
"Papa." Teriak Calli saat melihat sang papa yang tengah menunggunya bersama seorang .
"Hai sayang,selamat ya atas kejuaraan yang kamu raih."
"Mamah mana?"
"Di rumah. Tadi papah sidak di mall depan jadi sekalian jemput kamu."
"Ayo boy kita kembali ke kantor ."
"Baik pak. "
"Lho kak vano."
"Hay calli. Selamat ya, kamu hebat."
"kalian sudah saling kenal?"
"Kak vano tuh senior calli pah,kemarin juga sempat ngasih bimbingan sebelum calli berangkat ke rusia."
"Oh ,berarti papah tidak salah memilih asisten dong. " Calli mengacungkan ke dua ibu jarinya.(ππ)
"Calli anak yang sangat cerdas pak haris jadi sangat mudah dan asik jadi pembimbingnya."
"Selain cerdas Calli cantik kan vano."
"Hehehe ya pak,ngga usah di tanya lagi kalau itu."
"Kak Vano kerja di kantor papah?"
"Dia jadi asisten papah sekarang sampai kamu siap mengambil alih semua usaha papah,setelah itu dia akan menjadi asisten kamu."
"Oh. Oke-oke kalau asistennya kak vano sekarang juga aku mau kok kalau di suruh kerja,hehehe."
"Masih kecil Calli jangan genit deh."
"Ih papah,berapa hari lagi aku 16 tahun lho,jangan lupa kadonya ya papahku yang ganteng."
"Giliran ada maunya aja muji."
"Hehehe. Kak vano juga ganteng deh, besok aku minta kado yah,yang spesial."
__ADS_1
"Calli mau kado apa?"
"Hatinya kak vano bisa ngga?"
"Ckckck anak siapa si kamu kok pandai nggombal gitu?"
"Hehehe,anak papah lah."
"Hissss dasar bocil. Kalau vano nungguin kamu keburu kebelet nikah yang ada."
"Aku siap kok nungguin calli pak, itu kalau bapak mengizinkan."
"Hahahaha." Kami tertawa serentak.
(Aku berharap ini bukan sebuah candaan pak haris, karena aku memang sudah jatuh cinta pada putri kecilmu ini). Kata vano dalam hati.
(Malam hari)
"Selamat malam Calli." Sapa vano dalam pesan singkatnya, setelah berperang dengan hatinya akhirnya dia memberanikan diri untuk mengirim pesan itu pada Calli. Hatinya berdebar menunggu balasan pesannya yang tak jua datang.
Satu jam kemudian.
"Belum tidur?Sudah larut lho."
"Belum ngantuk kak,tadi siang tidurnya lama jadi sekarang belum ngantuk. Kak Vano sedang apa?"
"Lagi kangen kamu."
"βΊβΊβΊ gombal . Nanti pacar kak Vano marah lho."
"Tidak akan ada yang marah ,kan aku jomblo, hehehe."
"Bohong."
"Suer deh, aku belum pernah pacaran, jatuh cinta aja baru sekali."
"Masa sih?"
"Hmmm. Minggu depan katanya kamu ikut ke acara ulang tahun perusahaan ya?"
"Ya,disuruh ikut karena acaranya di jadiin satu dengan acara ulang tahun aku juga."
__ADS_1
"Oh ya?"
"Ya, kata papah gitu biar hemat,πππ."
"Calli mau kado apa dari kakak?"
"Cintanya kak vano aja,πππ."
"Cintanya aku udah buat kamu kok."
"Bohong."
"Bener,mana ada aku bohong. Aku akan nunggu kamu hingga siap di ajak nikah."
"Jangan gitu kak,nanti aku baper gimana?"
"Aku serius Calli."
"Mmm. Tapi jangan terlalu berharap ya kak, takut kakak terluka."
"Why?"
"Karena kita ngga pernah tau apa yang akan terjadi esok."
"Ya , kamu benar. Tapi aku akan berdoa kepada Allah supaya kamu menjadi jodohku."
"πππ."
"Bobo sana."
"Oke kak, selamat malam."
"Malam Calli π."
Sejak percakapan itu hubungan mereka semakin dekat, walaupun tidak pernah ada status pasti , mereka hanya menyerahkan segalanya pada takdiΕ sang kuasa.
"Calli. Sayang bangun." Haris mencoba membangunkan aduk tercintanya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Di kecupnya kening Calli berkali-kali agar sang punya kening terganggu dalam tidurnya dan segera membuka mata.
"Kakak, aku masih ngantuk."
"Subuh dulu dek, ayo kakak gendong." Callipun menaikkan kedua tangannya ke atas sebagai tanda ia menyetujui ucapan sang kakak yang akan menggendongnya.
__ADS_1