Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
101


__ADS_3

Kehidupan cista berjalan dengan bahagia walaupun terkadang ia menghadapi berbagai macam cobaan namun cista bisa melewati semuanya dengan ikhlas dan sabar hingga kini ia mendapat kebahagian yang sempurna.


Kini cista sedang menikmati waktunya dengan menjadi ibu rumah tangga sekaligus pengusaha kecil-kecilan. Ya walaupun cista sibuk mengurus kedua buah hatinya ia juga tetap mengurus semua usahanya sendiri.


Terkadang haris merasa khawatir dengan kesehatan cista , ia selalu melihat cista yang kelelahan di malam hari. Seperti malam ini , ia pulang dari salah satu supermarketnya di malam hari. Ia membuka pintu rumahnya yang sudah sepi bak tak berpenghuni karena semua orang sudah larut dalam mimpi indahnya, para pegawai olshop cistapun sudah tak satupun yang terlihat.


Haris berjalan menuju kamarnya, senyumnya merekah ketika melihat sang istri terlelap dengan nyenyak sembari memeluk putrinya yang juga lelap dalam mimpi indahnya,saking indahnya sang putri tersenyum dalam tidurnya.


Haris segera membersihkan dirinya , selesai membersihkan diri ia menghampiri sang putri yang masih setia tersenyum dalam tidurnya itu, entah mimpi apa yang sedang dia alami sehingga terus tersenyum seperti itu. Haris mencium gemas seluruh wajah putrinya lalu ia juga mencium sang istri penuh cinta dan sayang , kemudian ia menyelimuti tubuh keduanya dan akhirnya ia juga ikut berbaring di samping sang istri tak lupa ia memeluk istrinya ,menyalurkan cinta dan rindunya karena tak berjumpa seharian ini.


Di sepertiga malam haris terbangun ketika mendengar suara air mengalir di dalam kamar mandi. Ia langsung tau jika sang istri pasti sudah bangun untuk berjumpa dengan sang maha kuasa. Harispun segera bangun dan mengambil wudhu di kamar mandi sebelah.


Sudah menjadi rutinitas bagi haris dan cista untuk melakukan shalat tahajud bersama.


Sampai di kamar cista sudah menunggu dengan sarung di tangannya,lalu merekapun shalat bersama.


"Selamat pagi istriku." Ucap haris sambil mengulurkan tangannya yang langsung di raih oleh cista lalu di ciumnya telapak tangan itu.

__ADS_1


"Selamat pagi suamiku."


"Kemarilah." Lanjut haris dengan merentangkan tangannya. Cista yang tau maksud dari harispun langsung mendekat dan memeluk haria penuh rindu.


Haris berdoa dalam hati, lalu tanpa menunggu lama iapun mencium bibir cista.


"Aku rindu sayang, bolehkah pagi ini kita membuat adonan boneka lucu?" Tanya haris yang di jawab anggukan kepala oleh cista.


Haris yang melihat sang istri menganggukpun segera melancàrkan serangan pagi itu. Ia menggendong tubuh cista menuju kamar sebelah. Kamar yang sudah berubah menjadi markas peperangan mereka .


Dan dimulailah peperangan hebat di dini hari itu. Haris selalu memulainya dengan mencium kening cista, ia juga selalu memperlakukan cista dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Setelah tubuh mereka sama -sama polos haris menggendong cista menuju ranjang lalu menutupi tubuh mereka dengan selimut. Peperangan masih belum di mulai karena mereka masih asik dengan berbagai pemanasan. Haris masih betah mencium bibir cista sambil memainkan bola jelli dengan kedua tangannya, sementara cista juga tak ingin kalah dalam peperangan itu, tangannya dengan lihai asik mengasah pedang milik suaminya agar saat peperangan nanti pedang itu berfungsi dengan sangat baik.


"Sayang." Cista mend.... kesal karena mainan di tangannya menjauh sebab haris kini asik bermain di lahan peperangannya , ia ingin menyiapkan lahan itu agar licin jadi ia terus saja menggarap lahan itu dengan lidah dan tangannya. Setelah lahan di rasa cukup siap untuk melakukan peperangan haris kembali mencium bibir cista sembari mengarahkan pedangnya menghampiri lahan peperangan yang sudah ia siapkan tadi.


Peluh mereka menetes , tubuh yang basah karena peluh itu seakan memberi bukti bahwa peperangan mereka begitu hebat dan menguras banyak tenaga.

__ADS_1


"Aaaaahhhh. Suara era... panjang mereka terdengar, sebagai pertanda bahwa peparangan telah usai.


"Terima kasih sayang."


"Sama-sama suamiku."


"I love you."


"I love you too."


"Ayo kita mandi dan bersiap shalat subuh, pasti sebentar lagi adzan."


"Hmmm, gendong mas."


"Ihhh manjanya istriku, tapi aku suka, manjanya kamu membuatku selalu kangen dan ingin terus berperang di ranjang tau ngga."


"Ihhh mas mesum."

__ADS_1


"Hehehe. Pakai ini sayang ( Haris menyerahkan sebuah bathroob ke cista, ia juga sudah memakai hal serupa) . Kemari sayang, aku akan menggendongmu, kita harus kembali ke kamàr dan segera mandi , sebelum putri kecil kita terbangun."


__ADS_2