Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
91


__ADS_3

Yoga masih saja betah memandangi meli yang sedang melamun di taman belakang vila. Melihat wanita yang dicintainya sejak lama terus menangis iapun menjadi tak tega,ia menghampiri meli dan duduk di sampingnya. Yoga menarik kepala meli untuk bersandar di bahunya.


"Mel,berhentilah menangis, aku sedih melihatmu seperti ini."


"Pasti ngga akan ada yang mau sama wanita sepertiku kan ga?"


"Siapa bilang?"


"Aku bukan wanita baik,bahkan aku sudah lama tidak bisa menjaga kehormatanku. Siapa yang akan mau menerima wanita sepertiku ga?"


"Aku mel, lihatlah aku sekali saja, maka kamu akan tau kalau aku sangat meyayangi dan mencintaimu, jauh sebelum kamu mengenal haris."


"Kamu bercanda kan ga? Mana mungkin kamu mencintai wanita sepertiku."


"Kamu belum sadar juga mel, buat apa aku selalu menyempatkan waktu untukmu,sesibuk apapun diriku kalau kamu membutuhkan aku pasti datang bukan? Aku selalu berusaha ada di setiap momen yang kamu lewati susah maupun senang. Itu semua aku lakukan karena aku sangat mencintaimu mel,tapi kamu tak pernah melihatku, kamu justru sibuk mengejar laki-laki yang tak pernah menganggapmu ada. Mel, aku hanya akan mengatakan sekali , menikahlah denganku. Aku akan berusaha untuk membuatmu selalu bahagia. Pikirkanlah dulu, aku memberimu waktu sebulan untuk memikirkan jawabannya. Setelah itu ,andai kamu masih juga menolakku maka aku akan berhenti mengharapkanmu dan mulai mencari wanita yang mau menerimaku."


Meli masih saja terdiam, ia bingung harus mengatakan apa. Karena selama ini dia beranggapan kalau Yoga hanya menganggapnya sebagai sahabat saja. Ia juga masih bingung dalàm mencerna perasaannya pada haris itu cinta atau obsesi semata.


Melihat meli yang hanya terdiam, Yoga menuntunnya untuk masuk ke dalam kamarnya. Ia mendudukan meli di atas tempat tidur.


"Istirahatlah, ini sudah larut malam." Kata Yoga sebelum meninggalkan kamar meli. Setelah itu Yogapun masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat juga.


Sementara cista sedang berusaha membangunkan suaminya, ia merasa sangat lapar dan ingin memakan sesuatu.


"Mas bangun. Mas haris. Sayang aku lapar temenin ke dapur yuk. Maaasss."


"Hmm. Kenapa sayang?"


"Lapar mas,temenin ke dapur yuk."


"Oalah. Mau makan apa sayang?"

__ADS_1


"Mie instan boleh ngga?"


"Jangan dong."


"Sekali ini saja,ya ya ya. Aku mohon, aku dan anak kita sangat menginginkannya."


"Huft, baiklah. Ayo kita ke dapur."


"Asyik."


"Pakai cadarmu sayang,takutnya ada yang belum tidur."


"Oh ya, maaf mas lupa hehehe." Jawab cista sambil memamerkan deretan giginya. Hal yang selalu berhasil membuat haris merasa gemas dengan cista.


"Iiiiihhhh gemes banget sih istriku."


"Mas sakit jangan di cubit dong."Kata cista sambil memegangi pipinya yang merah karena cubitan haris.


"Mas, cukup geli hi hi hi hi. Geli mas ampun."


Harispun berhenti setelah mendengar kata ampun dari mulut istrinya. Kemudian ia memasangkan cadar di wajah cantik cista sebelum menggandeng tangannya dan membawanya ke dapur.


"Duduk cantik di sini, aku saja yang membuat mienya,oke." Kata haris yang di jawab dengan anggukan kepala oleh cista.


"Terima kasih sayang."


"Cuupp , sama-sama istriku. Kamu mau rasa apa sayang?"


"Mmmm, aku mau yang rasa soto mas, kasih sayur,suwiran ayam,telur,bakso,sosis, sama sambel hehehehe."


"Oke-oke baiklah Sebentar ya."

__ADS_1


Harispun mulai berkutat dengan panci dan kompornya.


Di sudut ruangan yang lain meli melihat semua adegan itu sambil meneteskan air mata.


"Terlihat sekali kamu sangat mencintai istrimu ris, maaf aku selama ini sudah membuatmu risih . Aku janji mulai sekarang aku tidak akan mengganggu kehidupanmu lagi. Semoga kamu selalu bahagia."


"Kamu lihat sendiri kan mel,bagaimana haris memperlakukan cista bak seorang putri. Apa dia pernah seperti itu padamu, tidak bukan. Renungkanlah semuanya." Kata seorang istri temannya yang kebetulan lewat dan melihat apa yang terjadi.


" Tara, mienya sudah jadi. Silahkan di nikmati tuan putri."


"Terima kasih pangeranku."


"Pakailah piring ini supaya cepat dingin. Aha, tunggu sebentar sayang. "


Haris berlari ke ruang tv untuk mengambil kipas kecil yang sempat ia lihat.


"Punya siapa mas?" Tanya cista saat melihat haris mengipasi mie di dalam mangkok dengan kipas kecil bergambar hello kitty.


"Ngga tau hehehehe. Enak ngga?"


"Enak mas, tapi sedikit kurang pedas."


"Jangan terlalu pedas dong, kasihan anak kita di dalam perutmu."


"Hehehehehe, ya mas,aku hanya bercanda. Aku juga ngga mau anak kita kenapa-kenapa."


"I love you sayang."


"I love you too mas."


"Muah." Haris memanyunkan bibirnya memberikan ciuman jarak jauh sambil mengedipkan matanya.

__ADS_1


Cista terus saja memakan mienya, ia berusaha menyembunyikan pipinya yang sudah merona karena godaan dari suaminya. Untung saja ia juga sedang makan sedikit pedas jadi haris tidak akan sadar kalau pipinya merona karena godaannya.


__ADS_2