Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
20


__ADS_3

Aku tidak tau setelah hari ini apa aku masih bisa sering bertemu dengan kak citra atau tidak , mengingat saat ini ia telah berkeluarga. Ia harus mengurus keluarganya sendiri dan merawat kedua mertuanya yang sudah sepuh. Aku pasti akan sangat merindukannya, aku sangat berterimakasih padanya karena ia rela melupakan mimpinya untuk berkuliah demi aku , agar aku bisa tetap bersekolah. Padahal setelah ayah kembali beberapa tahun yang lalu ia bisa berkuliah tapi ia tetap menolak dengan alasan tidak mau ayah bekerja terlalu keras untuk membiayai pendidikanku dengannya.


(Kak citra aku janji akan berkuliah dengan baik dan meraih cita-citaku agar kamu bangga akan diriku dan pengorbananmu. I love my sis). Kataku dalam hati sembari menatap kak citra yang sedang duduk di pelaminannya . "Semoga kamu selalu bahagia kak."


(Kak varel semoga kau bisa menjaga kak citraku sebaik mungkin, kalau sampai kau melukainya aku tidak akan memaafkanmu). Lanjutku dalam hati sambil terus menatap kak citra yang tampak sangat bahagia hari ini.


"Terimakasih kepada semua yang hadir memeriahkan pernikahan putri keduaku. Sebenarnya hari ini kami memiliki acara yang tak kalah membahagiakan, karena bertepatan dengan hari pernikahan citra hari ini juga akan di adakan acara pertunangan antara cista dan reihan. Kemarilah nak." Kata ayah yang sudah berdiri di dekat pelaminan di dampingi papa har dan mama rita.


Mas rei menggandeng tanganku menjumpai orang tua kami. Kami bertukar cincin yang tidak tau kapan di siapkannya. Setelah itu kamipun kembali duduk di dalam rumah bersama saudara kami yang lain.


"Mas, kamu yang merencanakan pertunangan ini?"


"Orang tua kita yang menginginkannya, katanya untuk menghemat biaya jadi sekalian deh hari ini."


"Benarkah?"


"Ya, bahkan cincin ini yang beli mama."


"Tapi bagus kok cincinya."


"Kamu suka?"

__ADS_1


"Ya aku sangat menyukainya, ini indah dan ada nama kita terukir di dalamnya."


"I love you."


"I love you too."


"Kapan kamu kembali ke Bandung?"


"Mungkin sebulan lagi."


"Kenapa lama?"


"Aku ingin menghabiskan waktu dengan ayah sebelum sibuk kuliah."


"Siap. Ngomong-ngomong jam berapa mas rei keluar dari kamarku?"


"Jam dua, sekalian shalat malam."


"Kok ngga bangunin sih?"


"Maaf, lagian kamu pulas tidurnya."

__ADS_1


"Ya sih soalnya lelah, di mobil kan ngga bisa bobo di ganggu mulu sama kak dzaky. Kalau mas rei kapan balik ke Bandung?"


"Tiga hari lagi,sebelum itu aku ingin mengajakmu ke pantai?"


"Waaaahhh asik. Cista tunggu ."


"Oke."


Acara hari itupun selesai, semua sudah kembali ke rumah masing-masing. Rumah ini sekarang hanya berisi ayah,om herman,aku,kak clara , mega,kak yahya, kak citra dan kak varel serta keluarga kak varel. Kami sedang berbincang hangat di sambil menatap layar tv yang sedang menyiarkan sebuah film kartun kesukaan mega. Semoga kami akan terus sebahagia ini, amin.


"Ayah aku ke kamar dulu ngantuk."


"Ya nak tidurlah."


"Dadah semuanya, selamat malam."


"Malam sayang." Jawab mereka kompak.


Ke esokkan harinya kami bersama-sama membersihkan semua kawasan rumah dari sisa sampah acara kemarin. Ada yang membersihkan bagian dalam rumah dan ada yang membersihkan halaman rumah yang seluas lapangan,ada yang mencuci baju dan piring. Semua kami lakukan bersama agar cepat selesai karena kak varel dan kak yahya harus segera kembali ke Bandung untuk bekerja dan otomatis kak clara ,kak citra dan megapun harus ikut.


Di sela kegiatan itu aku ngobrol bersama ayah sekaligus minta izin untuk pergi ke pantai bersama mas rei esok hari. Ayahpun mengizinkan yang penting jangan pulang terlalu malam.

__ADS_1


Di sekitar daerah kami memang banyak pantai dari yang bersih hingga yang kumuh. Dari yang airnya biru alias jernih hingga yang keruh dan kotor,kalau bahasa daerahnya butek,hehehe. Dari yang berpasir putih hingga yang berpasir hitam.


Ke pantai manakah kita akan berkunjung besok?


__ADS_2