
Setelah menidurkan calli di kamarnya cista pergi menuju dapur untuk membereskan belanjaannya tadi di bantu pak nino.
"Udah semua di keluarin dari mobil pak?"
"Satu kresek lagi ndu,tunggu sebentar bapak ambil."
"Ya pak hati-hati. Hehehehe."
"Bisa aja ndu, kayak mau kemana hati-hati lah wong cuma ke depan rumah."
Pak ninopun menuju depan rumah untuk mengambil kresek yang ia maksud. Namun saat cista berada di dapur seorang diri hal tak terdugapun terjadi.
Seorang pria menutup hidung cista dari belakang menggunakan sebuah kain yang sudah di beri obat bius. Cistapun di bopong oleh pria itu dan pergi dari sana lewat pintu belakang. Tak ada yang melihat dan menyadari hal itu karena orang itu audah menyusun semuanya dengat baik.
Setengah jam berlalu belum ada yang menyadari hilangnya cista.
"Pak nino lihat cista ngga?" Tanya haris pada pak nino yang sedang sibuk beberes di dapur.
"Lho saya kira sedang istirahat di kamar mas haris."
"Ngga ada pak, di mana ya?"
"Ada apa ris?"
"Cista hilang mas surya, aku sudah mencari di setiap sudut rumah tapi ngga ada."
"Ikut aku, coba kita lihat cctv. Aku sudah memasang cctv di rumah ini ."
" Mas surya, bukan mas surya kan menyuruh dia." tanya haris saat melihat sebuah rekaman yang menunjukkan bahwa cista di culik.
"Demi Allah ris, aku tidak ada niat sedikitpun untuk melakukan itu. Tapi aku memang curiga dengan dia akhir-akhir ini. Orang itu begitu semangat saat aku suruh untuk membawa kalian kemari."
"Siapa dia mas surya."
"Aku yakin itu pasti Beni. Aku hafal betul bentuk tubuhnya. Dia berasal dari daerah yang sama dengan istrimu ris, setauku begitu."
__ADS_1
"Ya Allah apalagi ini. Mas tolong bantu aku mencarinya."
"Aku pasti akan membantumu ris, aku iuga harus membuktikan kalau bukan aku yang menyuruh orang itu."
"Pak nino nitip anak-anak ya, aku harus mencari cista."
"Ya mas haris pergilah,percayakan anak-anak pada bapak. Tolong selamatkan cista secepatnya nak haris."
"Pasti pak nino, tolong telp orang tuaku ya pak nino supaya bisa membantu bapak menjaga anak-anak."
"Ya pasti , sekarang pergilah selamatkan nak cista."
"Sudah siap semua don?"
"Sudah bos, mari kita menuju tkp. Aku sudah berhasil menemukan titik dari gps yang ada di cincin cista bos."
"Baiklah mari kita bergegas."
"Kamu yakin don, tempatnya ngga jauh lho ini?"
"Mas surya tau rumah ini?"
"Saya tau bos, ini memang rumahnya beni bos." Jawab salah seorang anak buah surya.
"Ajak semua orang yang kamu bawa untuk mengepung rumah ini don, aku akan masuk lewat depan."
"Baik bos."
Haris mendobrak pintu rumah itu dan langsung mencari dimana cista berada. Saat ia sedang menaiki tangga sayup-sayup haris mendengar suara orang sedang marah di sebuah kamar yang ada di sana. Harispun mendekati sumber suara, dan mendengarkan apa yang di bicarakan orang itu.
"Sampai kapan kamu terus menolakku cista?"
"Sadarlah kak beni, itu bukan cinta,itu obsesi."
"Kamu selalu mengatakan itu ketika menolakku, tidakkah kamu bosan cantik. Aku akan melakukan hal yang tak pernah bisa kamu bayangkan cista, aku ingin membuatmu menyesal karena telah berulang kali menolakku."
__ADS_1
"Jangan kak beni, tolong menjauhlah ! Aku wanita yang bersuami."
"Aku tidak peduli sayang, kenapa kamu harus menutupi wajah cantikmu seperti ini hem, aku rindu sekali melihat wajahmu yang rupawan. Aku copot ya, tidakkah kamu juga rindu saat kita bermain bersama dulu cista."
"Jangan kak, aku mohon menjauhlah."
"Sayang aku kangen lho, kenapa dari dulu kamu hanya menganggapku kakak sih, aku kurang hanteng atau aku kurang kaya?"
"Perasaan tidak bisa di paksa kak,mengertilah."
"Kamu juga harus mengerti cista, aku menyayangimu dari kecil, tapi kamu tidak pernah melihatku kamu hanya selalu menganggapku kakak, tanpa kamu sadari kalau perasaanku semakin lama semakin tumbuh dan berkembang. Saat kamu terluka karena kepergian kak reyhan aku juga selalu berusaha ada untukmu tapi kamu justru lebih suka berada di dekat dzaky lalu saat kamu terluka oleh dzaky kamu bahkan menutup diri dariku lalu sekarang tiba-tiba aku tau kamu sudah menjadi istri pak haris. Cista kamu tau, aku begitu mencintaimu."
"Kalau kak beni mencintaiku, tolong lepaskan aku, kasihan anakku pasti kelaparan kak, dia masih sangat membutuhkanku."
"Kali ini aku tidak akanmenurutimu cista, pokoknya tidak untuk kali ini."
Sreeeeettt
"Jangan kak beni aku mohon, jangan lakukan ini."
Haris mematung di depan pintu. Surya yang melihat itu segera menyadarkannya.
"Ris sadarlah. Haris. " Surya mengoyang-goyangkan lengan haris.
"Haris, cepat tolong istrimu." Kata surya kemudian dengan berteriak. Dan akhirnya harispun sadar dari lamunannya.
Braaaaakkk
"Jauhkan tubuhmu dari istriku, baji.... ."
Harispun menarik beni dan menghajarnya dengan membabi buta.
"Serahkan dia padaku ris, tolonglah istrimu."
Haris yang mendengar itu bergegas menuju ranjang dimana cista sedang terbaring tak berdaya dengan baju yang sudah robek dan berantakan. Cista sangat syok, dia merasa tidak berguna karena tidak bisa melawan beni ,kaki dan tangannya terikat dengan kuat di tiang ranjang.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang, aku terlambat datang." Kata haris pada cista. Cista hanya diam dan terus menangis.