Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
80


__ADS_3

"Mama bangun hito kangen. Hito janji akan menjadi anak yang baik dan selalu membuat mama bangga tapi mama harus bangun,mama ngga boleh sakit." Anak itu mencium kening ibunya ,tetesan air matanya tanpa sengaja membasahi bulu mata cista yang lentik.


"Nak segeralah bangun banyak yang menantikanmu di sini. "


"Hito ayo keluar biarkan mama istirahat agar cepat sembuh."


"Baik kakek."


Secara bergilir semua keluarga mengajak cista bicara mencoba membuat dirinya sadar. Begitu pula dengan om herman kesayangannya cista. Setelah sampai ke esokkan harinya om herman langsung menemui cista mengajaknya bicara panjang lebar berharap cista segera bangun.


"Sayang om sudah datang bangunlah, masa calon pengantin malah tidur terus. Segeralah bangun dan sambut hari bahagiamu. Om yakin kamu mendengar keinginan semua orang yang berharap kamu segera bangun jadi om mohon bangunlah. Kasihan calon suamimu yang belum tidur sampai detik ini,lihat wajah tampannya jadi seperti panda yang bermata hitam, kasihan nak. Dia sangat mencintaimu om bisa lihat itu,om yakin kamu akan bahagia bersamanya,om juga yakin kalian akan saling melengkapi dan bisa menghadapi segala badai yang akan menerjang kehidupan kalian kelak. Kamu juga harus bangun untuk hito kasihan anak itu, ayahmu juga belum tidur nak apa kamu tidak kasihan padanya yang sudah tua."


Kelopak mata cista bergerak. Di alam bawah sadarnya ia mencoba untuk bangun demi orang-orang yang ia sayang.


"Aku harus kembali untuk mereka. Aku juga ingin segera menikah dengan mas haris dan memiliki anak yang lucu. Aku ngga boleh menyerah untuk mencari jalan kembali pada mereka. Ayo semangat cista."


"Om cista haus."


"Sayang kamu bangun nak. Tunggu sebentar ya nak,kita tunggu dokter."


"Mas cista sadar cepat panggil dokter." Teriak om herman dari dalam ruangan. Harispun langsung berlari masuk ke dalam dan memencet tombol darurat.

__ADS_1


Setelah dokter memeriksa cista dan cista di nyatakan baik-baik saja semua orangpun lega dan bahagia. Setelah beberapa jam mereka saling bercengkerama merekapun pulang ke rumah cista untuk mempersiapkan acara pernikahan cista dan haris.


Sekarang hanya tinggal cista dan haris saja di ruang rawat itu.


"Berapa lama aku tertidur mas?"


"Dua hari sayang."


"Mas harus istirahat sekarang,aku sudah baik-baik saja. Aku ngga mau melihat wajahmu yang jelek seperti itu saat ijab qobul besok. Tidurlah biar gantengnya balik lagi."


"Sayang kamu belajar merayu dari mana?"


"Sayang aku masih ingin menemanimu di sini. Mana tega aku meninggalkanmu sendirian yang lainnya sedang mempersiapkan pernikahan kita."


"Mas haris bisa tidur di sofa panjang itu,yang penting harus tidur sekarang."


"Baiklah sayang, mas tidur dulu ya."


"Hmmm. Mas aku pinjem hp dong."


"Buat apa?"

__ADS_1


"Aku bosan."


"Ya sudah ni."


Cista menerima hp itu dengan riang. Ia membuka galerinya dan iapun kaget karena hanya terdapat beberapa foto keluarganya dan dua foto dirinya, yang mungkin haris ambil secara diam-diam.


Cista memeriksa tanggal di ambilnya foto tersebut, "wooouuu udah lama ternyata. Makasih ya mas ,terima kasih karena kamu begitu tulus mencintaiku,semoga kita bisa menua bersama." Kata cista yang merasa terharu karena di cintai sebesar itu oleh haris.


Malampun datang,om herman datang untuk menemani cista.


"Haris pulanglah biar om yang menemani cista di rumah sakit. Oh ya tadi keluarga memutuskan kalau kalian akan ijab qobul di rumah sakit karena cista belum di izinkan pulang."


"Ya om,yang penting SAH pokoknya,hehehe."


"Syukurlah kalau kamu ngga keberatan. Sekarang pulanglah istirahat,hafalkan kalimat ijab qobulnya. Kamu boleh datang ke sini pas akad oke."


"Baik om,haris pulang dulu."


"Hmmm,hati-hati ya." Harispun mengangguk lalu menghampiri cista yang sedang tertidur,ia mendekat dan berbisik di telinganya.


"Sayang aku pulang dulu,sampai jumpa pas akad, cepatlah pulih ." Setelahnya harispun pulang.

__ADS_1


__ADS_2