Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
37


__ADS_3

Hari wisudapun tiba, aku di dampingi kak clara dan kak yahya. Tadinya aku berharap bisa di dampingi oleh ayah tapi karena kesibukkannya ayah tidak bisa datang. Karena aku anak yang pengertian jadi aku tidak mempermasalahkannya,hehehe. Walau sedih.


Aku sudah siap dengan kebaya modern yang kak clara jahit khusus untukku, di tambah dengan make up natural yang menghiasi wajahku. Padahal aku sudah menolak untuk make up tapi kak citra memaksa katanya karena hari ini hari spesial. Sementara rambutku hanya di curly di bagian bawahnya.


Aku sedikit was-was akan make up ini, aku takut wajahku bruntusan. (Aduh aduh aduh bagaimana ini, wwjahku sudah mulai gatal). Batinku.


Setibanya di kampus ,ternyata acara sudah di mulai, itu artinya kami terlambat, (wwwaaaahhh kamu payah cista).


Aku mengajak kak clara dan kak yahya untuk duduk di bangku yang masih kosong. Belum lama aku terduduk MC sudah mengumumkan beberapa orang yang menjadi lulusan terbaik tahun ini.


(Ngga salah dengar kan , yakin nih aku salah satu lulusan terbaik?) Batinku kala mendengar namaku di sebut oleh MC sebagai salah satu lulusan terbaik dengan IPK tertinggi tahun ini.


"Selamat de, kakak bangga sama kamu." Kata kak yahya padaku.

__ADS_1


"Udah jangan bengong, maju sana." Perintah kak clara, dengan nada sedikit keras agar aku sadar dari lamunanku.


Aku berjalan ke atas panggung untuk menerima penghargaan. Tak lupa aku juga menyampaikan beberapa patah kata untuk orang-orang yang telah berada di balik keberhasilanku ini, mulai dari para dosen, teman-teman, dan yang utama adalah keluarga. Setelahnya aku kembali ke tempat dudukku. Tapi baru berapa langkah aku di kejutkan oleh suara seorang pria yang ku kenal.


"Cista." Panggilnya.Aku menoleh ke arah sumber suara.


"Kak dzaky?"


"Tetaplah berdiri di sana, aku ingin bicara sesuatu yang penting." Katanya yang ku jawab dengan anggukan kepala. Diapun mulai bicara.


Kak dzaky berjalan ke arahku, berlutut di depanku sambil mengulurkan tangannya yang berisi sebuah cincin.


"CISTA PUTRI HANDOYO, will you marie me?"

__ADS_1


Semua yang ada di ruangan itu hening, mungkin mereka sedang menantikan jawabanku. Tapi aku sendiri masih diam, diam karena terharu sekaligus sedih.


Terharu karena di lamar di depan banyak orang seperti ini, ( so sweet). Aku tidak pernah menyangka kalau kak dzaky bisa melakukan hal romantis seperti ini.Hihihi.


Sedih karena aku teringat mas reihan, seandainya dia masih ada pasti hari ini dia yang akan berlutut di depanku memintaku menikah dengannya. TAKDIR, ya inilah takdir tuhan yang tidak bisa kita tau dan hindari.


Aku menatap matanya yang masih menatapku dengan penuh harap. Lalu , "YES I WILL." Jawabku sambil menangguk danmengulurkan tanganku agar ia bisa langsung memasangkan cincinnya padaku.


Tepuk tanganpun bergemuruh di ruang itu,mereka menjadi saksi hidup kisah romantis kami hari ini. Lamaran yang begitu mendadak dan mengagetkanku. Karena ku pikir ia akan melamarku di rumah dan hanya di saksikan keluarga saja tapi ternyata ia melamarku di acara wisudaanku di depan banyak orang, ia berhasil membuatku sangat gugup. Tapi aku bahagia, semoga ini awal yang indah, amin.


"Terima kasih, sayang."Ucapnya sebelum berlari menuju mama rita yang dari tadi sudah bersiri tak jauh dari panggung bersama papa har dan ayah. "Mama aku berhasil."


"Jangan bikin malu dzak, kamu ini. Kaya anak kecil habis dapat ice cream saja."

__ADS_1


"Biarin yang penting aku bahagia."


__ADS_2