Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
94


__ADS_3

"Sayang makan dulu, aku suapin ya." Kata haris pada cista yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Ya mas, mas udah makan?"


"Sepiring berdua yank,hehehe. Biar romantis mumpung banyak yang jagain callista."


Sementara di sebuah keraton di jogja seorang laki-laki tampak mengepalkan tangannya karena kesal. Ia merasa kerja kerasnya selama ini di pandang sebelah mata karena ia tidak di ajukan sebagai raja berikutnya oleh raja saat ini. Justru harislah yang di gadang-gadang akan menempati singgasana raja,padahal selama ini haris hanya memikirkan kemajuan usahanya sendiri di kota bandung. Itulah yang membuat laki-laki itu marah dan merancang tindakan jahat.


Tiga bulan lagi pemilihan raja baru akan di mulai. Haris dan keluarganyapun sudah mendapat undangan dari keraton.


"Ris,cista sudah tidur?"


"Ya ma, mungkin dia lelah jadi setelah makan dan ngobrol sebentar ia tidur."


"Kemarilah nak, ayah mau bicara."


"Ada apa yah kok serius banget."


"Kita dapat undangan dari keraton dan kamu menjadi kandidat untuk menggantikan raja saat ini."


"Aku ngga mau ayah, aku sudah nyaman dengan kehidupanku di sini."


"Kalau begitu tolaklah dengan halus besok pada pak dhemu itu."


"Baik ayah."


"Ingat, sopanlah saat kamu menyampaikan penolakan."


"Oke. Kalau begitu haris ngecek email dulu yah, pasti sudah banyak laporan yang masuk di tambah lagi aku juga harus membantu cista mengurus usahanya."


"Pergilah, itu memang tanggung jawabmu."

__ADS_1


"Hallo adik-adik.Gimana olshopnya lancar?" Sapa haris pada pegawai olshop sang istri yang letaknya di sampaing rumah itu.


"Alhamdulillah lancar pak, oh ya ini laba kita selama seminggu ke belakang." Ucap salah seorang pegawai yang merupakan tangan kanan cista di olshop.


"Gunakan saja untuk menambah persediaan barang yang laris."


"Baik pak."


"Jangan lupa stok yang menipis langsung di tambah ya."


"Oke pak,laksanakan."


"Bagus."


"Pak, ini ada hadiah kecil dari kami untuk kelahiran anak bapak dan mba cista."


"Kalau begitu saat istriku bangun tidur nanti kalian masuklah ke rumah bertemu dengannya langsung ,oke."


"Boleh dong, kalian kan sudah di anggap keluarga oleh istriku jadi kalian juga harus menganggapku keluarga juga."


"Makasih ya pak. Kami sangat bersyukur bertemu dengan mba cista dan pak haris yang sangat murah hati. Semoga keluarga bapak selalu di beri kesehatan dan kebahagiaan."


"Amin. Ya sudah lanjutkan kerjanya saya harus ngecek yang lainnya."


"Baik pak." Jawab mereka serempak.


Setelah beberapa saat harispun menengok istrinya di dalam kamar,Haris merasa bahagia melihat istri dan putrinya yang sedang terlelap. Ia berjalan mendekati mereka ,haris merapikan baju sang istri yang masih terbuka karena habis menyusui, lalu setelahnya ia kembali turun untuk berkumpul bersama keluarga yang lain sembari membicarakan rencana aqiqahan sang putri .


"Kak clara aku berniat untuk segera mengadakan aqiqahan , gimana menurut kakak?"


"Waaah bagus dong, lebih cepat lebih bagus, besok saat hari ke tujuh saja ris."

__ADS_1


"Rencana juga begitu kak."


"Jadi mau gimana nih rencananya?"


"Aku ingin mengadakan syukuran saja di rumah , aku ingin membagi kebahagian ini bersama teman-temanku dan anak asuh kami kak."


"Oke, kakak bantu apa nih?"


"Ris ngga sekalian buat pesta saja?" sela ayah haris.


"Tidak ayah, cista pasti ngga suka. Jadi cukup teman-teman kami saja tapi nanti aku akan mengundang wartawan sebagai gantinya, karena aku juga ingin semua orang tau istri dan anakku."


"Boleh lah kalau begitu, tapi kamu sudah diskusi dengan cista ris?"


"Sudah ma."


"Baguslah. Itu kayaknya mertua kamu deh ris."


"Oh ya itu ayah sudah sampai." Kata kak citra kegirangan,mungkin ia sudah rindu pada ayahnya.


"Waaaah ramai sekali ini." kata ayah ciata sembari berjalan ke dalam rumah menenteng ranselnya di ikuti dzaky dan kedua orang tuanya.


"Ya ni pak han, cucu kita sudah lahir hehehe. Kita lagi nungguin mereka yang nyenyak tidur hahahaha."


"Wah sayang sekali saya sampainya pas mereka tidur."


"Kakek kan masih ada kami, kakek ngga lupa kan sama cucu yang lebih dulu lahir." Sela mega .


"Haaah kamu siapa, kakek ngga kenal." canda kakek handoyo pada cucu pertamanya itu.


"Kakeeeekkk , aku ngambek nih."

__ADS_1


Wkwkwkwkwkw semua yang ada di sana tertawa bahagia. Tapi dalam hati kecil haris ia merasa khawatir tanpa tau sebabnya apa.


__ADS_2