Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
36


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Aku sudah siap untuk berangkat ke kampus menjalani sidang,setelah sebulan penuh bekerja keras mengerjakan skripsi, alhamdulillah Allah selalu memberikanku kemudahan semua berjalan dengan lancar sesuai dengan target yang ku tentukan.


Saat ini aku sedang menunggu kak dzaky di teras rumah,karena ia berjanji akan menemaniku ke kampus. Lima menit menunggu, sebuah mobil yang sangat familiar bagikupun berhenti di depan gerbang kediamanku. Aku berjalan menghampirinya.


"Pagi sayangku."


"Pagi kak."


"Lihatlah ke sana."


"Ada apa?" Kataku sambil melihat arah yang di tunjuknya. Namun bukannya menemukan sesuatu aku justru mendapat serangan tiba-tiba darinya berupa ciuman di pipi. (Huuuuhhh so sweet).


"Biar semangat menjalani hari,hehehe."


"Dasar."


Hubungan kami semakin dekat, aku juga semakin mengenal karakternya. Ternyata banyak hal yang belum ku tau dari dirinya. Dulu aku hanya mengenalnya sebagai cowok yang sering berganti pacar dalam waktu berdekatan. Tapi sekarang aku tau jika dia sosok yang romantis,penyayang,dan memiliki kepedulian yang tinggi pada sesama. Beberapa kali aku melihatnya mengunjungi panti asuhan yang sama denganku tapi dia tidak tau jika aku juga ada di sana saat itu.

__ADS_1


Semua orang memiliki masa lalu , semua orang juga memiliki kekurangan. Jika kita mencari kesempurnaan maka kita tidak akan mendapatkannya pada siapapun karena itu hanya milik sang pencipta.


Aku sudah memantapkan hati untuk menerima lamaran kak dzaky setelah wisuda nanti, satu hal yang membuatku mantap dan yakin adalah ia mampu menerima segala kekuranganku , bisa di bilang kita saling melengkapi, saling mengisi. Ia juga mampu dan mau menerima masa laluku tanpa menyuruhku melupakan mas reihan. Karena jujur mas reihan tidak akan pernah terlupa sampai kapanpun,ia menempati ruang khusus di sisi hatiku. Ia akan tetap bersemayam di dalam sana hingga aku tiada suatu hari nanti. Walaupun saat ini ada cinta lain yang mengisi sisi lain di hatiku, tapi tetap saja cintaku pada mas rei seperti sebuah kematian , ia abadi dan akan selalu terkenang. Karena ia adalah belahan jiwaku. Sedangkan kak dzaky adalah jodohku, jodoh yang tuhan kirim untukku, guna melengkapi hidup dan cinta yang mas rei berikan dulu.


Sidangpun terlewati dengan lancar, aku lega akhirnya dalam dua minggu ke depan aku akan wisuda. Aku sudah tidak sabar wisuda , karena aku ingin menghabiskan waktuku di Banyumas bersama ayah sampai aku mendapat pekerjaan nanti. Aku rindu kampung halamanku, selama ini aku hanya sebentar jika pulang kampung aku inginnya bisa satu bulan di sana. Jadi bisa mengunjungi berbagai tempat favoritku ,hehehe.


"Sayangku."


"Ya."


"Setelah wisuda nanti aku ingin langsung melamarmu, lalu seminggu kemudian kita langsung menikah?"


"Hmmm. Baiklah,aku siap menikah denganmu. Tapi?"


"Apa aku boleh bekerja?"


"Tidak boleh, tapi aku sudah menyiapkan sebuah kesibukan untukmu."


"Apa itu?"

__ADS_1


"Ada deh, besok setelah menikah baru aku tunjukan."


"Baiklah tidak masalah, asal aku masih boleh memiliki sebuah usaha."


"Usaha apa?"


"Aku ingin berjualan fashion secara on line, boleh ya please."


"Baiklah, asal kamu tidak sering keluar rumah. Aku tidak rela kecantikan istriku di nikmati banyak orang."


"Alasan klasik."


"Sayang kamu tau kan kalau aku itu pencemburu akut."


"Ya ya ya tuan pencemburu."


"Kita ke Seberang kampus dulu ya , setelah itu baru pulang."


"Ngapain?"

__ADS_1


"Peresmian cabang cafe baru."


"Oke."


__ADS_2