , kecupan -kecupan yang ia berikan begitu penuh cinta).
Tiba-tiba seorang datang mendobrak pintu, memukul kepala siska hingga pingsan, lalu memukul Rian yang masih berusaha menjamah tubuhku. Seketika itu pula Rian jatuh ke lantai karena pingsan.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah ,Engkau mengirimkan pertolongan untukku." Ucapku dalam hati sambil terus menangis.
"Cista, kamu tidak apa-apa kan?"
__ADS_1
"Kak dzaky, hiks hiks hiks."
"Huuusstt, tenanglah, ada aku di sini. Kita harus segera pergi dari sini sebelum mereka bangun." Katanya sambil membuka tali di tangan dan kakiku.
Ia membuka jaketnya, memakaikannya padaku. "Ayo cepat, atau mau di gendong." Ucapnya sebelum meraih tubuhku untuk di gendong bak bayi besar. Hehehe. Ia berlari keluar dari gedung kosong itu sambil terus menggendongku, mendudukkanku di samping kemudi lalu langsung melajukan mobilnya pergi dari tempat itu.
"Terima kasih kak,kalau kakak terlambat aku tidak tau apa yang akan terjadi."
"Tenanglah, aku akan melakukan apapun untukmu. Jangankan menolongmu, mati demi kamu saja aku rela."
Di antarkannya aku pulang.
"Darimana kakak tau aku di culik?"Tanyaku
"Aku mengikuti Rian ketika melihat dia menggendongmu dalam keadaan tidak sadarkan diri. Tapi aku sempat kehilangan jejak karena terhalang lampu merah selama 5 menit. Tapi untungnya aku menemukanmu karena melihat mobil Rian di depan gedung kosong."
Tiba-tiba dia menghentikan mobilnya. Menarik tengkukku dan mencium bibirku dengan begitu lembut, seakan sedang membersihkan bekas bibir Rian di sana.
"Maaf, aku hanya membersihkan bekas ciumannya Rian. Aku tidak rela kamu di sentuh laki-laki lain. Sekali lagi maafkan aku." Katanya sebelum kembali melajukan mobilnya.
__ADS_1
Aku hanya diam saja, aku masih begitu kaget dengan semua yang terjadi hari ini di tambah lagi dengan kejadian beberapa menit yang lalu. ( Apa kak dzaky benar-benar mencintaiku?) Tanyaku dalam hati.