
Hari ini aktifitasku padat seperti biasanya. Pagi setelah mengantar Hito sekolah aku mengecek rumah kos dan sambil menerima orderan . Siang hari setelah hito pulang sekolah kami makan siang bersama , setelah shalat dzuhur aku mengajak hito ke riesta caffe tak lupa aku membawa buku pelajaran hito untuk esok agar di caffe ia bisa belajar dan mengerjakan tugas serta pr-nya. Sebelum maghrib kami sudah kembali ke rumah setelah membersihkan diri dan shalat aku dan hito makan malam. Selanjutnya hito menggosok gigi,cuci tangan dan kaki serta mencuci muka lalu shalat isya , setelah itu iapun tidur. Sedangkan aku setelah shalat isya mengepak barang yang costumer pesan tadi pagi agar keesokan harinya tinggal di kirim, baru setelah itu aku tidur.
Lelah memang tapi harus di nikmati, hidup memang tentang bagaimana kita berjuang untuk bertahan hidup dan itu berarti kita harus berteman dengan lelah,bukan begitu?
Ke esokan harinya setelah mengantar hito ke sekolah aku pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan memasak selama satu minggu ke depan, setelah selesai aku juga mempir ke supermarket untuk belanja bulanan, maklum ini awal bulan jadi semua persediaan di rumah menipis bahkan ada yang sudah habis.
Sesampainya di supermarket aku berjalan dengan menunduk karena ada beberapa laki-laki yang berjalan di depanku. Aku mengambil sebuah troli untuk menaruh barang yang akan aku beli.Saat itu juga aku mengalami kejadian tak terduga.
"Maaf,maaf." Ucap seorang pria yang tak sengaja menyentuh tanganku ketika kami tak sengaja memegang troli yang sama.
"Tidak apa, silahkan di ambil dulu mas."
"Untuk kamu saja dulu."
"Baiklah terima kasih, permisi."
"Eh, ya sama-sama. Mba tunggu."
"Ya." Aku menoleh ke belakang lagi.
"Boleh kenalan ngga?" Ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
"Oh, saya Cista mas." Jawabku sambil mengatupkan ke dua tanganku di depan dada.
"Saya Haris."
"Permisi mas."
"Oh ya silahkan. Semoga kita bisa bertemu lagi."
Aku hanya tersenyum pilu di balik cadarku, aku bahkan belum resmi bercerai dari mas dzaky bagaimana laki-laki itu berharap bisa berjumpa denganku lagi.
Pov Haris
Aku berbelanja ke supermarket hari ini bersama asisten pribadiku yang sudah ku anggap adik ,namanya Beni ,serta seorang sahabatku yang bernama Ricky. Saat turun dari mobil aku sejenak mematung karena melihat seorang wanita bercadar yang sangat anggun , ia sangat cantik walau aku hanya melihat mata dan setengah dahinyanya saja.
"Ya tuhan masih pagi begini aku sudah melihat bidadari." Batinku. Mungkinkah aku jatuh cinta pada pandangan pertama? Mungkinkah hati ini dengan begitu cepat terhiasi nama yang baru?
"Ya tuhan kenapa jantungku , padahal dengan istriku saja aku tak pernah merasakan seperti ini. Apa yang kamu pikirkan haris, kamu belum resmi menyandang status duda tapi kamu sudah mulai menanam benih cinta yang baru?" Lanjutnya dalam hati dan masih terus memperhatikan cista yang sedang merapikan bebrapa kantong belanjanya di dalam mobil.
Aku tersadar dari lamunanku, lalu aku segera menyusul Beni dan Ricky. Tak lupa aku mengambil troli lebih dulu, betapa terkejutnya aku ketika merasakan sebuah tangan halus tak sengaja kupegang karena kami mengambil troli yang sama.
"Oh my god, inikah yang di sebut takdir." Batinku saat kedua bola mata kami bertemu dan beradu beberapa saat.
Aku mempersilahkan dia untuk mengambil troli itu lebih dulu ,aku memperhatikannya dalam diam. Iapun berlalu setelah mengucapkan permisi.Aku memberanikan diri untuk memanggilnya lagi dan berkenalan setelah itu. Ternyata namanya cantik secantik matanya yang berwarna hitam kecoklatan. Kulitnya yang putih tersembunyi di balik cadar merah maroonnya. Aku yakin kulitnya putih karena melihaylt dahi dan punggung tangannya yang tak sengaja ku pegang tadi. Setelah ia agak menjauh,aku mulai bisa mengatur ritme jantungku yang tadi memburu ,berdetak tak menentu saat ada di dekatnya.
Cista, semoga esok kita bisa berjumpa lagi dengan keadaanku yang sudah bebas alias sudah menduda. Harapku dalam hati.
Aku mengikutinya, ketika aku melihatnya kesusahan mendorong troli yang nampak sudah penuh, aku memberanikan diri untuk membantunya.
__ADS_1
"Beni."
"Ya kak?"
"Kalian ikuti aku ya."
"Emang mau ke mana bro?" Tanya ricky.
"Udah deh tinggal ikutin jangan banyak ngomong."
"Oke lah, kalau bos sudah bilang begitu kita bisa apa?"
"Cista, berat ya? Mau aku bantu dorong ngga?"
"Hehehe, ya nih mas haris. Tapi takut ngrepotin."
"Udah sini aku dorongin. Kenapa belanja sendiri?"
"Ya soalnya ayah ngga bisa berkunjung bulan ini."
"Oh, ini udah selesai belum belanjanya?"
"Udah kok tinggal menuju kasir."
"Kalau begitu ayo."
"Makasih ya mas, padahal baru kenal tadi tapi udah mau bantuin."
"Kalau bagitu mas jalan di depan, aku ikutin dari belakang."
"Cewek harus di depan cis, biar aku yang ikutin kamu di belakang."
"Makasih ya mas udah di bantuin."
"Ya sama-sama."
Cistapun mengantri, sementara aku keluar lebih dulu setelah memberikan beni kartu debit , membiarkan beni mengantri di kasir bersama ricky.
Aku menunggu tak jauh dari kasir tempat cista mengantri karena aku berniat membantu membawa belanjaannya ke mobil, hehehe.
"Sini aku bantuin lagi, di mana mobil kamu?"
"Ngga ngrepotin mas?"
"Ngga santai aja. Udah ayo jalan duluan."
"Makasih ya mas." Ucapnya lagi yang ku jawab dengan senyum dan anggukan kepala.
"Lho ini kamu dari pasar?"
__ADS_1
"Ya mas tadi sebelum ke sini aku beli yang basah-basah dulu di pasar untuk masak seminggu ke depan, lalu ke sini untuk belanja bulanan."
"Oh."
"Ya , sekali lagi terimakasih mas haris."
"Ya sama-sama. Hati-hati nyetirnya, sampai jumpa." Ia tersenyum di balik cadarnya terlihat dari matanya yang menyipit,hihihi. ( Aku yakin wajahnya sangat cantik saat terswnyum).
Aku memperhatikan mobilnya yang semakin menjauh, aku semakin kagum padanya . Tampak kemandirian dalam dirinya yang semakin membuatku terkagum,ia juga humble dan sopan serta masih menjaga batasannya pada lawan jenis.
"Woi, siapa?" Tanya ricky.
"Namanya cista."
"Naksir ya?"
"Hmmm. Tapi aku hanya seorang calon duda."
"Kakak minder." Tanya beni.
"Ya begitulah ben."
"Jangan minder bro, lu cakep hanya status doang yang duda. Kejar sampai dapet, gue dukung. Gue seneng karena lu ngga larut dalam kesedihan karena masalah rumah tangga yang lu hadapi." Kata ricky sok bijak.
"Gue juga bingung kenapa gue ngga ada sedih-sedihnya ya pisah sama Rima?"
"Itu berarti lu ngga cinta sama Rima."
"Bener kata kak ricky, kak," sela beni.
"Mungkin,hehehe. Aku mau fokus sama proses perceraian dulu. Lagian aku baru pertama kali ketemu cista."
"Jodoh ngga ada yang tau kak."
"Doain yang terbaik aja deh. Gue percaya Allah maha tau yang terbaik buat setiap hambanya."
"Oke cus, kita pulang."
"Aku ikut ke rumah lu ya ris."
"Hmmm."
"Kangen ya sama Nabila?" Tanya beni pada ricky. Ricky memang sudah lama memendam rasa pada adikku, tapi belum pernah mengungkapkannya padahal aku sudah memberinya restu ,hehehe.
"Kok tau si ben."
"Kelihatan."
"Udah buru ayo pulang ben."
__ADS_1
"Oke kak."