Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
95


__ADS_3

Callista tumbuh menjadi bayi yang sehat,aktif dan menggemaskan. Di usianya yang baru 3 bulan ia sudah bisa tengkurap bahkan mungkin dalam waktu dekat ia sudah bisa merangkak. Ia tumbuh begitu pesat melebihi bayi pada umumnya.


Hal itu membuat cista dan haris senang sekaligus khawatir karena merasa kewalahan menghadapi sang putri yang sangat aktif.


"Sayang diamlah sebentar, pakai dulu bajumu agar dirimu terlihat cantik. Ayolah tuan putriku kasihanilah papahmu ini." Kata haris saat sedang memakaikan baju sang putri. Sementara bayi menggemaskan itu hanya tertawa memamerkan gusinya yang bahkan masih merah karena belum ada giginya.


"Sayang tolong aku."


"Kenapa sih mas?"Jawab cista sambil menyisir rambutnya.


"Lihatlah putri kita tidak mau diam, aku jadi susah memakaikannya baju." Cista lalu meraih sang putri dalam gendongannya.


"Calli, dengarkan mama , pakai dulu bajumu oke." Kata cista sambil memandang wajah putrinya yang sedang ia gendong. " Nah sekarang mas bisa memakaikan calli baju."


"Oke, baiklah tuan putri , kita pakai bajunya ya. Ah papah lupa kamu harus pakai pampers karena kita akan melakukan perjalanan jauh,tunggu di sini sebentar papah ambil dulu pampersnya. "


Cista melihat interaksi keduanya dengan senyum bahagia. Ia merasa sangat beruntung memiliki suami yang siaga seperti haris, bahkan haris selalu membantunya mengurus anak jika di rumah. Harispun selalu menyempatkan diri untuk menemani hito belajar.


"Terima kasih mas." Kata cista dalam hati sambil melanjutkan memakai kerudungnya.


"Ma, pa. Hito sudah siap nih."


"Waaaahhh kakak pintar sekali, sini bantuin papah mengurus adik calli."


"Oke. Hallo adik calli yang cantik." Calli tersenyum sambil menggerakkan tangannya berusaha meraih wajah sang kakak. Hito memegang tangan adiknya sambil terus mengajaknya bicara hingga tanpa terasa calli sudah selesai memakai baju dan terlihat sangat cantik sekaligus menggemaskan.


"Horeee, sudah selesai. Calli senang ya bermain bersama kakak?"


"Ya dong kan calli sayang kakak." Kata hito membanggakan diri.


"Kalian main dulu ya, papah mau ganti baju."

__ADS_1


"Oke papah."


"Ini bajunya mas." Kata cista sambil memberikan baju yang sudah ia siapkan kepada haris.


"Terima kasih istriku."


"sama-sama suamiku."


"Sini cium dulu."


Cistapun berhambur ke pelukan haris, memeluk erat suaminya penuh cinta dan kasih.


" Mas,terimakasih telah menjadi suami dan papah yang luar biasa untuk kami. Aku mencintaimu."


"Aku lebih mencintaimu sayang." Haris meraih wajah cinta dan mendaratkan sebuah ciuman di keningnya.


Beberapa saat kemudian,mereka sudah berada di dalam mobil yang di kendarai pak nino. Mereka akan menuju jogja untuk menghadiri pemilihan raja baru tiga hari lagi.


"Sayang."


"Apapun yang akan terjadi nanti kamu harus tetap tenang, percayalah padaku,aku akan melakukan yang terbaik untuk kita."


"Baik mas, aku selalu percaya padamu."


"Bos,jadi gimana rencana kita?"


"Ikuti saja apa maunya, demi keamanan istri dan anakku."


"Baik bos. Bos udah yakin ngga mau jadi raja nih."


"Yakinlah, aku sudah nyaman hidup seperti ini bersama istri dan kedua anakku."

__ADS_1


"Oke deh bos, aku mendukung apapun yang menjadi pilihanmu. Aku juga sudah menyiapkan beberapa orang untuk mengawal kita, untuk berjaga saja, takutnya sepupu bos melakukan kekerasan."


"Baiklah,terima kasih karena selalu bersamaku ."


"Itu gunanya sahabat bro."


"Bro, lu udah pamit kan sama anak istri?"


"Ya udah lah,tenang aja."


"Ok. Soalnya setelah dari jogja kita mampir ke banyumas, sowan ke mertua gue."


"Santai aja bro. Istriku mah orangnya santai yang penting aku selalu ngasih kabar dan tak lupa bawa oleh-oleh,hehehehe."


Perjalananpun berjalan lancar , setidaknya hingga mereka sampai di kota purworejo.


"Don, kita istirahat dulu. Cari tempat makan yang nyaman."


"Oke bos."


"Sayang kita makan siang dulu ya."


"Udah sampai mana mas?"


"Sampai purworejo,sejam lagi kita sampai di rumah papa mama yang di jogja."


"Kok cepet mas?"


"Kan lewat tol sayang."


"Oh iya ya. Kenapa ngga makan di rumah aja mas?"

__ADS_1


"Kamu akan tau nanti. Ayo, biar aku yang gendong calli."


Merekapun makan siang di salah satu restoran. Cista juga tak lupa mengganti pampers calli untuk ke tiga kalinya,karena sudah menjadi kebiasaan saat calli memakai pampers harus di ganti segiap dua atau tiga jam sekali. Sementara itu haris menyiapkan makanan untuk hito. Agar setelah hito kembali dari toilet dan mushola ia bisa segera makan. Mereka juga secara bergantian melaksanakan shalat dzuhur.


__ADS_2