Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
6


__ADS_3

Dengan penuh semangat aku melangkahkan kakiku memasuki SMA X. Karena terlalu bersemangat sampai aku tidak menyadari kalau ada seorang senior yang sedang berjalan berlawanan arah, dan akhirnya kami bertabrakan. (Astaga ini cowok ganteng banget, tapi kok jutek.)


"Eh, hati-hati kalau jalan."


"Maaf kak, aku tidak memperhatikan jalan dengan baik, sekali lagi maaf."


"Ya sudah pergi sana."


"Ya kak permisi."


Dari jauh ada yang memperhatikan segalanya , segerombolan siswi yang penampilannya sedikit berlebihan untuk anak sekolahan.

__ADS_1


"Heh,kalau jalan pakai mata jangan pakai lutut. Sengaja ya,ingin dekat sama Dzaky."


"Ngga kak, tadi memang tidak di sengaja."


"Awas saja kalau sampai dekat -dekat sama Dzaky, habis kamu sama saya."


"Tenang saja kak, aku datang untuk belajar bukan untuk mencari cowok. Kakak tidak usah khawatir."


"Permisi kak."


Setelah mendaftar seminggu yang lalu, akhirnya aku di terima di SMA X bahkan aku menduduki peringkat ke dua dan berhasil memasuki kelas favorit. Aku bertekad untuk belajar dengan giat agar bisa lulus secepatnya. Di kelas favorit ini kita belajar lebih cepat dari kelas lainnya sehingga kita bisa lulus SMA dalam kurun waktu 1,5 sampai 2 tahun saja. Semoga aku bisa melakukan yang terbaik,semangat. Go go go semangat.

__ADS_1


Aku sedikit kurang nyaman karena kejadian tadi pagi. Belum juga mulai belajar tapi sudah ada yang iri. Padahal aku tidak melakukan apapun, hanya kecelakaan kecil yang membuatku hampir jatuh jika tidak ada kak Dzaky yang meraih tubuhku dalam pelukannya. Aku bisa menduga kalau cewe-cewe pasti banyak yang menyukai kak Dzaky makanya kejadian seperti itu saja membuat mereka kepanasan dan menganggap akau sebagai saingan. Tapi aku harus mengesampingkan itu semua, anggap saja kata-kata mereka adalah dongeng pengantar tidur. Tidak masalah mereka menganggap aku sebagai saingan itu berarti aku cantik hahaha.


Hari pertama masuk sekolah, kami mengikuti acara pengenalan lingkungan sekolah ,semacam ospek gitu lah. Tapi karena ada peraturan baru dari pemerintah yang tidak mengizinkan sekolah atau perguruan tinggi untuk melakukan ospek ,mereka menggantinya dengan pengenalan lingkungan sekolah. Hal itu terjadi karena ada beberapa kejadian kekerasan dalam masa ospek bahkan ada yang sampai meninggal. Ih serem,tega banget kan. Sistem senioritas memang sangat sulit untuk di hilangkan , bahkan sampai sekarangpun masih merajalela. Seharusnya sebagai senior kita mencontohkan bagaimana bersikap baik di sekolah,bagaimana cara menghormati para guru,teman( baik junior ataupun senior)bahkan kita juga harus menghormati semua orang yang bekerja di lingkungan sekolah, ya kan.


Tapi yang sering kita lihat justru sebaliknya, banyak siswa yang saling membully,saling bermusuhan hanya karena memperebutkan cewe atau cowo yang mereka sukai. Uuhhh ngga banget deh, kita di sekolah itu buat belajar bukan buat sok-sokan dan pacaran. He to the lo, mending belajar deh biar pinter, jodoh kan sudah ada yang ngatur ya ngga sih? Bahkan sudah ditentuin sama Tuhan sebelum kita di lahirin sama ibu kita, ngga usah khawatir deh.


Hari-hari berlalu dengan menyenangkan, aku juga sudah menemukan seorang teman yang klop,namanya Indah. Si cerewet yang manis, berapa hari ini aku banyak belajar bahasa daerah sama dia maklum aku kan bisanya bahasa ngapak, ya ora? hehehehe. Semoga Indah bisa setulus Aldo dan Sari. Ah aku jadi merindukan mereka.


Ada satu lagi yang membuat bersemangat untuk datang ke sokolah, wali kelas sementara kami ganteng abis, seorang guru magang yang sangat muda namanya Pak Reihan,usianya 24 tahun.


Ada sesuatu hal yang membuatku seperti sudah mengenalnya jauh-jauh hari tapi aku belum tau apa itu. Mungkin kami pernah bertemu di suatu tempat, karena wajahnya sangat familiar. Atau mungkin itu hanya perasaanku saja. Ah ,masa bodo. Hehehe.

__ADS_1


__ADS_2