
"Cista, Indah. Ayo masuk biar saya antar."
"Beneran nih pak?" Tanya Indah girang.
"Ya ,ayo buru."
Aku dan indahpun masuk. Kami mengantar indah terlebih dulu karena jalan menuju ke rumahnya sedikit berbelok dari jalur rumahku dan pak reihan yang kebetulan searah.
"Dadah Cista,sampai jumpa besok. Pak nitip cista ya, terima kasih atas tumpangannya."
"Sama-sama ndah."
"Dah." Sambungku sambil melambaikan tangan.
"Mau langsung pulang atau mau ke mana dulu?"
"Pulang saja mas, takut kak Clara khawatir."
"Oke. Tapi lain kali kamu harus menemaniku makan."
"Baiklah. Akhir pekan nanti bukannya kita akan makan bersama dengan teman-teman satu kelas."
"Maksud saya makan berdua cista, kencan."
"Hehehe, saya pikir-pikir dulu ya mas."
"Oke tidak masalah."
Kamipun sampai di rumahku, aku langsung turun dari mobilnya ,tak lupa aku ucapkan terima kasih atas tumpangannya. Sebelum aku melangkah masuk ke gerbang rumah Mas Reihan memanggilku ,ia meminta nomor ponselku, akupun dengan senang hati memberikannya.
*****
Beberapa hari berlalu, pagi ini seperti biasa aku dengan langkah penuh semangat berjalan menuju kelasku di lantai tiga.
"Berhenti." Kata seorang siswi menghadang jalanku.
"Ada apa ya kak?" Tanyaku .
__ADS_1
"Aku hanya ingin kamu menjauh dari pak reihan karena aku menyukainya."
"Lalu apa hubungannya denganku?"
"Gara-gara kamu pak reihan tidak mempedulikanku."
"Itu urusan kalian, aku datang ke sekolah untuk belajar, permisi."
"Tunggu, aku belum selesai bicara."
"Kemarin aku lihat kamu di antar pulang sama pak reihan bukan sekali tapi berkali-kali. Aku ingin kamu menolak jika pak reihan mengajakmu."
"Ngomong saja sama pak reihan langsung kak."
"Berani kamu ya. Apa susahnya menolaknya. "
"Maaf kak, bukan urusanku. Permisi."
Dia menarik tasku hingga aku terjatuh ke lantai.
"Apa-apaan ini?"
"Cista,kamu tidak apa-apa?"
"Saya baik-baik saja pak. Tolong selesaikan urusan pak reihan dengannya jangan sampai hal ini terulang lagi pada siswi lainnya selain saya. Permisi."
"Tunggu cista tetaplah di sini."
"Kamu Yulia, saya tidak akan pernah menyukai kamu. Ingat itu berhenti membuat semua orang tidak nyaman dengan sikapmu itu. Jangan ganggu cista."
Aku melanjutkan langkahku menuju kelas. Tampak beberapa teman sudah hadir di sana sedang berdiskusi beberapa soal yang sulit. Akupun bergabung bersama mereka.
"Cis, kamu bisa kan menjelaskan soal nomor 25 pada kami."
"Tapi takut salah."
"Tidak masalah, jelaskan semampumu saja."
__ADS_1
"Baiklah."
Aku menjelaskan menurut pemahamanku. Mereka tampak menganggukan kepala tanda mengerti. Alhamdulillahnya penjelasanku di puji oleh guru yang kebetulan melihatnya dari pintu karena baru saja tiba dan memperhatikan semuanya.
"Wahhh, saya punya asisten hebat rupanya. Terima kasih cista sudah membantu teman-temanmu."
Hehehe, Aku hanya tersenyum lalu kembali ke tempat dudukku.
*****
Begitulah hari-hari berjalan , tak jarang aku menemui perlakuan yang sama seperti yang Kak Yulia berikan padaku. Ya itu semua hanya karena masalah cowok, entah itu Pak Reihan, Dzaky, atau cowok lainnya yang menaruh perhatian khusus padaku. Mereka merasa iri atau merasa tersaingi oleh kehadiranku. Padahal aku sama sekali tak menghiraukannya, aku tetap fokus pada tujuanku untuk belajar dengan giat dan sungguh-sungguh. Walau sesekali aku menerima ajakan pak reihan untuk makan atau mengantar pulang. Tapi kami hanya berteman untuk saat ini. Berteman,hubungan yang membuatku nyaman dengan cowok manapun. Hanya berteman tidak lebih.
Beberapa bulan berlalu, masa magang pak reihanpun berakhir. Kelas kami mengadakan perpisahan untuknya sembari menyambut wali kelas kami yang baru. Melepas dan menyambut. Melepas pak reihan dan menyambut ibu sofia selaku wali kelas kami yang baru sebagai pengganti pak reihan. Acara sederhana yang kami adakan di cafe mieasik depan sekolah,yang ternyata milik pak reihan.
Kami baru tau kalau ternyata pak reihan memiliki beberapa cafe salah satunya yang sedang menjadi tempat berkumpul kami sore ini.
Ternyata selain tampan dan pintar mas reihan adalah laki-laki yang mandiri karena sudah mempunyai usaha sendiri untuk menghidupi diri dan membiayaai kuliahnya. Aku jadi makin kagum padanya.
"Anak-anak yang tidak membawa kendaraan biar saya antar. Sebagian sama bu sofia sebagian sama saya. Berapa anak yang searah dengan bu sofia? "
Tampak beberapa anak mengacungkan jari telunjuknya. "Oke cista,indah, asep ikut saya."
"Baik pak."
"Terimakasih sudah menjadi murid yang baik dan manis, teruslah seperti itu hingga kalian lulus. Semangatlah belajar dan raihlah cita-cita kalian. "
Kamipun berpisah dan pulang ke rumah masing-masing.
"Tunggu cista, aku ingin bicara, sebentar saja." Katanya saat aku ingin turun dari mobilnya.
" Apa mas?"
"Bisakah kita bertemu setiap akhir pekan?"
"Hmmm, baiklah. Datanglah ke rumah dan mintalah izin pada kak Clara."
"Benarkah?"
__ADS_1
"Ya."
"Terima kasih, aku mencintaimu."Ucapnya sambil memelukku. Mata kami bertemu saat ia melepas rengkuhannya. Entah sejak kapan bibirnya menempel lembut di atas bibirku. Hhhhhaaaà aahhhhh dia mencuri ciuman pertamaku. Aku bergegas keluar dari mobilnya dan berlari masuk ke rumah. Senyum manis tergambar di wajahku yang memerah karena malu.