
Cerita cinta ini belum berakhir, ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang dari kisah cinta seorang cista. Di mana kesabarannya selalu saja di uji ,di ombang-ambingkan oleh badai, di hempaskan oleh gulungan ombak.
Setiap insan pasti akan menerima yang namanya ujian untuk bisa naik kelas ke derajat yang lebih tinggi.
Saat ini cistalah yang sedang di tempa untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, pribadi yang lebih sabar dan kuat dalam menghadapi segala cobaan.
Aku memasuki rumah dengan perasaan gundah. Aku ragu untuk bertemu suamiku, aku belum siap menatap wajahnya, aku juga belum mampu mendengar setiap kata yang akan dia katakan. Aku berhenti sejenak di ambang pintu, ku hirup dalam-dalam udara di ruang itu, seakan sedang menyetok pasokan oksigen di paru-paruku agar aku bisa tetap bernafas di kedalaman laut yang akan aku selami.
Setelah cukup tenang aku kembali melangkah menuju kamar kami, ku lihat dia sedang duduk termenung di atas ranjang. Mungkinkah dia sedang menungguku? Mungkinkah dia ingin memperbaiki kesalahannya , tapi bukankah aku yang menyuruhnya menikahi wanita itu.
Sungguh ironi, aku mulai menyesali keputusanku itu, aku takut tak mampu bertahan karena di madu. Aku takut tak sanggup berbagi dirinya dengan wanita itu. Oh tuhan, bimbinglah aku.
Aku tau ,aku ikut andil atas semua yang terjadi. Aku tidak mampu menjadi istri yang baik untuknya sehingga dia menutupi kekuranganku dengan mencari kelebihan pada wanita lain. Ya, aku yang salah , jadi aku yang harus memperbaikinya.
Badanku agak bergetar saat jarak kami semakin dekat, ku lihat ia menatapku dalam. Tatapan yang begitu sendu penuh dengan rasa sesal sekaligus rindu.
Aku duduk di sampingnya, tatapan mata kami masih saling mengunci, seakan mencari tahu isi hati masing-masing.
"Mas, kamu sudah mandi?"
"Sudah."
__ADS_1
"Kamu mau makan, biar aku siapkan."
"Nanti saja, aku ingin kita menyelesaikan masalah kita dulu."
"Bukannya semua sudah selesai ?"
"Bagiku belum."
"Baiklah, silahkan mas berbicara."
"Cista, aku tau aku salah, bahkan aku sudah menyakitimu begitu dalam. Aku terlalu serakah dan tak pernah merasa cukup . Aku berdosa padamu, maafkan aku tapi maukah kau tetap bertahan untukku? Aku tidak sanggup jika harus kehilanganmu."
"Sebelum kamu melakukannya apa kamu memikirkanku mas, bagaimana perasaanku?"
"Oh ya , tapi aku selalu berusaha ada di dekatmu ketika kamu berada di rumah. Tapi jika mas masih merasa seperti itu, aku minta maaf, aku belum bisa menjadi istri yang baik untukmu."
"Tidak sayang, kamu sudah menjadi yang terbaik, akulah yang brengsek dan serakah karena tak puas dengan yang aku miliki."
"Sudahlah, lupakan . Aku hanya ingin mas memperbaiki diri. Aku minta tolong, jangan temui aku dulu untuk sementara waktu. Aku butuh waktu untuk menerima semua ini. Selamat atas pernikahanmu mas, semoga kamu amanah dan bisa bersikap adil pada kami. Aku keluar dulu sepertinya mereka sudah datang."
"Cista." Dua orang pria paruh baya sudah berdiri dengan gagah dan tegas di depan kamarnya.
__ADS_1
"Ayah, papah."
"Mana dzaky?" Papa mertuaku yang tampak lebih marah langsung masuk ke dalam kamar .
Bug bug. Dua pukulan mendarat di wajah tampan suamiku dan menimbulkan luka di sana hingga mengeluarkan darah segar.
"Apa yang kau lakukan pada putriku hah."
"Maafkan aku pah." Jawab dzaky pada papahnya sementara ayah mertuanya hanya menyaksikan adegan antara anak dan papahnya itu.
"Jika kau tidak bisa membahagiakannya kembalikan pada ayahnya dengan baik-baik, jangan terus kau tumpukkan luka di hatinya. Aku tidak pernah mengajarimu untuk berbuat hina seperti ini. Ceraikan cista, biarkan dia mencari kebahagiaannya sendiri."
"Tidak pah aku mohon jangan pisahkan aku dengannya, jangan kembalikan cista pada ayah pah,aku mohon."
"Pah, hentikan. Cista baik-baik saja, ini keputusan cista sendiri untuk mengizinkan mas dzaky berpoligami. Cista ikhlas pah, cista ridho."
"Tidak nak, papah tidak akan merestuinya. Bagaimana kamu bisa bahagia nak kalau harus di poligami?"
"sudahlah mas har. Ini keputusan mereka, kita hanya perlu mendoakan saja. Cista, maafkan ayah nak, mungkin ini karma karena dulu ayah selalu memperlakukan ibumu dengan buruk, maafkan ayah nak."
"Ayah,kita lahir dengan membawa takdir kita masing-masing. Mungkin ini adalah ujian untuk hijrahku, tuhan ingin mengujiku apakah aku mampu istiqomah dan lebih beriman lagi pada Nya."
__ADS_1
"Oke, tapi papah punya syarat untukmu dzaky. Semua caffe yang di bangun oleh reihan mulai sekarang akan di urus langsung oleh cista dan kamu tidak berhak atas itu semua karena sebelum reihan meninggal dia sudah mengatasnamakan semuanya menjadi atas nama cista."
"Mulai sekarang kamu hanya punya satu caffe yang kamu rintis sendiri yang ada di jakarta. Rumah dan kos-kosan juga atas nama cista. pokoknya semua yang atas nama cista kamu tidak berhak menikmatinya. Satu lagi jangan pernah kamu membawa wanita murahan itu ke hadapanku ,ingat itu. Menantuku hanya satu yaitu Cista."