
"Sayang aku ke toilet dulu ya."
"Di mana mas?"
"Itu di luar, ngga jauh kok hanya di belakang kedai."
"Ya sudah, hati-hati ."Mas reipun bangun dari duduknya dan melangkah ke toilet. "Jangan lama-lama." Ia hanya terswnyum sambil mengacungkan jempolnya.
"Kalau begitu kami juga pamit ya cis, bilang ke reihan makasih traktirannya. Pamit siska dan kedua temannya.
"Oh ya kak sama-sama."
Aku masih menunggu mas reihan yang sudah hampir setengah jam ke toilet. Aku diam beberapa saat sambil memikirkan apa yang akan ku lakukan. Aku memutuskan untuk membayar makanan yang tadi kami makan dan menyusul mas rei ke toilet.
Aku mencarinya ke beberapa toilet sampai akhirnya aku bertemu dengan ayah dan yang lainnya di pasar ikan 200 meter dari bibir pantai. Aku menceritakan apa yang terjadi pada mereka. Kamipun mencarinya lagi memencar ke segala arah. Namun belum juga ketemu. Akhirnya aku mendapat sebuah pesan dari nomor tak di kenal.
"Reihan bersamaku, kami habis bersenang-senang. Semoga aku hamil dan bisa menikah dengannya."
Beberapa foto dan sebuah video yang tampak sangat intimpun terkirim ke ponselku. Aku bergetar melihatnya, hal yang seharusnya dilakukan oleh suami istri mereka lakukan dengan bebas seperti itu. (Tidak, mas reihan tidak mungkin seperti itu,aku yakin itu bukan mas reihan. Kalupun itu mas reihan pasti karena tidak sadar melakukannya).
"Mas reihan." Panggilku dengan lirih dan nada yang menyakitkan. Apa yang baru saja ku lihat begitu menyayat hatiku, aku berlari menuju ke atas batu karang tempat tadi aku duduk bersama mas reihan. Ku luapkan emosiku dengan berteriak sekencang mungkin tanpa peduli anggapan orang yang melihatku.
"Cista, kamu ngapain di sini?"
__ADS_1
"Kak dzaky, apa yang harus ku lakukan."
"Apa, kenapa kamu seperti ini. Katakan!"
"Lihatlah." Aku memberikan ponselku padanya. Dia tampak sangat terkejut.
"Cista aku yakin ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Kita harus bertanya dulu pada mas reihan nanti. Sekarang ayo kita menemui papa dan yang lainnya. Kita pulang."
Aku berjalan mengikutinya dari belakang, ya aku tidak boleh egois, aku harus bertanya langsung pada mas reihan.
Kak dzakypun menunjukan foto itu pada papa har,mama rita dan ayah. Mereka memutuskan untuk segera pulang dan menyelesaikan masalah ini. Tapi aku masih belum ingin bertemu dengan mas rei, jadi aku dan ayah langsung pulang ke rumah.
" Cista sayang. Ayo makan dulu , ayah sudah masak nih. Buru nanti bobo lagi."
"Ya ayah, sebentar lagi."
"Baik ayah cista mengerti." (Aku mengerti, aku hanya perlu percaya pada Allah, jodoh, maut dan rezeki adalah kuasanya).Selesai makan akupun kembali ke kamar, gosok gigi,cuci muka dan wudhu.
Setelah shalat akupun sedikit lebih tenang. Lusa aku memutuskan untuk kembali ke Bandung tanpa mas reihan. Aku memesan tiket kereta sebelum tidur. Aku memutuskan untuk memerikan mas reihan waktu guna menyelesaikan masalahnya dengan siska. Dan bila esok atau kapanpun mas rei ingin menjelaskan semuanya padaku, aku akan mendengarkan.
ting ting ting ting (Anggap saja bunyi notifikasi ).
"Cista, maaf kalau aku membuatmu terluka. Aku akan mencari bukti kalau aku tidak bersalah. Aku akan membuktikan padamu kalau aku tidak pernah melakukan itu dengannya. Tunggu aku, aku mencintaimu. Aku mohon tunggu aku."
__ADS_1
" Baiklah." Balasku singkat. Karena memang tak ingin banyak bicara, aku hanya perlu menunggu Allah menunjukkan kebenarannya.
Lusa subuh. Setelah shalat subuh akupun di antar oleh om herman ke stasiun karena keberangkatan kereta yang akan mengantarku ke Bandung jam setengah enam pagi.
Perjalanan kali ini tampak berbeda bagiku karena biasanya aku akan di jemput oleh mas rei sesampainya di stasiun kiara condong, tapi kali ini mungkin aku akan pesan taxi online atau ojek online tergantung cuacanya nanti. Dalam perjalanan aku juga mendapat teman baru, namanya Bayu. Ternyata dia akan menjadi kakak tingkatku di kampus nanti.
"Cista, ayo ikut sekalian, daripada naik ojeg. Panas cis, nanti kulitmu hitam gimana?"
"Hahaha,ada -ada saja. Aku sudah biasa kali panas-panasan seperti ini, tapi kulitku tetap putih tuh."
"Udah ayo buru, mumpung ada supir gratis nih."
"Sialan lu yu, sohib sendiri di bilang sopir."
"Hehehe. Ya elah bantu ngapa, lagi pedekate nih ."
"Jangan mau cis sama cowo kaya dia."
"Baiklah aku nebeng ya. hehehe."
"Siap cantik, mau di antar ke mana nih?"
"Ke dago bang, berapa ongkos?"
__ADS_1
"Gratis neng asal makan bareng aku."
Hahahaha, tawa kami menggemparkan mobil. Untung kacanya ngga pecah,hehehe.