Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
32


__ADS_3

Weekendpun tiba , aku dan mega sedang bersiap untuk pulang ke Banyumas beraama kak Dzaky yang kebetulan akan pulang juga ke Banyumas, jadi aku nebeng hehehehe.


Tin Tin Tin. Suara klakson sudah terdengar pasti kak dzaky sudah datang menjemput kami. Aku berteriak dari balik jendela kamar.


"Kak dzaky masuk dulu tanggung nih."


"Ok ok. Santai saja."


Kak Dzakypun tampak melangkah ke dalam rumah.


"Hei mega, tambah besar saja kamu."


"Ya dong masa tambah kecil. Tunggu aku panggil auntyku dulu ya kak."


"Bolehkah aku yang memanggilnya?"


"Boleh saja."


"Terima kasih mega, hehehe."


"Ya ya ya , aku mendukungmu kak, semangat."


Aku baru selesai mandi dan sedang mengeringkan rambut, aku tidak menyadari jika ada seseorang yang mengamatiku dari tadi. Aku berdiri hendak menyimpan hairdryer namun tiba-tiba aku merasakan pelukan seseorang di punggungku.


"Astagfirulloh, kak dzaky kenapa masuk ke kamarku?"


"Tolong jangan lepas pelukan ini ,sebentar saja. " Aku membiarkannya memelukku.


"Kak, kenapa ,kok nangis?"


"Aku mencintaimu , beri aku kesempatan untuk membuktikan kalau aku sudah berubah. Cista,lihat aku!"


Aku berbalik, kami saling berhadapan, pandanganku di kunci oleh matanya yang seakan menjelaskan kalau dia benar-benar berharap padaku. Jujur aku juga menyayanginya tapi aku tidak mau berpacaran itu saja. Terlebih gaya pacaran kak dzaky yang menurutku terlalu bebas, aku tidak menyukai itu makanya aku lebih memilih untuk menolaknya.


"Kak Dzaky aku juga....."


Dia meraih bibirku untuk di cium, kejadiannya sangat cepat dan aku tidak bisa menghindar. Bahkan sepertinya aku mulai menikmati segala perlakuannya padaku, walaupun aku tidak membalas ciumannya tapi aku juga tidak menolaknya. Ia terus saja menciumku , aku yang mulai terlena dengan kecupannyapun lambat laun membalas ciumannya. Kamipun akhirnya berciuman selama beberapa menit, lalu dia berhenti sejenak untuk menatapku sebelum memulai adegan ciumannya lagi. Ciuman kami semakin dalam ia menuntun tubuhku ke arah ranjang, membaringkan tubuhku di sana dengan pelan tanpa melepas ciumannya. Kini tubuhnya telah menindih tubuhku dan ia semakin bebas menciumku bahkan tangannya sudah mulai nakal membelai setiap inci tubuhku yang masih tertutup kimono. Kami sudah tidak bisa lagi mengontrol diri, karena telah terpenuhi kabut gairah yang begitu panas dan menggelora.


"Kak jangan!" Kataku saat ia akan melepas tali kimonoku.

__ADS_1


"Sayang maafkan aku."


"Kak kamu tau kenapa aku terus menolakmu?"


"Karena hal ini, aku takut kamu akan melakukan ini dan aku akan terbawa suasana seperti sekarang. Aku tidak ingin menambah dosa lagi kak."


"Maafkan aku. Aku mencintaimu cista, aku tidak bisa kalau harus berjauhan denganmu. Aku ingin memilikimu."


"Aku juga menyayangimu kak, kalau kamu serius, kita langsung menikah saja setelah aku wisuda nanti."


"Kamu serius?"


"Ya. Itupun kalau kak dzaky mau menjadikanku istri."


"Ya aku mau lah, tidak sia-sia aku menantimu selama ini. Terima kasih sayang."


Aku hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Aku sudah memakai pakaianku, kini kami sudah bersiap di dalam mobil untuk segera berangkat ke Banyumas.


Kring kring kring


"..........."


"Oh, kalau sekarang tidak bisa tante. Nanti setelah saya kembali ke Bandung baru bisa ke sana."


"......."


"Ok. Baiklah tante."


"Siapa sayang?" Tanya kak Dzaky.


"Ibunya kak Bayu."


"Ada apa? "


"Mmm?"


"Apa dia memintamu untuk menemaninya selama kemoterapi?"

__ADS_1


"Kok kak dzaky tau?"


flashback on


"Dzak aku tau kita mencintai orang yang sama, tapi bolehkah aku meminta waktu cista untuk sementara?"


Kamu bisa sepuasnya bersama cista setelah aku tiada nanti, sedangkan aku, waktuku hanya tinggal sebentar dzak, aku mohon biarkan cista menemaniku selama kemo, dan selama itu pula kamu tidak boleh memonopoli cista."


"Semua itu tergantung cista Yu, tapi dengan satu syarat aku juga harus menemanimu selama kemo, kalian tidak boleh hanya berdua."


"Baiklah tidak masalah."


"Oke,setelah pulang dari Banyumas aku akan mengajaknya kemari."


"Aku tunggu. Kamu beruntung dzak, walaupun kamu selalu di tolak tapi sebenarnya cista juga punya perasaan yang sama denganmu hanya saja ada satu alasan kenapa dia selalu menolakmu, selain tidak ingin pacaran ."


"Apa?"


"Karena kamu cowok mesum, hahaha."


"Masa sih karena itu?"


"Aku serius, dia sendiri yang bilang."


"Tidak masalah, setidaknya sekarang aku tau kalau dia juga mencintaiku. Walaupun aku yakin masih besar cintanya untuk kak rei daripada untukku. Tapi aku akan selalu menghargai itu, karena akupun tidak bisa di bandingkan dengan kak rei."


Flashback off


"Oh jadi kalian ini sering membicarakan diriku di belakang ya?"


"Maaf sayang,hehehe."


"Sayang-sayang pala lu peyang."


"Biar romantis cis. Sebentar lagi kan jadi suami istri , berlatih dari sekarang biar terbiasa, hehehe."


"cccckkkk."


"Kita makan dulu ya, sebentar lagi juga maghrib nanti setelah isya baru kita lanjutkan perjalanan."

__ADS_1


"Oke."


__ADS_2