Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
77


__ADS_3

"Assalamu'alaikum. Mas ada waktu hari ini?"


"Untuk kamu selalu ada waktu😊😊😊."


"Bisa kita bertemu?"


"Tentu. Di mana?"


"Yang nyaman untuk ngobrol saja."


"Biar aku ke rumahmu saja,gimana?"


"Boleh. Kebetulan aku ingin memberi jawaban atas pertanyaanmu tempo hari."


"Benarkah? Kok aku jadi deg degan ya. Hehehehe."


"🙂🙂🙂.Semoga jawabanku tidak membuatmu kecewa ya mas."


"Amin."


"Sampai bertemu nanti. Kalau bisa habis maghrib ya mas."


"Siap ndoro putri."


Pulang dari kampung dua hari yang lalu membuat cista lelah jadi baru hari ini ia menyempatkan waktu untuk bertemu dengan haris guna memberinya jawaban atas lamarannya tempo hari.


"Ya Allah semoga ini yang terbaik untukku, semoga bahagia menantiku esok.Semoga kelak jika kami ditakdirkan menjadi suami istri ia mampu membimbingku meraih jannahmu.Semoga kami bisa saling memahami dan saling mengerti saling menerima segala yang ada pada diri kami masing-masing dan semoga kami bisa melewati segala rintangan rumah tangga yang pasti akan datang suatu hari nanti. Dan jika kami tidak berada di takdir yang sama maka jadikanlah kami teman yang selalu menjaga silaturahmi sebagai sesama muslim yang baik dan taat padaMu."

__ADS_1


Maghribpun tiba,setelah selesai shalat cista menyiapkan makan malam sembari menunggu hito pulang dari masjid ba'da isya nanti.


"Mari masuk mas." Kata cista saat membuka pintu setelah menjawab salam dari tamu yang sudah ia nantikan itu. Siapa lagi kalau bukan haris.


"Oke,hehehe.Hito mana cis?"


"Masih ngaji di masjid habis isya baru pulang nanti."


"Oh. Mas haris udah makan belum?"


"Belum, mau ditawarin makan ya?"


"Ya tapi nanti ya mas nunggu hito pulang dulu,hihihi."


"Hehehe sip deh. Aku kangen masakan kamu. Semoga aja kamu mau jadi istri aku biar aku bisa makan masakanmu setiap hari. hehehehe."


"Aku menerima semua yang ada pada dirimu ,semua kurang dan lebihmu. Anak itu rezeki yang Allah titipkan untuk umatnya jadi kita tidak boleh mendahului kuasaNya bukan? Lagian kita kan juga udah punya hito."


"Benar, tapi aku takut mas haris mencari pelampiasan ke wanita lain? Dan sejujurnya hito itu bukan anakku mas."


"Tidak semua laki-laki sama cista. Terlebih aku juga korban perselingkuhan. Lebih dari sekali istriku berselingkuh dan itu tentu melukai harga diriku sebagai seorang laki-laki jadi aku tidak mungkin melakukan hal yang sama pada seorang wanita apalagi wanita itu orang yang aku cintai. Tadi kamu bilang hito bukan anak kamu,lalu hito anak siapa?"


"Aku senang mendengarnya dan semoga kamu bisa membuktikan semua ucapanmu. Hito adalah anak kandung mas dzaky dengan pacarnya waktu SMA dulu . Panjang ceritanya dan aku males cerita,hehehe."


"Aku semakin jatuh cinta padamu,kamu memiliki ketulusan yang tidak setiap wanita memilikinya. Kamu bahkan mau mengurus hito yang bukan darah dagingmu sendiri,itu membuatku semakin yakin untuk segera menikahimu. Jadi apa kamu menerima lamaranku?"


"Mmmmmm .Ya mas aku menerima lamaranmu,aku mau jadi istrimu . Besok weekend datanglah kemari, saat itu keluarga besarku akan berkumpul disini. Mintalah diriku pada ayah secara resmi."

__ADS_1


"Kamu serius kan cista? Kamu benar-benar menerimaku?"


"Ya mas haris."


"Terima kasih. Aku tidak akan menyia-nyiakan berlian indah sepertimu."


"Tapi mas,bisakah kita tetap tinggal di rumah ini?"


"Kenapa?"


"Maaf ya mas, rumah ini di desain khusus oleh mas reyhan. Rumah ini salah satu kenang-kenangan darinya . Maaf bukannya aku tidak ingin melupakannya tapi karena aku sudah nyaman sekali dengan lingkungan di sini. Tapi kalau mas haris keberatan kita bisa tinggal di tempat lain kok."


"Siapa bilang aku keberatan? Aku malah berterimakasih karena kita tinggal di sini dekat dengan semua tempat usahaku jadi aku ngga perlu jauh-jauh pulangnya."


"Makasih ya mas,kamu memang baik,dan pengertian sekali. 😊😊😊."


"Cista tapi aku ingin kita segera menikah, kapan kamu siap untuk menikah denganku?"


"Aku siap kapanpun mas tapi tentunya setelah restu dari semua keluargaku,dan aku ingin acaranya sederhana saja."


"Baiklah aku setuju. Weekend kita bicarakan lebih lanjut bersama keluarga kita nanti."


"Ya mas. Eh hito udah pulang tuh, ayo ke ruang makan mas kita makan malam bersama."


"Asik , kebetulan ngga makan dari tadi siang karena saking gugupnya mau mendengar jawabanmu."


"Lebai ah."

__ADS_1


"Bener cis,aku takut di tolak hehehehe. Tapi untungnya di terima jadi nanti malam aku sudah bisa tidur sedikit nyenyak,hehehehe."


__ADS_2