
Hari ini hari perpisahan kelas XII seperti biasa aku mewakili kelasku untuk menyumbangkan suaraku yang sejujurnya sangat biasa. hehehe
Kali ini aku akan membawakan sebuah lagu dari agnes monica yang berjudul matahariku.
"Indah aku ke toilet sebentar ya."
"Oke."
Aku bergegas menuju toilet untuk membuang hajat kecil yang tertahan sedari tadi. Sibuk latihan membuatku merasa tanggung namun karena sudah tidak bisa menahannya lebih lama jadi terpaksalah aku menuju toilet.
"Hhhaaaahh lega sekali. Hehehe." Kataku bicara pada diri sendiri.
"Cista bisa minta tolong sebentar?"
"Oh, ya kak bisa kok. Minta tolong apa?" Kata Via salah satu kakak kelas .
"Baik kak,mari."
Akupun mengikutinya menuju ke gudang belakang . Aku tidak pernah berfikiran buruk pada orang lain jadi aku tidak merasa ada yang aneh bahkan setelah ia menyuruhku untuk menunggu di gudang seorang diri sementara dirinya pergi meminta bantuan lainnya. Tapi ternyata dia berbohong, dia justru mengunciku di dalam gudang . Aku baru menyadarinya ketika aku melihat seekor ular berbisa mendekat ke arahku, aku berlari menuju pintu,ke gedor gedor pintu itu sambil berteriak minta tolong.
Sementara di aula sekolah Indah sedang khawatir karena cista belum juga kembali. Ia berkeliling mencari keberadaan cista.
"Kak Dzaky,liat Cista ngga?"
"Bukannya dari tadi sama kamu?"
"Tadi dia pamit ke toilet tapi belum kembali juga, aku juga sudah cari di semua toilet tapi cista tidak ada."
"Kita cari lagi, kamu ke sana aku ke arah gudang. "
__ADS_1
"Ya kak."
Kembali ke gudang. Aku masih berteriak minta tolong sambil terus menggedor-nggedor pintu. Sampai aku melihat ada yang mendekat dan untuk terakhir kalinya aku minta tolong ,berteriak sekencang mungkin supaya terdengar oleh orang itu. Pandanganku semakin kabur, dan aku tidak tau apa yang selanjutnya terjadi karena setelah aku sadarkan diri aku sudah di ruang ganti dalam aula sekolah. Tempatku tadi berlatih di temani Indah.
Sebelum aku sadarkan diri sayup -sayup aku mendengar orang mengatakan cinta padaku. Orang itu tak lain adalah Kak Dzaky.
"Cista bangun, aku mencintaimu. Bangunlah cista,izinkan aku terus melihatmu walaupun aku tidak bisa memilikimu. Cis, aku mohon bangun."
"Kak Dzaky."
"Syukurlah kamu sadar."
"Terima kasih sudah menolongku."
"Sama-sama cista, apapun akan aku lakukan asal kamu baik-baik saja."
"Maksudnya kak?"
"Jadi kak Dzaky adiknya mas Reihan?"
"Ya. Maaf kalau membuatmu kaget dan tidak nyaman. Aku hanya ingin kamu tau, kalau aku mencintaimu."
"Terima kasih kak Dzaky. Tapi maaf aku tidak bisa membalas perasaanmu. "
"Tidak masalah aku mengerti. Tapi maukah kamu tetap berteman denganku?"
"Tentu."
"Baiklah, kamu sudah siap tampil atau belum? Kalau belum biar saya bicara pada mc."
__ADS_1
"Aku siap kok kak."
"Kalau begitu bersiaplah, setelah ini giliranmu."
***Matahariku
Tertutup sudah pintu
pintu hatiku
yang pernah di buka untuk
hanya untukmu
kini kau pergi dari hidupku
ku harus relakanmu walau aku tak mau
berjuta warna pelangi di dalam hati
sejenak luluh bergeming menjauh pergi
tak ada lagi cahaya suci
semua nada beranjak aku terdiam sepi
dengarlah matahariku suara tangisanku
ku bersedih karena panah cinta menusuk jantungku
__ADS_1
ucapkan metahariku puisi tentang hidupku tentangku yang tak mampu menaklukkan waktu***