
Kalian tanya apakah aku cemburu akan perhatian dan kasih sayang yang mas dzaky curahkan pada Sita? Jawabannya tentu aku cemburu, aku juga iri.
Aku manusia biasa yang tak luput dari segala sifat buruk manusia, manusiawi bukan.
Aku cemburu, aku merasa cinta yang dulu ia sering katakan sudah tak ada lagi untukku. Hatiku merasa kosong dan serba kurang. Kurang kasih sayang, kurang perhatian masih banyak rasa kurang yang ku rasa.
Aku iri, kenapa Allah belum juga memberiku kesempatan untuk hamil dan memiliki anak dari rahimku sendiri. Takdir ? Ya benar inilah takdir yang harus ku terima dan ku jalani. Yang pada akhirnya harus ku ikhlaskan, aku harus serahkan segalanya pada kuasa sang khaliq.
Jika kalian tanya kenapa tidak menggugat cerai saja kalau merasa sudah tak sanggup bermadu. Jawabannya sedang dalam proses. Ya dua hari yang lalu aku diam-diam sudah mengajukan gugatan pada pengadilan agama di bantu oleh salah satu temanku, seorang pengacara namanya Ghandi Alwali.
Dalam gugatan itu aku juga memperjuangkan hak asuh hito, aku tidak ingin anak itu terlunta lagi, aku ingin dia tumbuh bagaimana mestinya tanpa harus terombang-ambing ke sana ke mari. Selain alasan itu juga karena aku terlanjur menyayanginya dan aku ingin terus bersamanya saling menemani dalam mengarungi samudera kehidupan yang keras ini.
Aku sakit saat harus mengalah dan mundur, tapi aku berfikir ini demi kebaikan terutama demi kabaikanku. Aku ingin bersikap egois kali ini. Melangkah tanpa harus memikirkan kebahagian orang lain. Aku yakin yang benar-benar menyayangiku akan mendukung keputusan yang ku ambil,mereka akan dengan bijak menanggapi langkah yang akan ku jalani.
Keluargaku dan kedua mertuakupun sudah tau mengenai gugatan yang ku ajukan. Mereka bahkan sudah menyarankan hal itu jauh sebelum aku memikirkannya tapi aku yang selalu menunda,karena aku masih bimbang.
Dia yang dulu begitu memperjuangkanku , melakukan berbagai cara untuk mengambil hatiku dengan mudahnya ia pula yang menyakiti. Menggoreskan satu demi satu sayatan dan luka .
Bagaimana semua yang terlihat baik-baik saja bisa menjadi seperti ini? Karena aku selalu menutupi segalanya, walau akhirnya keluarga kami tau dari beberapa orang yang kebetulan mengetahui jika kami sedang bermasalah.
Selain kehadiran Hito yang membuatku terkejut dan perselingkuhannya dengan Sita ada hal lain yang membuat kami pernah bertengkar sebelum itu. Kejadiannya sudah lama,mungkin beberapa bulan sebelum perselingkuhannya dengan Sita ketahuan.
Mas dzaky sedang berada di Jakarta saat itu , sebuah nomor tidak di kenal mengirimiku video asusila ,kalian tau siapa pemainnya? Suamiku,ya dia mas dzaky dan seorang perempuan sexy yang tak ku ketahui identitasnya.
Saat itu aku mencoba menahan amarahku, berusaha memaafkan dan ku pikir dia hanya sedang bosan sesaat padaku,terlebih aku belum juga hamil. Tapi tak ku duga ia kembali mengulang perselingkuhan itu kali ini ketahuan langsung oleh mama mertua dan aku.
Aku sudah berusaha memaafkan dan mencoba memperbaiki bahkan mengizinkannya berpoligami tapi apalah daya aku manusia biasa yang berhati sempit , aku menyerah aku tak sanggup lagi bertahan. Aku akan melepaskannya , kenapa harus aku? Karena Sita tidak mungkin ku biarkan mengalah mengingat ia sedang mengandung benih yang mas dzaky tabur.
__ADS_1
Mana tega aku membiarkan seorang anak tak berdosa kehilangan ayahnya, aku tidak setega dan seegois itu.
Rencananya aku juga akan mengembalikan caffe yang mes rei beri, tapi mama dan papa menolak . Karena penolakan itu aku membuat rekening baru untuk menyimpan penghasilan dari caffe itu, aku akan menyumbangkannya pada yang lebih membutuhkan setiap bulannya.
Dan hari ini aku datang ke lima caffe tersebut . Pertama aku ke smansa caffe, untuk bertemu A Reza. Aku ingin menambah tanggung jawabnya untuk mengurus hits caffe juga yang terletak di dekat salah satu universitas swasta letaknya juga tak jauh dengan smansa caffe.
"A Reza." Sapaku saat baru saja sampai di smansa caffe.
"Hai, gimana kabar kamu cis?"
"Baik A."
"Mau ngecek laporan ya?"
"Bukan hanya itu, aku juga mau minta tolong nih."
"Boleh apa tuh?" Tanyanya denhan nada sedikit bercanda.
"Insyaallah kalau aku mampu cis."
"Tolong urus Hits caffe juga ya A,please !!"
" Emangnya kamu mau ke mana?"
"Ngga ke mana-mana A, tapi aku mau membagi waktu saja." Ia diam memandangku penuh tanya. Aku menunduk,bingung menjawab pertanyaan yang mungkin akan ia ajukan.
"Apa kamu sudah mengambil keputusan untuk bercerai dengan dzaky?" Tanya reza yang di jawab dengan anggukan kepala oleh cista.
__ADS_1
"Baiklah aku akan membantumu mengurus hits dan smansa."
"Makasih ya A, makasih banget."
"Sama-sama. Semoga keputusan yang kamu ambil dapat membuatmu meraih bahagia suatu hari nanti."
"Amin,doain saja yang terbaik untukku."
"Pasti."
"Sekali lagi makasih ya A, laporannya aku bawa pulang ya A, besok aku anter lagi, aku mau keliling nih terus njemput Hito."
"Oke cis, bawalah, kerjakan di rumah aja. Hati-hati ya, kalau butuh bantuan hubungi aku."
"Oke A, makasih ya, aku permisi dulu. Oh ya mulai bulan depan transfernya ke rekening baru ya, nanti aku kirim lewat wa nomor rekeningnya."
"Oke,aman itu. Kenapa harus ganti si cis?"
"Karena aku akan menyumbangkan penghasilan caffe pada orang yang lebih butuh A."
"Lalu kebutuhan kamu gimana?"
"Usahaku sama kos-an cukup kok untuk kebutuhanku A."
"Oh oke deh, aku jadi makin kagum sama kamu cis, semoga kamu bahagia ya."
"Hehehe, aku pergi ya A."
__ADS_1
"Oke hati-hati."
"👌."