
"Sayang kita sudah sampai, di dalam gudang itu anak-anak kita di sekap, aku mohon jaga dirimu baik-baik untukku dan anak-anak,oke." Kata haris setelah ia ,cista dan yang lainnya sampai di tempat ke dua anaknya di sekap oleh penculik yang belum ia ketahui identitasnya.
"Ya mas, aku janji akan baik-baik saja."
"Don,lakukan sesuai rencana tadi."
"Baik bos, berhati-hatilah, kami akan mengawal di belakang."
"Ingat don 30 menit kami belum keluar segeralah masuk."
"Siap siaga bos."
"Hati-hati bos." Ucap anak buah haris kompak.
"Kalian juga harus berhati-hati."
"Sayang ayo kita masuk lebih dulu."
"Ya mas."
"Ingat sayang, kamu harus baik-baik saja."
"Iya sayang."
Haris dan cistapun masuk. Sementara di dalam gudang penculik itupun sudah mengetahui jika haris datang bersama istrinya untuk menyelamatkan anak mereka.
"Waaaahh dia begitu berani datang hanya berdua dengan istrinya. Ayo kita lihat apa yang akan terjadi setelah ini, ah aku jadi semakin tertantang untuk merebutmu dari wanita berhijab itu haris."
__ADS_1
"Kamu tak akan bisa merebut haris dari cista."
"Kita lihat saja nanti."
"Ya ayo kita lihat siapa yang akan dipermalukan di sini."
"Heèh kau itu belum mengenalku dengan baik jadi ngga usah banyak bac**, ngerti."
"Kau juga belum kenal cista seperti apa di balik hijabnya itu."
"Kau berkata seperti itu seakan-akan sudah kenal lama dengannya."
"Tentu saja, dia adalah separuh hidupku."
"Woooouuu ada cinta belum usai ternyata."
Haris dan cista menyusuri gudang itu hingga akhirnya mereka menemukan pak nino dan ke dua anaknya serta seorang laki-laki terikat di sebuah sofa usang. Haris semakin bertambah marah ketika melihat anaknya tak sadarkan diri terlebih anaknya di ikat seperti binatang peliharaan.
"Hai selamat datang mas haris sayang. Oh jadi seperti ini wanita idamanmu?" kata wanita itu sambil memutari tubuh cista dan memandanginya dari atas ke bawah.
"Mas haris buta ya? Padahal lebih cantik dan sexi aku lho daripada istrimu, lebih baik mas haris menceraikan dia dan menikah denganku saja seperti dulu saat kita masih kecil, kita selalu bermain bersama dan berperan menjadi ibu dan ayah." Lanjut wanita itu.
"Dalam mimpimu sekalipun aku tidak sudi. Istriku jauh lebih segalanya darimu, mungkin matamu yang buta karena tidak menyadari hal itu bahkan setiap laki-laki yang bertemu dengan istrikupun akan langsung bisa melihat bahwa istriku adalah bidadari surga ."
"Ck bidadari surga darimananya sih mas, tubuhnya saja di tutupi kain seperti itu, wajahnya juga di tutupi."
"Karena itulah aku memilihnya menjadi istriku. Dia hanya memamerkan tubuh sexi dan wajah cantiknya di hadapanku, suaminya. Tidak sepertimu yang di obral ke sembarang pria,menjijikan. Jadi cepat lepaskan mereka sebelum aku kehilangan kesabaran."
__ADS_1
"Tentu, aku akan melepaskan mereka tapi setelah mas haris menalak istrimu ini." Jawab wanita yang ternyata teman kecil haris dulu. Ia menjawab sambil menodongkan sebuah pistol ke dahi cista. Sementara cista masih bersikap santai dan tak merasa takut sekalipun , dan hal itu sukses membuat wanita itu heran .
"Lebih baik aku mati daripada kehilangan istri seperti cista , kau dengar itu kau hanya sampah di mataku."
"Maka aku akan menembaknya di depan matamu sekarang juga."
Dor suara tembakan terdengar di ruangan itu.
"Kurang ajar berani sekali wanita seperti dirimu menembakku." teriak wanita itu yang sudah tersungkur ke lantai sambil memegangi kakinya yang terkena tembakan.
"Tidak akan aku biarkan wanita sepertimu menghancurkan keluargaku." Ternyata cista menembak wanita itu di bagian kakinya. Untung saja ia di bekali pistol sebelum masuk tadi, ternyata berguna juga.
Dan terjadilah perkelahiàn sengit antara haris dan cista dengan anak buah Karina. Ya nama wanita itu adalah karina, teman masa kecil haris yang sekarang menjadi kakak ipar haris karena ia adalah istri dari surya, kakak sepupu haris.
Karina kaget karena wanita yang terlihat sangat lembut seperti cista bisa berkelahi dengan sangat lihai, ia terbengong sambil terus menahan sakit di kakinya akibat tembakan yang tadi cista luncurkan.
"Sayang berhati-hatilah."
"Ya sayang, kamu juga ya."
"Aku mencintaimu istriku."
"Aku juga mencintaimu suamiku."
"Kalian ingin mati ya masih sempatnya berkata mesra di tengah perkelahian kalian." Darah karina semakin mendidih, ia marah mendengar untaian mesra antara sepasang suami istri tersebut.
"Rupanya kamu sudah menemukan orang yang tepat cista, semoga kamu selalu bahagia. Karena melihatmu bahagia adalah kebahagian terbesar dalam hidupku." Seorang laki-laki bergumam sambil tersenyum bahagia walaupun tubuhnya merasa perih karena ikatan yang terlalu kencang. Dia adalah Rian.
__ADS_1