Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
79


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat tiga hari lagi status cista akan berubah. Ia akan menjadi nyonya muda mangunkusumo,hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dulu sebelum bercerai dengan dzaky ia tak pernah bermimpi untuk dapat menikah kembali tapi Allah punya rencana yang lebih indah ia bahkan hanya menjanda dua tahun lebih sedikit,hehehe.


Siang ini ia berniat datang ke caffe untuk terakhir kalinya sebelum acara penting itu. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan sesak di kota bandung.


Ia berkendara sambil mendengarkan lagu-lagu favoritnya di sebuah aplikasi musik. Iapun tak segan untuk bernyanyi mengikuti suara asli sang penyanyi. Hingga tanpa sadar dari arah berlawanan ada sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi dan tak terkendali mungkin karena remnya yang blong.


Jeeedeeeerrr,brrruuuukkk. Suara tabrakanpun memekikan telinga setiap orang yang ada ditempat itu.


Darah keluar dan membasahi pakaian yang cista kenakan, cadarnyapun basah karena darah yang keluar dari pelipisnya.


ninuninuninuninuninu, ambulance datang setelah beberapa menit karena kebetulan kecelakaan itu terjadi tak jauh dari sebuah rumah sakit swasta.


"Hallo selamat siang."


"Selamat siang pak,ada yang bisa saya bantu?"


"Apa benar ini dengan keluarganya nona cista?"


"Ya benar saya ayahnya."


"Begini pak,kami dari pihak kepolisian ingin memberi kabar bahwa putri bapak terlibat kecelakaan lalu lintas sekarang sudah di bawa ke rumah sakit X,kami tunggu kehadirannya di sana ya pak."


"Baik pak terima kasih."


Ayah cistapun menangis dalam diam,tubuhnya bergetar ,perasaannya tak menentu. Ia segera menghubungi anak-anaknya yang lain,tak lupa ia juga menghububgi haris selaku calon suami cista. Setelahnya ia segera mengajak pak nino serta hito untuk menuju ke rumah sakit yang tadi di sebutkan. Untungnya hito sudah waktunya pulang sekolah jadi ia bisa langsung menjemput dan mengajak hito ke rumah sakit.


Haris tiba di rumah sakit lebih dulu ia segera menemui polisi yang ada di sana untuk menanyakan keadaan calon istrinya.


"Pak saya haris calon suami cista. Bagaimana keadaannya?"


"Sabar ya mas,sekarang masih di tangani oleh dokter, mana ayahnya cista mas?"


"Ayah masih di jalan pak karena harus menjemput cucunya pulang sekolah sebentar lagi pasti sampai."


"Baiklah, kalau begitu saya bicara pada mas haris saja."


"Boleh pak."


"Kecelakaan yang menimpa mba cista seperti kecelakaan yang di sengaja. Kami sudah mengecek CCTV di sekitar tempat kejadian. Mobil yang ada di belakang mba cista seakan sengaja menjaga jarak jauh agar tidak terlibat kecelakaan itu, sementara mobil di depannya mengalami rusak parah di bagian belakang mobil, lalu sopir truk yang remnya blong juga dengan anehnya sempat melompat sebelum truk itu menabrak mobil mba cista."


"Kenapa bisa begitu ? siapa yang ingin mencelakai cista?"


"Mungkin mba cista punya musuh atau saingan bisnis mas?"


"Setau saya tidak,dia ramah pada siapaun,bisnis juga dia tidak ngoyo pak dia apa adanya dan sederhana. Bahkan dia tidak ingin membuka cabang baru caffenya walaupun caffe miliknya selalu membludak oleh pengunjung. "


"Atau mungkin itu saingan mas haris? Atau mas haris tau kira-kira siapa yang berpontensi untuk menjadi tersangka?"

__ADS_1


"Mungkin, tapi takut jadi fitnah pak?"


"Tidak masalah mas haris kami akan segera menyelidikinya."


"Saya curiga pada mantan istri saya dan mantan suami cista pak."


"Kalau boleh tau siapa nama mereka?"


"Rima dan Dzaky. Rima masih saja mengganggu saya dan meminta rujuk taoi saya tidak mau jatuh ke jurang yang sama jadi saya selalu menolaknya pak sedangkan dzaky juga seperti itu masih terus mengharapkan cista kembali padanya. Mereka aneh pak,dulu mereka menyia-nyiakan kami sekarang saat kami ingin menemukan kebahagian kami mereka meminta kembali ,aneh kan pak."


"Ya mas haris begitulah manusia, mereka akan benar - benar menyesal setelah kehilangan. Baiklah mas haris,kalau begitu kami permisi dulu untuk segera melanjutkan penyelidikan kasus ini."


"Baik pak,mohon bantuannya."


Seorang dokter keluar dari ruangan setelah menangani cista.


"Bagaimana keadaan calon istriku toni?"


" Lho ris,jadi yang di dalam calon istrimu?"


"Ya ton."


" wah ngga nyangka kamu kehilangan batu untuk sebuah berlian kalau kaya gini namanya.


Dia masih kritis doakan saja yang terbaik. Kita lihat beberapa jam kedepan,semoga ia bisa keluar dari masa kritisnyaa."


"Terima kasih ton,apa aku boleh menemuinya?"


"Baik,terimakasih ton."


"Cantik banget calon istrimu ris,sumpah."


"Jadi kamu buka cadarnya?"


"Ya lah,kan mau di obati."


"Kurang ajar lu emang, gue aja belum lihat."


"Hehehehe maaf brow ✌✌✌✌✌. Ya udah sana masuk, ingat cuma lima menit."


"Ya ya."


"Haris."


"Ayah,pak nino,hito?"


"Bagaimana keadaan cista?"

__ADS_1


"Masih kritis yah."


"Ayah mana mama hito?" Tanya hito pada haris. Hito memang sudah memanggil haris dengan sebutan ayah setelah acara lamaran kemarin.


"Sayang doain ya supaya mama hito cepat sembuh."


"Ya ayah,hito selalu mendoakan yang terbaik untuk mama."


"Ayah aku lihat cista ke dalam ya,nanti gantian tapi hanya boleh lima menit."


"Ya nak,kamu saja dulu yang masuk."


"Ya ayah. Ayah yang sabar ya aku yakin cista akan segera bangun dan sembuh."


"Pasti nak,ayah yakin itu."


Harispun masuk,tampaklah seorang suster yang sedang memakaikan cadar di wajah cista.


"Suster saya ingin bicara dengan calon istri saya sebentar."


"Silahkan pak saya tunggu di luar."


"Terima kasih sus."


"Sayang,kenapa kamu keras kepala?Aku sudah bilang tetaplah di rumah sampai kita menikah, kamu lihat apa yang aku takutkan menjadi kenyataan. Sayang bangunlah tiga hari lagi kita menikah lho, kamu harus bangun dan menikah denganku,ayo cepat bangun. Sayang ayah sedang menunggumu bangun di luar, semua keluarga mencemaskanmu. Kalau sampai om herman tau dia bisa memborgol tanganku atau dia bisa juga melarangku menikahimu, kamu tega? Bangunlah sayang aku mohon."


Haris menggenggam erat telapak tangan cista yang seputih susu,lalu ia melihat sarung tangan di atas meja dan memakaikannya ke tangan cista.


"Sayang maafkan aku, aku melihat tangan indahmu sebelum halal hehehe. Aku akan menutupnya dengan sarung tangan ini agar tidak ada lagi yang melihat keindahan tanganmu. Keindahan ini hanya milikku , ya kan? Sayang, bangunlah. Naaahhh, sudah selesai sekarang tanganmu sudah tertutup, sayang aku keluar dulu ya,gantian sama yang lain. Kamu harus cepat bangun oke."


"Ayah silahkan kalau mau lihat cista?"


"Ya nak, sebentar lagi pasti kakak-kakaknya cista datang kamu tolong jelaskan kepada mereka ya."


"Baik ayah."


"Kakek hito mau ikut."


"Suster bolehkah cucu saya ikut sebentar saja?"


"Gimana ya pak?"


"Saya mohon sus sebentar saja."


"Baik pak tapi sebentar saja ya pak,saya takut di marahin sama dokter."


"Makasih ya sus."

__ADS_1


Suster itu mengizinkan hito untuk ikut masuk ke dalam bersama ayah. Ia tidak tega melihat wajah anak itu yang begitu khawatir akan keadaan ibunya.


Terlebih dia baru saja mengetahui fakta tentang anak itu. Pak nino tadi bercerita panjang kali lebar tentang cista dan hito pada sang suster karena sang suster yang kepo pada kehidupan cista.


__ADS_2