Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
27


__ADS_3

"Cista,yuhu. Kakak mau belanja nih,ikut tidak?" Suara kak clara yang nyaring sudah membuat gendang telingaku sakit di pagi hari.


"Ya ampun kakak masih jam lima lebih, belanja di mana?"


"Ke pasar sayangku, buru bantuin bawa barang belanjaan."


"Kak, cisa ngantuk sekali, sama kak yahya saja sana."


"Kak yahyamu itu kalau libur kan malas bangun pagi, udah buruan bangun ayo temenin kakak."


"Baiklah tunggu." Dengan terpaksa aku bangun, niat hati mau tidur lebih lama karena weekend tapi apalah daya , menjadi seorang adik memang selalu tertindas hehehe.


Aku dan kak clarapun keliling pasar mencari sayur mayur beserta lauk pauknya untuk persediaan satu minggu ke depan, tak lupa buah-buahan segar yang menggugah selera. Emang dasarnya aku pecinta buah-buahan dan sayuran hijau jadi kalau melihat yang segar-segar suka gelap mata hehehe. Setelah semuanya terbeli aku dan kak clara menuju ke pasar kaget di monumen perjuangan.


Tadinya aku menolak untuk ke sana karena di sana banyak sekali kenanganku bersama mas reihan. Tapi bagaimanapun juga aku harus melanjutkan hidup jadi aku membuang jauh-jauh rasa takut untuk mengenangnya. Karena aku sadar semakin aku ingin melupakan kenangan tentangnya maka kenangan itu akan semakin menghantuiku. So, aku ingin menikmati segala rasa ini, melanjutkan hidup dengan segala kenangan indahnya.


"Beli apa kita ke sini kakakku yang cantik?"


"Beli apapun yang kita mau,hehehe."


"Kak yahya baru dapat bonus ya?"


"Ya, adikku memang paling pintar deh bisa tau apa saja."


" Jelas , kakak itu kakakku jadi aku tau bagaimana kakak."


"Nih, bagianmu, beli apapun yang kamu mau. Nanti ketemu di parkiran."

__ADS_1


"Wahhh rejeki anak solehah ini, hehehe. Terima kasih kakakku yang paling baik."


"Yayaya, sudah sana jangan ganggu kakak mau belanja nih."


"Sip dah, sampai ketemu di parkiran kakak."


Aku berjalan berkeliling mencari sesuatu yang menarik. Kebetulan sekali aku sedang menginginkan sepatu baru, biasanya di pasar kaget harga sepatunya murah dengan kualitas yang lumayan. Aku tipe orang yang mudah bosan jadi aku selalu membeli barang yang harganya murah agar tidak mubazir ketika aku sudah bosan memakainya.


"Hay cista."


"Kak Bayu. Sendirian kak?"


"Ya nih, jomblo jadi ke mana -mana sendiri. Kamu sama siapa?"


"Sama kakak, tapi berpencar. Malas kalau ngikutin kak clara ."


"Kalau begitu kita jalan bareng yuk."


"Mau cari apa?"


"Aku sudah dapat yang di cari, ini mau muter-muter saja sembari nunggu kak clara daripada bosen di mobil."


"Kamu sering ke sini?"


"Ya."


"Dengan pacar?"

__ADS_1


"Bisa di bilang begitu. Kami tidak berpacaran, tapi dekat dan akhirnya bertunangan."


"Wah beruntung sekali cowok itu."


"Tapi aku tidak seberuntung itu."


"Kenapa?"


"Karena dia sudah pergi ketempat yang sangat jauh dan tidak bisa ku temui."


"Maksudnya?"


"Dia sudah meninggal beberapa minggu yang lalu."


"Maaf. Semoga dia mendapat tempat terbaik di sisiNya."


"Amin."


"Apa kamu sangat mencintainya?"


Aku diam bukan karena aku tidak mencintai mas rei tapi karena aku ingin menyimpan rasa itu untukku sendiri tanpa harus ada orang yang tau.


"Ok, tidak usah di jawab, aku sudah tau jawabannya. Cista kamu cantik dan pintar pasti kamu bisa mendapat pengganti dengan cepat."


"Ya mungkin, tapi tidak untuk sekarang. Aku hanya ingin menyelesaikan kuliahku dengan cepat."


"Semangat belajar kalau begitu, hehehe."

__ADS_1


"Kak Bayu sepertinya aku harus ke parkiran sekarang. Sampai jumpa." Pamitku sambil berjalan cepat ,menjauh darinya.


"Baiklah ,sampai jumpa cista." Jawabnya sambil melambaikan tangan .


__ADS_2