
Satu setengah tahun telah berlalu, aku sedang menikmati secangkir coklat hangat di teras rumah. Membaca novel online bergenre romance kesukaanku. Malam minggu , yang selalu aku habiskan hanya seorang diri.
"Cistaaaaa." Kak clara memanggilku dengan berteriak.
"Apa kak, jangan teriak dong, aku tidak tuli."
"Mau ikut ngga?"
"Ke mana?"
"Jalan-jalan kita."
"Malas ah, minta jajan saja. Bawakan aku jajan yang enak dan banyak."
"Ikut saja, malam minggu masa di rumah terus,mbok yo keluar cari cowok cakep sana."
"Ngapain nyari cowok.Mending jomblo tapi bahagia. Hahaha."
"Kamu tuh cis, di deketin sama cowok-cowok cakep malah di tolak mulu."
"Cista mau fokus kuliah saja kak."
"Buat hiburan kan ngga apa cis."
"Baca novel gini juga hiburan kak."
"Susah memang kamu tuh,Ya sudah, hati-hati di rumah ya."
"Ya, sudah sono kalau mau pergi. Ngga usah berisik deh, ganggu orang saja, lagi asyik nih bacanya."
(Kring kring kring) Ponselku berdering. Sebuah panggilan dari sebuah nomor yang selalu berusaha membuatku tertawa senang. Dia selalu berusaha membuatku bahagia, dia selalu ada untukku. Tapi aku selalu berusaha menjaga jarak dengannya karena dia milik seseorang. Aku tidak ingin di sebut pelakor, jadi lebih baik jika aku menjaga jarak darinya.
__ADS_1
"Hallo cista."
"Ya kak dzaky ada apa? Kenapa wajah jelekmu itu tambah jelek."
"Hiburlah aku sedikit saja."
"Maaf aku bukan wanita penghibur."
"Hehehehe, aku bercerai dengan laras."
"Lah terus hungannya denganku apa?"
" Aku curhat cista, berhentilah bersikap dingin padaku."
"Oke oke baiklah, ceritakan."
"Anak itu bukan anakku. Ternyata selama ini aku di bohongi oleh laras."
"Mungkin itu karma untukmu yang selalu nyakitin cewek dulu."
"Lalu si gembul anak siapa?"
"Anaknya Rian."
"Hah Rian? Rian anaknya tante Mira?"
"Ya, mantan ibu tirimu."
"Sorry yah ibuku hanya satu, namanya Risma tidak ada yang lain."
"Oke oke maaf. Bolehkah aku main ke rumahmu? Aku butuh teman ngobrol."
__ADS_1
"Tidak boleh, aku di rumah sendirian."
"Pelit sekali."
"Itu lebih baik. Udah cari cewek saja sana."
"Aku tidak ingin mencarinya lagi, aku hanya ingin memperjuangkan cinta yang belum sampai."
"Oh."
"Tanya dong , siapa yang ingin ku perjuangkan."
"Aku tidak mau tau, weeee."
"Dasar, kamu tidak ingin punya kekasih?"
"Tidak, aku ingin fokus kuliah. Dan aku tidak mau pacaran."
"Apa kamu belum bisa melupakan kak rei?"
"Sampai kapanpun dia tidak akan terlupakan."
"Cista,bukalah lembaran baru."
"Sudahlah, intinya aku mau fokus kuliah. Bagiku jodoh sudah ada yang mengatur."
" Cista,aku mencintaimu." Aku tidak lagi membalasnya, aku tidak ingin memberikan harapan untuknya.
*********
Di samping sebuah pusara ada seorang pria tampan yang tampak sedang berkeluh kesah kepada sosok tak bernyawa penghuni pusara yang ia kunjungi.
__ADS_1
(Reihan,aku datang. Gadis kecilmu sekarang sudah banyak berubah , dia sekarang menjadi orang yang sangat tertutup dan dingin. Dia tidak seceria dulu ketika kamu masih ada. Rei, bolehkah aku jatuh cinta padanya? Apa kamu mengizinkan aku mendekatinya? Rei aku mencintai cistamu,Rei aku berjanji akan selalu menjaganya, menyayangi dan mencintainya walaupun aku tau dia tak mungkin membalas rasa ini. Rei, aku pamit dulu, aku akan sering mengunjungimu. )
Dia adalah Yusuf, sahabat baik reihan yang berprofesi sebagai dosen. Dosen muda yang sangat tampan dan populer di kampus tempat cista menimba ilmu. Dia salah satu pria yang selalu berusaha mendapatkan hati cista, tapi cista menganggapnya sebatas kakak.