Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
16


__ADS_3

BANYUMAS


"Apa yang kau lakukan , kenapa semua lemari berantakan seperti ini?"


"Di mana surat-surat tanahmu yang banyak itu mas?"Tanya tante mira pada ayah.


"Untuk apa?"


"Aku juga berhak atas apa yang jadi milikmu bukan?"


"Tidak, kamu tidak berhak atas apapun yang terhasil dari pernikahanku sebelumnya, yang berhak atas semua itu adalah ketiga putriku."


"Aku istrimu mas, aku berhak."


"Tidak mira, selama menikah denganmu aku tidak berhasil membeli apapun, semua uang yang ku hasilkan hanya habis untukmu bersenang-senang."


"Pokoknya aku mau salah satu tanahmu mas."


"Sampai matipun kau tidak akan mendapatkannya."


"Aku akan mengambilnya."


"Oh, jadi begini sifatmu yang sesungguhnya. Jangan-jangan kau menikahiku hanya karena aku memiliki tanah yang luas."


"Ya aku memang mengejarmu hanya karena tanah yang kamu miliki."


"Bagus, kalau begitu hari ini ku jatuhkan talakku padamu. Kau bukan lagi istriku, pergi dari rumah ini sekarang sebelum aku berbuat buruk padamu."

__ADS_1


"Serahkan dulu salah satu sertifikat tanahmu."


"Tidak akan, surat itu aku yakin di tempat yang seharusnya. Di pegang oleh yang berhak memilikinya."


"Tunggu saja, aku akan mengambil semua yang kau miliki."


"Cobalah, kau sama sekali tidak memiliki kekuatan hukum karena kita hanya menikah siri."


"Bukankah kau telah mendaftarkan pernikahan kita?"


"Aku tidak sebodoh itu mira. Tanpa restu dari anak-anakku terutama dari cista aku tidak akan menikahimu secara resmi."


"Aku akan balas semua hinaan ini."


"Kau menghina dirimu sendiri mira. Pergi dari sini, cepat pergi, jangan bawa apapun ingat itu. "


Rasa sesal memenuhi rongga dadaku, sesak ini membuatku marah pada diriku sendiri yang begitu bodoh karena telah tergoda rayuan mira. Ternyata dia hanya mengincar tanah-tanahku yang akan aku wariskan pada ketiga putriku. Maafkan ayah kalian nak, ayah janji akan menebus semua waktu yang telah kalian lalui tanpa ayah. Mulai sekarang semua waktu ayah hanya untuk kalian. Maafkan ayah.


Risma maafkan aku, aku lalai menjaga anak-anak, maafkan aku karena telah begitu menyakitimu hingga batas sabarmu habis.


Menyesal sekarang tak guna, yang harus ku lakukan hanya menebus semua rasa bersalahku , menghujani anak-anak dengan kasih sayang hingga maut menjemputku. Aku akan lakukan segalanya untuk kebahagian anak-anakku.


"Di mana surat-surat tanah itu? Aku yakin ada di sini. Mungkin salah satu anakku yang membawa. Setelah ujian cista selesai aku akan mengunjungi mereka dan menanyakannya."


*******


Bandung again

__ADS_1


Hari ujianpun berakhir aku keluar dari gerbang sekolah menunggu angkot di halte.


"Cista, sini." Panggil mas reihan dari cafe miliknya yang tepat ada di depan sekolah. Aku menyebrang jalan menghampirinya .


"Bagaimana ujianmu?" Tanya mas reihan ketika kami sudahada di ruangan kerjanya di lantai dua.


"Alhamdulillah mas ,lancar, semoga nanti hasilnya memuaskan. Amin."


"Amin. Aku yakin kamu yang terbaik."


"Mas , aku haus dan lapar karena mengerjakan ujian begitu memeras seluruh tenagaku."


"Ya ya baiklah, aku akan membawakanmu makanan kesukaanmu, mau minum apa?"


"Mmmm, air putih saja tapi yang hangat."


"Tunggu di sini jangan ke mana-mana."


"hmmm."


Ia keluar menuju dapur, beberapa menit kemudian ia kembali dengan nampan yang penuh makanan. Mie ayam, batagor, seblak, bakso dan beberapa minuman.


" Mas ini terlalu banyak."


"Kita akan menghabiskannya berdua. Temani aku mengecek laporan keuangan bulan ini, setelah itu aku antar kamu pulang."


"Tapi aku belum izin pada kak clara."

__ADS_1


"Aku sudah mengizinkanmu, nih lihat." Katanya sambil menyodorkan ponselnya. Benar saja ia telah meminta izin untuk menjemputku dari sekolah dan mengajakku jalan-jalan sebentar. Sungguh curang, aku seperti kekasihnya saja, pantas semua orang yang menyukainya jadi membenciku. Tapi aku juga menikamati segala yang dia lakukan untukku. Hehehe.


__ADS_2